Ketegangan Amerika Serikat dan Iran kembali meningkat setelah serangan udara AS berlangsung untuk malam kedelapan berturut-turut. Ledakan dilaporkan terdengar di sejumlah wilayah Iran pada Minggu dini hari waktu setempat.
Operasi terbaru itu terjadi setelah serangan rudal dan drone Iran terhadap sebuah pangkalan militer AS di Yordania. Insiden di pangkalan tersebut menewaskan dua personel militer AS, sementara satu lainnya masih hilang dan empat personel menjalani perawatan di rumah sakit.
| Peristiwa | Lokasi | Perkembangan Utama |
|---|---|---|
| Serangan udara AS | Iran | Operasi berlangsung pada malam kedelapan berturut-turut. |
| Operasi pasukan Israel | Quneitra, Suriah | Lima kendaraan militer masuk ke Al Samdaniyah Al Sharqiyah. |
| Libur sekolah | Kerala, India | Sekolah di bawah Departemen Pendidikan Umum libur pada Senin (20/7). |
1. Konflik AS-Iran Memasuki Malam Kedelapan
Komando Pusat Militer Amerika Serikat atau CENTCOM menyatakan operasi terbaru dilakukan sebagai respons cepat terhadap Korps Garda Revolusi Islam Iran atau IRGC. Keterangan itu mengaitkan serangan AS dengan serangan Iran ke pangkalan militer AS di Yordania.
Al Jazeera melaporkan ledakan terdengar di sejumlah daerah Iran ketika operasi udara AS kembali berlangsung. CNN Indonesia juga melaporkan serangan udara tersebut menjadi sorotan di tengah eskalasi Konflik AS-Iran.
Rangkaian serangan ini menunjukkan ketegangan kedua pihak belum mereda. Informasi yang tersedia tidak merinci lokasi ledakan maupun dampak kerusakan di wilayah Iran.
2. Operasi Israel di Pedesaan Quneitra
Di Suriah, pasukan Israel dilaporkan melakukan beberapa operasi penyusupan ke wilayah pedesaan Quneitra dalam dua hari hingga Minggu (19/7). Kawasan tersebut berada di dekat wilayah pendudukan Israel.
Kantor berita pemerintah Suriah, SANA, melaporkan lima kendaraan militer Israel memasuki Al Samdaniyah Al Sharqiyah. Pasukan itu kemudian mendirikan pos pemeriksaan sementara dan memeriksa warga yang melintas.
Al Jazeera melaporkan pasukan Israel yang ditempatkan di Al Hamidiyah menembakkan satu mortir dan granat asap ke area sekitarnya. Tidak ada laporan korban tewas maupun luka-luka akibat insiden tersebut.
Operasi di Quneitra menambah perkembangan keamanan yang terjadi pada akhir pekan. Laporan yang tersedia berfokus pada pergerakan kendaraan, pos pemeriksaan, serta tembakan di area sekitar Al Hamidiyah.
3. Kerala Meliburkan Sekolah untuk Final Piala Dunia
Di tengah perkembangan keamanan di Timur Tengah, pemerintah Kerala di India mengambil keputusan yang sangat berbeda dengan meliburkan sekolah pada Senin (20/7). Kebijakan ini berlaku bagi seluruh sekolah yang berada di bawah Departemen Pendidikan Umum Kerala.
Libur diberikan karena final Piala Dunia 2026 antara Argentina dan Spanyol digelar pada Minggu (19/7) waktu Amerika Serikat. Pertandingan itu dijadwalkan mulai pukul 00.30 waktu India pada Senin dini hari.
Pemerintah Kerala mengumumkan keputusan tersebut pada Minggu setelah menerima banyak permintaan dari siswa di berbagai wilayah. Para siswa menyampaikan kekhawatiran akan sulit mengikuti pelajaran apabila tetap masuk sekolah setelah menyaksikan laga secara langsung.
Kebijakan itu mencerminkan besarnya perhatian terhadap final Piala Dunia 2026 di Kerala. Tiga peristiwa tersebut memperlihatkan kontras akhir pekan, dari konflik militer hingga keputusan pemerintah yang mempertimbangkan antusiasme pelajar terhadap sepak bola.
Source: www.cnnindonesia.com






