NASA membuka akses publik ke kode perangkat lunak yang dulu dipakai Apollo 11 saat mendarat di Bulan. Arsip ini kini tersedia sebagai sumber daya domain publik di GitHub dan bisa dibaca, diunduh, serta dipelajari oleh siapa pun.
Langkah tersebut menarik perhatian karena kode itu bukan sekadar dokumen teknis lama. Perangkat lunak ini benar-benar menjalankan misi yang membawa manusia pertama ke permukaan Bulan, sehingga nilai historis dan teknisnya tetap besar hingga sekarang.
Kode yang menggerakkan misi bersejarah
Di dalam arsip itu terdapat dua basis kode utama, yaitu Comanche055 untuk Command Module dan Luminary099 untuk Lunar Module. Keduanya berjalan melalui Apollo Guidance Computer atau AGC, sistem komputasi yang menjadi pusat kendali misi Apollo 11.
Kode bersejarah tersebut sebelumnya didigitalkan oleh Virtual AGC, atau Virtual Apollo Guidance Computer, bersama MIT Museum. Pemindaian dan pemeriksaan ulang naskah kode itu membantu menjaga bentuk aslinya sekaligus membuatnya lebih mudah diakses secara daring.
Isi repositori yang kini terbuka
Repositori yang dipublikasikan NASA memuat berbagai file teknis yang berkaitan dengan fungsi penting pesawat antariksa. Salah satu contoh yang disebut adalah file ALARM_AND_ABORT.agc, yang berisi logika untuk mencatat kondisi alarm, menyalakan lampu peringatan, dan menangani alarm abort maupun non-abort.
Contoh lain memperlihatkan sekitar 30 baris kode assembly yang dipakai untuk menghitung lintasan navigasi Apollo 11. Ukurannya yang sangat kecil justru memperlihatkan beban besar yang ditanggung setiap baris kode dalam misi berpresisi tinggi seperti ini.
Spesifikasi Apollo Guidance Computer
Berikut ringkasan data utama AGC yang digunakan dalam misi Apollo 11:
| Komponen | Data |
|---|---|
| RAM | 3.840 byte |
| Penyimpanan | 69.120 byte |
| Kecepatan | Sekitar 85.000 instruksi per detik |
| Bobot | 70,1 pon atau 31,8 kg |
| Ukuran | 24.250 x 12.433 x 5.974 inci |
| DSKY | Dua unit di Command Module dan satu unit di Lunar Module |
Angka-angka tersebut menunjukkan betapa terbatasnya sumber daya komputasi pada masa itu. Meski begitu, AGC tetap mampu mendukung navigasi, kendali, dan pengambilan keputusan operasional selama perjalanan ke Bulan.
Manfaat pembukaan akses bagi publik
Akses terbuka terhadap kode Apollo 11 memberi nilai edukasi yang tinggi bagi peneliti, mahasiswa, dan pengembang perangkat lunak. Arsip ini menampilkan bagaimana sistem antariksa yang sangat terkenal di dunia dibangun dengan sumber daya yang jauh lebih kecil dibandingkan perangkat modern.
Repositori Virtual AGC juga disebut dapat digunakan untuk mengompilasi kode yang telah dibuka ke domain publik. Dukungan sistemnya mencakup Linux, Windows XP/Vista/7, Mac OS X 10.3 atau lebih baru, serta beberapa versi FreeBSD, sehingga proses belajar menjadi lebih luas dan praktis.
Relevansi dengan eksplorasi Bulan masa kini
Publikasi kode ini ikut mendapat sorotan karena hadir di tengah perhatian terhadap misi Artemis II dan program eksplorasi Bulan generasi baru. Perbandingan keduanya memperlihatkan jarak yang sangat jauh antara komputer era Apollo yang terbatas dan sistem penerbangan antariksa modern yang jauh lebih kompleks.
Meski begitu, kode Apollo 11 tetap dianggap sebagai bukti bahwa rekayasa perangkat lunak yang cermat dapat mendukung pencapaian yang tampak mustahil. Arsip terbuka ini kini menjadi bahan belajar penting tentang bagaimana 3.840 byte RAM pernah ikut mengantar manusia ke Bulan.







