Gangguan kesehatan mental pada remaja dan dewasa muda dapat menghambat kegiatan belajar, pekerjaan, serta hubungan sosial. Tanda-tandanya perlu diperhatikan ketika terus muncul dan mulai membatasi aktivitas sehari-hari.
Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO mencatat sekitar satu dari tujuh remaja berusia 10–19 tahun di dunia mengalami gangguan kesehatan mental. Angka ini menunjukkan pentingnya mengenali perubahan emosi, pikiran, dan perilaku sejak dini.
Tekanan dapat datang dari tuntutan sekolah, kuliah, pekerjaan, pertemanan, hingga paparan media sosial. Situasi tersebut dapat terasa semakin berat ketika seseorang kesulitan mengelola pikiran dan emosinya.
| Kondisi | Tanda atau dampak yang perlu diperhatikan |
|---|---|
| Gangguan kecemasan | Khawatir terus-menerus, gelisah, sulit fokus, susah tidur, atau mudah panik. |
| Depresi | Sedih berkepanjangan, kehilangan semangat, tidak menikmati kegiatan, dan menarik diri. |
| Gangguan perilaku | Sulit fokus, impulsif, hiperaktif, agresif, atau sering melanggar aturan. |
| Gangguan makan | Terobsesi pada berat badan atau bentuk tubuh hingga menempuh cara ekstrem. |
1. Depresi
Depresi tidak sama dengan rasa sedih yang muncul sesaat karena perasaannya dapat bertahan dalam waktu lama. Kondisi ini dapat membuat seseorang kehilangan semangat dan tidak lagi menikmati kegiatan yang sebelumnya disukai.
Seseorang yang mengalami depresi juga dapat memilih menjauh dari lingkungan sekitarnya. WHO menyebut depresi dapat memengaruhi prestasi belajar dan pekerjaan serta meningkatkan risiko munculnya pikiran untuk menyakiti diri sendiri.
2. Gangguan Makan
Tekanan untuk memiliki tubuh yang dianggap ideal dapat mendorong pola makan yang tidak sehat. Jika berlangsung terus-menerus, kondisi tersebut dapat berkembang menjadi gangguan makan seperti anoreksia atau bulimia.
Gangguan makan dapat ditandai dengan obsesi berlebihan terhadap berat badan atau bentuk tubuh. Obsesi itu dapat membuat seseorang melakukan cara ekstrem untuk menurunkan berat badan dan berdampak buruk pada kesehatan fisik maupun mental.
3. Gangguan Kecemasan
Rasa cemas merupakan respons yang wajar dalam situasi tertentu, tetapi menjadi masalah saat kekhawatiran muncul terus-menerus dan sulit dikendalikan. Gangguan kecemasan dapat mengganggu kegiatan sekolah, kuliah, pekerjaan, dan rutinitas harian.
Gejala yang dapat muncul antara lain gelisah tanpa alasan yang jelas, mudah panik, sulit berkonsentrasi, dan susah tidur. Perhatian diperlukan apabila keluhan tersebut berlangsung lama dan mulai membatasi aktivitas rutin.
4. Gangguan Perilaku
Gangguan perilaku cukup sering ditemukan pada usia remaja dan dapat muncul dalam beberapa bentuk. ADHD dapat membuat seseorang sulit fokus, lebih impulsif, atau cenderung hiperaktif.
Selain itu, conduct disorder dapat terlihat melalui perilaku agresif, sering melanggar aturan, atau kesulitan mengendalikan emosi. Dampaknya dapat menjalar ke proses belajar dan hubungan dengan orang-orang di sekitar.
Keempat kondisi tersebut tidak dapat disamakan begitu saja dengan perubahan suasana hati atau kebiasaan sesaat. Pengenalan tanda yang menetap dan mengganggu fungsi sehari-hari menjadi langkah awal untuk memperoleh penanganan yang tepat.
