16 Busana Baru Lahir dari Pakaian Donasi, UNIQLO Tunjukkan Sisi Lain Mode Berkelanjutan

Author: Redaksi Android62

Di gerai UNIQLO Plaza Indonesia, pakaian donasi tidak berakhir sebagai tumpukan limbah. Melalui REMAKE PROJECT with ESMOD Jakarta, bahan lama itu diubah menjadi 16 karya busana baru yang ditampilkan langsung di dalam toko.

Proyek ini menjadi penanda bahwa mode berkelanjutan tidak selalu harus hadir dalam bentuk kampanye yang jauh dari keseharian. Di ruang ritel yang ramai dikunjungi publik, pengunjung bisa melihat sendiri bagaimana pakaian lama memperoleh fungsi dan tampilan baru.

16 Karya Upcycle dari Pakaian Donasi

Kolaborasi UNIQLO dan ESMOD Jakarta melibatkan mahasiswa untuk mengolah pakaian donasi dari program RE.UNIQLO. Hasilnya adalah 16 karya busana kontemporer yang dibuat dengan metode upcycle kreatif.

Setiap karya dirancang sebagai interpretasi baru dari pakaian yang sudah tidak layak pakai. Potongan tersebut kemudian dipadukan dengan koleksi LifeWear UNIQLO untuk menampilkan gagasan tentang “kehidupan kedua” bagi busana lama.

Seluruh karya dipajang melalui instalasi manekin di toko UNIQLO Plaza Indonesia. Format ini membuat pengunjung tidak hanya melihat hasil akhir, tetapi juga menangkap pesan bahwa pakaian bisa diperpanjang usia pakainya melalui desain.

Ruang Ritel Menjadi Media Edukasi

Penyajian karya di dalam toko memberi pengalaman yang berbeda dari pameran biasa. Pengunjung bisa berhadapan langsung dengan busana hasil daur ulang yang dirancang agar tetap relevan secara visual dan konseptual.

Yang menarik, karya-karya tersebut akan berganti setiap bulan. Perubahan berkala ini membuka ruang bagi pendekatan baru dalam mengolah pakaian daur ulang menjadi tampilan yang segar.

UNIQLO menempatkan inisiatif itu sebagai cara untuk mengajak masyarakat memandang pakaian dari sudut yang berbeda. Fokusnya bukan semata membeli barang baru, melainkan memahami bahwa pakaian yang sudah ada masih punya potensi.

Circular Fashion Makin Dekat dengan Publik

Langkah ini juga sejalan dengan dorongan yang lebih luas terhadap circular fashion. Konsep tersebut menekankan penggunaan kembali pakaian agar tidak langsung berakhir sebagai limbah tekstil.

Melalui pendekatan itu, pakaian dilihat bukan sebagai barang sekali pakai. Baju yang sudah tidak digunakan masih bisa dimodifikasi, diperbarui, atau diolah lagi menjadi produk dengan nilai berbeda.

Pesan yang dibawa proyek ini sederhana, tetapi relevan dengan kebiasaan sehari-hari. Kesadaran terhadap keberlanjutan bisa dimulai dari langkah kecil, seperti memperpanjang siklus hidup pakaian yang sudah dimiliki.

Peran Mahasiswa dan Industri

Bagi ESMOD Jakarta, kolaborasi ini memberi ruang praktik langsung bagi mahasiswa untuk menerapkan prinsip keberlanjutan dalam desain. Proyek tersebut mempertemukan pendidikan fashion dengan tantangan nyata yang sedang dihadapi industri.

Deputy Director of Academic Programs ESMOD Jakarta, Guillaume Oger, menyebut kerja sama ini sebagai kesempatan bagi mahasiswa untuk mengintegrasikan sustainability dan kreativitas ke dalam praktik nyata. Ia juga menilai pengalaman itu memberi akses bagi mahasiswa untuk berinteraksi langsung dengan brand global.

Guillaume menambahkan bahwa proses tersebut penting untuk membangun kepercayaan diri kreatif dan kesiapan profesional mahasiswa. Di saat yang sama, kolaborasi seperti ini memperluas perspektif generasi baru di industri fashion.

Proyek ini memperlihatkan bahwa keberlanjutan tidak harus berhenti sebagai wacana akademik. Saat kampus, desainer muda, dan pelaku industri bergerak bersama, gagasan mode yang lebih bertanggung jawab bisa hadir dalam karya yang konkret dan mudah dipahami publik.

Bagian dari Pembukaan Toko ke-78 UNIQLO

REMAKE PROJECT with ESMOD Jakarta menjadi bagian dari pembukaan UNIQLO Plaza Indonesia. Gerai tersebut resmi beroperasi sebagai toko ke-78 UNIQLO di Indonesia.

Kehadiran proyek itu memberi fungsi tambahan pada ruang belanja. Selain menghadirkan koleksi LifeWear, lokasi tersebut juga menjadi tempat untuk menampilkan inisiatif komunitas dan keberlanjutan yang lebih dekat dengan masyarakat urban Jakarta.

Penempatan karya upcycle di area toko membuat pesan keberlanjutan hadir dalam pengalaman belanja sehari-hari. Pengunjung dapat melihat bahwa pakaian lama tidak selalu kehilangan relevansinya ketika disentuh oleh desain yang tepat.

Di tengah tuntutan agar industri fashion bergerak lebih bertanggung jawab, proyek ini menawarkan contoh yang konkret. Bukan lewat teori yang rumit, melainkan lewat 16 karya yang menunjukkan bagaimana pakaian lama bisa hidup kembali di tangan generasi desainer baru.

Source: www.suara.com
Redaksi Android62
Redaksi Android62

Android62.com menghadirkan berita dari beragam sumber dengan penyajian unik, ringkas, dan informatif untuk pembaca modern.

Newsletter Text above the Email input field
Follow Us
Berita Terbaru