Penyelidikan kecelakaan maut bus ALS di Jalan Lintas Sumatera, Kabupaten Musi Rawas Utara, Sumatera Selatan, kini mengerucut pada dugaan adanya manuver mendadak sebelum tabrakan terjadi. Polisi menduga bus itu sempat berusaha menghindari lubang di jalan, lalu berpindah ke jalur berlawanan dan menghantam truk tangki BBM.
Benturan keras tersebut menewaskan 16 orang di lokasi kejadian. Karena jumlah korban jiwa cukup besar, kepolisian langsung menggelar olah tempat kejadian perkara secara terpadu untuk menelusuri penyebab pasti kecelakaan.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Sumatera Selatan, Komisaris Besar Polisi Nandang Mu’min Wijaya, menyebut bus ALS saat itu melaju dari arah Lubuklinggau menuju Jambi. Di titik kejadian, kendaraan diduga membelok ke kanan setelah mencoba menghindari lubang di jalan.
Menurut Nandang, manuver itu membuat bus masuk ke jalur berlawanan. Dari arah sebaliknya, truk tangki BBM datang dari Jambi menuju Lubuklinggau dan tabrakan pun tidak terhindarkan.
Meski begitu, polisi belum menetapkan penyebab final dan masih menempatkan dugaan itu sebagai temuan awal. Penyidik masih mencocokkan keterangan saksi, kondisi kendaraan, dan keadaan jalan untuk memastikan apakah faktor manusia memang menjadi pemicu utama atau ada unsur lain yang ikut berperan.
Kapolres Muratara, Ajun Komisaris Besar Polisi Rendy Surya Aditama, sebelumnya menyampaikan bahwa kecelakaan ini kemungkinan besar terkait human error. Namun, ia juga menegaskan adanya temuan jalan berlubang di lokasi yang ikut menjadi perhatian dalam penyelidikan.
Keterangan kernet yang selamat menjadi salah satu petunjuk penting bagi penyidik. Rendy menjelaskan, kernet itu mengaku sopir kehilangan kendali lalu membanting bus ke sisi kanan yang berlawanan.
Untuk memastikan rangkaian kejadian secara teknis, kepolisian menurunkan tim gabungan ke lokasi. Pemeriksaan dilakukan oleh Ditlantas, laboratorium forensik, TAA Laka, dan Jasa Raharja dalam olah TKP terpadu.
Nandang mengatakan tim gabungan tersebut sudah berada di lokasi untuk mengungkap penyebab kecelakaan dan hal-hal lain yang berkaitan. Pemeriksaan lapangan itu diharapkan bisa mencocokkan jejak kendaraan, posisi benturan, dan kondisi jalan di sekitar titik tabrakan.
Hingga kini, fokus penyelidikan belum bergeser dari dugaan manuver bus, kondisi jalan berlubang, dan hasil pemeriksaan teknis di tempat kejadian. Polisi masih menunggu seluruh data terkumpul sebelum menarik kesimpulan akhir atas tragedi yang menyisakan duka bagi keluarga korban dan masyarakat di jalur lintas utama tersebut.
