OnePlus Tablet 2 Pro menawarkan performa kelas atas, tetapi sejumlah fungsi dasar untuk mobilitas justru tidak tersedia. Ketiadaan jaringan seluler mandiri, GPS fisik, sensor sidik jari, dan layar OLED membuat label Pro pada perangkat ini perlu dipertimbangkan lebih cermat.
Tablet ini tidak memiliki slot SIM untuk terhubung langsung ke jaringan 4G atau 5G. Saat berada di luar jangkauan Wi-Fi, pengguna harus mengandalkan tethering dari ponsel untuk mengakses internet.
Absennya cip GPS fisik juga membatasi penggunaan perangkat sebagai alat navigasi yang berdiri sendiri. Kondisi ini menjadi perhatian bagi pengguna yang ingin memakai tablet sebagai head unit mobil dan membutuhkan informasi lokasi akurat.
Kompromi Utama pada OnePlus Tablet 2 Pro
| Aspek | Yang Ditawarkan | Batasan |
|---|---|---|
| Performa | Snapdragon 8 Elite dan RAM hingga 16GB | Tidak ada ekspansi MicroSD |
| Layar | 13,2 inci dengan refresh rate 144Hz | Masih memakai panel IPS LCD |
| Keamanan | Face Unlock dan PIN | Tanpa sensor sidik jari |
| Mobilitas | Wi-Fi dan tethering | Tanpa SIM serta GPS fisik |
Pengguna juga tidak akan menemukan sensor sidik jari pada perangkat ini. Metode pengamanan yang tersedia hanya Face Unlock dan PIN, yang dapat kurang praktis saat pencahayaan rendah atau tablet diletakkan miring di atas meja.
Rangka aluminium dengan ketebalan sekitar 6 mm memberi kesan tipis dan kokoh. Namun, OnePlus tidak mencantumkan sertifikasi IP Rating resmi untuk ketahanan terhadap air dan debu.
Ketiadaan perlindungan tersebut membuat penggunaan di ruang terbuka membutuhkan perhatian tambahan. Tablet ini dapat menjadi kurang ideal bagi pengguna yang sering bekerja di kafe terbuka atau area luar ruang.
Performa Tinggi untuk Aktivitas Berat
Di balik keterbatasan itu, OnePlus Tablet 2 Pro membawa Snapdragon 8 Elite sebagai fondasi performanya. Chipset tersebut dipadukan dengan RAM hingga 16GB untuk mendukung multitasking, pekerjaan harian, hiburan, dan permainan berat.
Layar 13,2 inci memberi ruang luas untuk mengetik, menjelajah internet, dan membuka beberapa aplikasi sekaligus. Fitur Open Canvas turut mendukung pengelolaan banyak aplikasi dengan lebih lancar pada bidang layar besar.
Pilihan penyimpanan internal tersedia dalam kapasitas 256GB dan 512GB. Namun, pengguna tidak dapat menambah ruang penyimpanan melalui kartu MicroSD.
Batas ini dapat terasa bagi fotografer atau videografer yang rutin memindahkan file mentah berukuran besar. Pengguna perlu memperhitungkan kapasitas internal sejak awal karena tidak tersedia opsi perluasan penyimpanan.
Layar Cepat, Kontras Masih Terbatas
Refresh rate 144Hz membuat navigasi dan perpindahan antaraplikasi terasa responsif. Panel besar itu tetap menarik untuk produktivitas umum serta konsumsi konten sehari-hari.
Meski demikian, layar yang digunakan masih berjenis IPS LCD, bukan AMOLED atau OLED. Warna hitam pada panel ini tidak dapat tampil sepekat OLED ketika menonton adegan gelap atau mengedit video dengan kebutuhan kontras tinggi.
Sejumlah pengguna forum teknologi, termasuk GSMArena, mempertanyakan penggunaan IPS LCD pada model berlabel Pro. Faktor layar ini berpotensi menjadi pertimbangan penting bagi kreator multimedia yang membutuhkan kedalaman kontras lebih baik.
Laporan penggunaan selama 30 hari yang dimuat techno.viva.co.id menunjukkan bahwa tenaga besar tidak selalu membuat tablet mampu menggantikan laptop atau ponsel secara penuh. Dengan baterai 12.140 mAh dan layar luas, perangkat ini tetap kuat sebagai pendamping kerja dan hiburan.
Port audio 3,5 mm juga tidak tersedia pada tablet ini. Pengguna earphone berkabel perlu membawa dongle USB-C, sedangkan pilihan lain adalah memakai perangkat TWS.
OnePlus Tablet 2 Pro lebih tepat diposisikan sebagai tablet premium berbasis Wi-Fi dengan kemampuan komputasi tinggi. Perangkat ini menawarkan tenaga besar, tetapi tetap menyisakan kompromi pada konektivitas, keamanan, layar, dan fleksibilitas penyimpanan.







