Setelah makan malam, pilihan minuman bisa ikut menentukan apakah program diet tetap berjalan rapi atau justru melenceng. Minuman tinggi gula, soda, dan alkohol dapat menambah kalori tanpa manfaat berarti, sekaligus berpotensi mengganggu kualitas tidur.
Di antara banyak pilihan, ada tiga minuman yang dinilai lebih masuk akal untuk dikonsumsi pada malam hari karena mendukung rasa kenyang, pencernaan, atau pembakaran lemak tubuh. Melansir Eating Well melalui Beautynesia, ketiganya adalah kefir, air putih, dan teh hijau tanpa kafein.
1. Kefir
Kefir adalah minuman susu fermentasi dengan rasa sedikit asam. Minuman ini kaya protein dan probiotik, sehingga membantu kesehatan pencernaan sekaligus mendukung penurunan berat badan.
Ahli diet terdaftar Lauren Manaker, MS, RDN, LD, menjelaskan bahwa protein membantu meningkatkan rasa kenyang sehingga keinginan untuk ngemil pada malam hari dapat berkurang. Protein sebelum tidur juga membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil sepanjang malam.
Meski begitu, konsumen perlu lebih cermat memilih produk karena beberapa kefir, terutama varian berperisa, mengandung gula tambahan dalam jumlah cukup tinggi.
2. Air Putih
Air putih tetap menjadi pilihan paling aman setelah makan malam. Meski tidak secara langsung meningkatkan metabolisme, air putih membantu memberikan rasa kenyang lebih lama.
Ahli gizi Melissa Mitri, MS, RD, mengungkapkan bahwa sejumlah penelitian menunjukkan hubungan antara konsumsi air putih dan penurunan asupan kalori, terutama ketika diminum sebelum makan. Karena itu, memenuhi kebutuhan cairan dapat membantu menjaga kesehatan tubuh sekaligus mendukung program diet.
| Minuman | Keunggulan Utama | Catatan |
|---|---|---|
| Kefir | Kaya protein dan probiotik, membantu kenyang dan pencernaan | Waspadai gula tambahan pada varian berperisa |
| Air Putih | Membantu rasa kenyang dan mendukung pengurangan asupan kalori | Pilihan paling aman untuk malam hari |
| Teh Hijau Tanpa Kafein | Rendah kalori dan mengandung EGCG yang membantu pembakaran lemak | Manfaat lebih optimal jika dibarengi olahraga |
3. Teh Hijau Tanpa Kafein
Teh hijau tanpa kafein rendah kalori dan mengandung epigallocatechin gallate atau EGCG, antioksidan yang berperan membantu proses pembakaran lemak tubuh. Menurut Melissa Mitri, manfaat ini cenderung lebih optimal bila disertai rutinitas olahraga.
Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Taylor & Francis juga menemukan hasil menarik. Orang dewasa dengan kelebihan berat badan atau obesitas yang rutin berolahraga dan mengonsumsi teh hijau mengalami penurunan berat badan sedikit lebih besar dibandingkan mereka yang hanya berolahraga tanpa mengonsumsi teh hijau.
Dengan memilih minuman yang lebih ringan dan bernutrisi setelah makan malam, program diet bisa terasa lebih terarah. Tiga pilihan ini memberi opsi yang tidak hanya lebih rendah kalori, tetapi juga punya manfaat tambahan untuk rasa kenyang, pencernaan, dan pengelolaan berat badan.







