250 Pesantren Akan Duduk Satu Meja Dengan Pemerintah, PKB Susun Gerakan Anti Kekerasan Seksual

Sekitar 250 pesantren akan duduk satu meja bersama pemerintah dalam forum nasional yang disiapkan PKB untuk mencari langkah konkret menghadapi kekerasan seksual di lingkungan pesantren. Pertemuan itu akan menjadi ruang bagi para pengasuh dan perwakilan pesantren untuk berbagi pengalaman sekaligus membahas solusi bersama.

Forum tersebut diberi nama Temu Nasional Pondok Pesantren dengan tema Gerakan Pesantren Anti Kekerasan Seksual. Acara ini dijadwalkan berlangsung di Jakarta pada 18-19 Mei 2026.

Ketua Panitia Temu Nasional Pondok Pesantren Nihayatul Wafiroh atau Ninik mengatakan forum itu dibentuk agar pesantren tidak bergerak sendiri saat menghadapi persoalan yang kembali mencuat. PKB ingin membuka ruang dialog yang lebih luas supaya pesantren bisa berbicara langsung dengan pihak terkait.

Dalam pertemuan itu, PKB juga akan menghadirkan Kementerian Agama, Kepolisian, Kementerian PPA, dan unsur lain yang relevan. Kehadiran lembaga-lembaga tersebut diharapkan membuat pembahasan tidak berhenti pada keluhan, tetapi berlanjut ke langkah yang bisa dijalankan bersama.

Dorongan menggelar forum nasional ini muncul di tengah maraknya kembali kasus kekerasan seksual di pesantren. Salah satu yang ikut menyedot perhatian adalah kasus di Pondok Pesantren Ndholo Kusumo, Kabupaten Pati, Jawa Tengah.

PKB menilai situasi tersebut perlu dijawab dengan pertemuan yang mempertemukan pesantren dan pemerintah dalam satu ruang. Menurut Ninik, langkah itu juga lahir karena banyak pesantren yang datang dan meminta untuk dikumpulkan bersama.

Karena itu, PKB mengambil inisiatif sebagai pihak yang memfasilitasi pertemuan nasional tersebut. Ninik menyebut partainya memandang diri sebagai rumah bagi seluruh pesantren di Indonesia, sehingga ruang pertemuan itu diharapkan bisa menampung berbagai suara dari daerah.

Selain menampung curahan hati, forum ini diarahkan untuk menghasilkan gerakan bersama yang lebih nyata. Para perwakilan pesantren diharapkan dapat menyusun langkah bersama guna menghentikan segala bentuk kekerasan di lingkungan pesantren.

PKB juga menekankan bahwa penanganan kekerasan di pesantren tidak bisa dibebankan kepada satu pihak saja. Melalui forum nasional ini, koordinasi diharapkan menjadi lebih luas agar pesantren memiliki dukungan yang memadai saat menghadapi persoalan serupa.

Pertemuan di Jakarta itu menjadi titik awal dari upaya membangun lingkungan pesantren yang lebih aman. Dengan melibatkan sekitar 250 pesantren dan unsur pemerintah, PKB berharap lahir arah kerja bersama yang bisa langsung diterapkan di lapangan.

Source: jatim.antaranews.com

Berita Terkait