Bau badan pada pria sering kali bukan hanya soal keringat. Aroma yang menyengat muncul ketika bakteri di permukaan kulit memecah zat dalam keringat, lalu menghasilkan bau yang lebih kuat.
Karena itu, kebiasaan harian, pola makan, kondisi tubuh, hingga masalah kesehatan dapat ikut memengaruhi bau badan. Dalam banyak kasus, sumbernya justru datang dari faktor yang tidak langsung terlihat.
Makanan dan kebiasaan yang memengaruhi aroma tubuh
Asupan makanan menjadi salah satu pemicu yang paling sering diabaikan. Bawang-bawangan dan rempah kari mengandung zat alisin yang dapat menimbulkan bau menyengat, sementara karbohidrat dan alkohol dapat memengaruhi aroma tubuh karena zat keton meningkat.
Peningkatan keton tidak hanya membuat keringat berubah aroma, tetapi juga dapat membuat napas menjadi lebih bau. Kondisi ini membuat masalah bau badan terasa lebih menyeluruh, bukan hanya di area ketiak.
Stres dan kecemasan juga dapat memperburuk keadaan. Saat tubuh tegang, kelenjar keringat apokrin menjadi lebih aktif dan menghasilkan keringat yang lebih kental, sehingga bau lebih mudah muncul ketika bercampur dengan bakteri.
Kebersihan tubuh dan perlengkapan harian
Kebersihan tubuh tetap menjadi faktor penting, tetapi mandi saja tidak selalu cukup. Ketiak perlu dibersihkan dengan sabun antibakteri dan dieksfoliasi secara halus menggunakan spons agar kotoran yang menempel bisa terangkat.
Pakaian yang jarang diganti juga dapat memperburuk bau badan. Keringat dan kotoran yang menempel pada pakaian menjadi media yang disukai bakteri, sehingga mengganti pakaian minimal satu kali sehari perlu dilakukan secara rutin.
Bahan pakaian pun berpengaruh besar, terutama bagi pria dengan mobilitas tinggi. Pakaian yang tidak menyerap keringat membuat kelembapan bertahan lebih lama di kulit dan memudahkan bakteri berkembang.
Handuk yang jarang dijemur juga sering menjadi sumber masalah. Handuk lembap dapat menjadi tempat bakteri dan jamur tumbuh, lalu mikroorganisme itu berpindah kembali ke tubuh saat handuk digunakan.
Faktor tubuh dan kondisi kesehatan
Obesitas termasuk salah satu faktor yang kerap terkait dengan bau badan. Lipatan tubuh yang hangat dan tersembunyi menjadi tempat ideal bagi bakteri untuk tumbuh subur, sehingga bau ketiak dan badan lebih mudah muncul.
Produksi keringat berlebih juga perlu diperhatikan. Sebagian pria berkeringat secara berlebihan meski tidak sedang beraktivitas berat, dan keringat yang terus muncul memberi lebih banyak peluang bagi bakteri untuk berkembang.
Infeksi pada kulit ketiak atau bagian tubuh tertentu dapat memicu aroma tidak sedap. Dalam kondisi seperti ini, pemeriksaan dokter penting dilakukan agar penyebabnya jelas dan penanganannya tepat.
Masalah kesehatan yang mengganggu sistem metabolisme tubuh juga bisa mengubah aroma keringat. Gangguan tiroid, disfungsi ginjal, dan gangguan hati disebut dapat membuat bau badan muncul bukan semata karena kebersihan.
Dengan begitu banyak pemicu yang saling berkaitan, bau badan pada pria tidak bisa dilihat dari satu sisi saja. Kebersihan tubuh, pilihan pakaian, pola makan, pengelolaan stres, dan perhatian terhadap kondisi kesehatan sama-sama berperan dalam menekan bau yang berasal dari aktivitas bakteri di kulit.
Source: www.idntimes.com






