Pemkot Yogyakarta menyiapkan 37 tempat penitipan anak dan taman asuh anak gratis bagi keluarga yang terdampak kasus Daycare Little Aresha. Fasilitas ini diberikan agar anak tetap mendapat pengasuhan, pendampingan, dan layanan yang layak setelah operasional daycare tersebut dihentikan.
Seluruh biaya pendidikan di TPA rekomendasi itu ditanggung Pemkot Yogyakarta sampai akhir tahun ajaran berjalan. Bantuan ini diprioritaskan untuk anak-anak yang masih tercatat aktif mengikuti kegiatan di Little Aresha hingga hari penggerebekan.
Pilihan pengganti untuk keluarga terdampak
Kehadiran puluhan TPA dan Taman Asuh Anak ini menjadi langkah cepat pemerintah kota untuk mencegah putusnya layanan pengasuhan. Situasi pascakejadian membuat banyak keluarga perlu mencari tempat baru dalam waktu singkat, sehingga dukungan dari pemerintah menjadi sangat penting.
Pemkot Yogyakarta menempatkan keamanan, kenyamanan, dan keberlanjutan pendidikan sebagai fokus utama dalam penempatan anak. Karena itu, bantuan yang diberikan bukan hanya soal menyiapkan tempat, tetapi juga memastikan anak tetap berada di lingkungan yang mendukung.
Orang tua diminta tidak tergesa-gesa
Kepala UPT Perlindungan Perempuan dan Anak DP3AP2KB Kota Jogja, Udiyati Ardiani, mengingatkan orang tua agar tidak langsung memutuskan pilihan. Ia meminta keluarga melakukan survei terlebih dahulu supaya TPA yang dipilih benar-benar sesuai dengan kebutuhan anak.
Imbauan itu disampaikan karena tiap anak bisa memiliki kebutuhan yang berbeda setelah mengalami perubahan lingkungan pengasuhan. Jarak tempat, suasana, pola pendampingan, dan rasa aman disebut perlu dicek langsung sebelum orang tua menentukan lokasi pengganti.
Pendekatan ini juga menunjukkan bahwa perpindahan anak tidak seharusnya dilakukan secara tergesa-gesa. Selain memastikan ketersediaan tempat, keluarga tetap perlu melihat apakah lingkungan baru cocok dengan rutinitas dan kondisi harian anak.
Bantuan gratis untuk masa transisi
Ketersediaan 37 TPA gratis ini sekaligus meringankan beban keluarga yang terdampak. Orang tua tidak perlu menanggung biaya tambahan selama masa transisi yang ditetapkan pemerintah kota.
Pemkot Yogyakarta juga ingin memastikan proses adaptasi berjalan lebih aman. Karena itu, perhatian tidak hanya tertuju pada penyediaan tempat penitipan baru, tetapi juga pada kesiapan anak untuk menyesuaikan diri di lingkungan yang berbeda.
Bagi keluarga yang sebelumnya bergantung pada layanan Little Aresha, pilihan pengganti ini memberi ruang bernapas di tengah kondisi mendesak. Namun, pertimbangan utama tetap berada pada keselamatan dan kenyamanan anak.
Daftar 37 TPA dan Taman Asuh Anak yang disiapkan
Berikut daftar TPA dan Taman Asuh Anak yang difasilitasi Pemkot Yogyakarta bagi anak terdampak kasus Little Aresha:
- TPA Jauzaa Rahma
- TPA Praba Dharma
- TPA Beniso
- TPA Aisyiyah
- TPA Muadz Bin Jabal 4 Yogyakarta
- TPA Batita Salman Al Farisi I
- TAA Ananda Ceria
- TPA Taat Insan Mulia
- TAA Al Fatihah
- TPA Al-Wardah
- TPA Islam Bintang Kecil
- TPA Fundaycare
- TPA Qurrata Ayun
- TPA Among Putra
- TPA Mutiara Qur’ani
- TPA Kusuma Mulia
- TPA Firdaus
- TPA Al-Khairaat
- TPA Grha Asih Anak
- TPA Happy Bear
- TPA Aisyiyah Ainun Jariyah Kauman
- TPA Bunayya
- TPA IT Mekar Insani LPIC Bunda Aminah
- Taman Asuh Anak Qurrota Ayun
- Taman Asuh Anak Ananda
- TPA Candice Kids
- TPA Beringharjo
- TPA Aisyiyah Suryocondro
- TPA Islam Pelangi Anak Negeri
- TAA Aisyiyah Nur Aini Ngampilan Yogyakarta
- TPA Alifa MBDC
- TPA Munawwaroh
- TPA Seri Derma
- TPA Batita Alkhairaat
- TPA Pondok Among
- TPA Caesa Baby House
Daftar tersebut memberi orang tua lebih banyak pilihan untuk menyesuaikan lokasi dengan kebutuhan keluarga. Dengan pilihan yang beragam, relokasi anak diharapkan bisa berjalan lebih cepat tanpa mengabaikan kecocokan tempat dan rasa aman.
Source: www.suara.com






