Kecelakaan beruntun di Jalur Pantura, Lohbener, Indramayu, menelan 10 korban jiwa dan membuat belasan orang lainnya luka berat maupun luka ringan. Insiden itu melibatkan sebuah mobil pikap yang terjepit di antara dua truk besar setelah ditabrak dari belakang dan terdorong ke arah kendaraan dari lawan arah.
Kasat Lantas Polres Indramayu AKP Undang Syarief menyebut total korban meninggal dunia kini mencapai 10 orang. Dari jumlah itu, 3 korban meninggal di tempat kejadian perkara, sementara 7 lainnya meninggal saat menjalani penanganan medis di rumah sakit.
Rincian korban terus diperbarui
Selain korban jiwa, data terbaru menunjukkan ada 2 korban luka berat dan 6 korban luka ringan. Undang menyampaikan informasi tersebut pada Minggu, 12 Juli 2026, saat pendataan korban di lapangan dan rumah sakit masih berlangsung.
| Jenis Data | Jumlah | Keterangan |
|---|---|---|
| Meninggal dunia | 10 orang | 3 di TKP, 7 di rumah sakit |
| Luka berat | 2 orang | Data terbaru Polres Indramayu |
| Luka ringan | 6 orang | Data terbaru Polres Indramayu |
Pikap membawa 17 penumpang
Kanit Gakkum Satlantas Polres Indramayu Ipda Masnan menjelaskan, kecelakaan itu melibatkan mobil pikap Daihatsu Grand Max, truk Hino Wing Box, dan truk Hino bak. Mobil pikap menjadi kendaraan yang paling parah terdampak karena terjepit di antara dua kendaraan besar tersebut.
Pikap Grand Max bernomor polisi E 8559 RB itu dikemudikan Warkidi dan membawa 17 penumpang dari arah Jakarta menuju Cirebon. Jumlah penumpang yang banyak di dalam satu kendaraan diduga ikut memperburuk dampak kecelakaan yang terjadi di jalur ramai itu.
Menurut keterangan saksi, pikap sempat berhenti di lajur kanan sebelum ditabrak dari belakang oleh truk Hino Wing Box. Benturan tersebut membuat pikap terdorong ke depan hingga menghantam truk Hino bak bernomor polisi E 8846 BA yang datang dari arah berlawanan.
Situasi di lokasi disebut sangat mencekam karena pikap terjepit di tengah dua truk besar. Masnan mengatakan, tiga penumpang meninggal dunia di lokasi, sementara belasan korban lain mengalami luka-luka.
Kerugian material mencapai Rp50 juta
Selain korban jiwa dan luka, kecelakaan itu juga menimbulkan kerugian material sekitar Rp50 juta. Tiga kendaraan yang terlibat mengalami kerusakan parah akibat benturan beruntun di titik kejadian.
Hingga kini, Jalur Pantura di lokasi tersebut sudah kembali normal setelah proses evakuasi bangkai kendaraan selesai dilakukan. Namun, Satlantas Polres Indramayu masih menyelidiki apakah kecelakaan dipicu kelalaian manusia atau kegagalan teknis pada kendaraan.
Petugas juga telah mengamankan sejumlah barang bukti dan meminta keterangan dari sopir truk yang terlibat untuk melengkapi penyidikan kasus kecelakaan maut itu. Penanganan lanjutan masih dilakukan guna memastikan rangkaian peristiwa di jalur padat tersebut terurai secara jelas.
