Saat tubuh kekurangan cairan, minuman yang terasa paling menyegarkan belum tentu menjadi pilihan yang paling membantu. Beberapa jenis minuman justru dapat membuat kondisi dehidrasi makin tidak ideal karena kandungan gula, kafein, atau bahan lain di dalamnya.
Dalam cuaca panas, perhatian pada pilihan minuman menjadi penting karena tubuh lebih cepat kehilangan cairan. Jika rasa haus mulai muncul, air putih tetap menjadi pilihan utama yang paling aman untuk membantu pemulihan hidrasi.
1. Kopi berkafein tinggi
Kebiasaan minum kopi perlu lebih diperhatikan ketika cuaca sedang terik. Melissa Mitri menyebut 1 hingga 2 cangkir kopi per hari umumnya masih aman, tetapi konsumsi lebih dari 4 cangkir dapat membuat tubuh kehilangan lebih banyak cairan.
Karena itu, kopi tetap sebaiknya diimbangi dengan air putih agar kebutuhan cairan tubuh tidak terganggu. Pada kondisi dehidrasi, pendamping terbaik untuk kopi tetap bukan minuman lain yang sama-sama berkafein, melainkan air putih.
2. Minuman berenergi
Minuman berenergi sering dipilih saat badan terasa lemas, terutama ketika suhu udara meningkat. Namun, sebagian orang masih keliru menganggap minuman ini dapat membantu menghidrasi tubuh.
Melissa Mitri, M.S., R.D., menuturkan bahwa sebagian minuman berenergi mengandung taurin yang berpotensi membuat tubuh kehilangan lebih banyak cairan, ditambah kadar kafein yang cukup tinggi. Jika sedang dehidrasi, air putih atau minuman elektrolit tanpa tambahan gula tetap lebih disarankan.
3. Minuman manis kemasan
Minuman manis kemasan kerap terasa cocok diminum saat cuaca panas karena rasanya dingin dan manis. Meski begitu, kandungan gula yang tinggi dapat memengaruhi keseimbangan cairan di dalam tubuh.
Dehidrasi juga dapat berdampak pada kadar gula darah. Studi pada 2020 menemukan bahwa kekurangan cairan dapat memengaruhi hormon yang membantu mengatur gula darah, termasuk glukagon, sementara penelitian pada 2017 menunjukkan kurang minum selama tiga hari dapat mengganggu kontrol gula darah pada penderita diabetes tipe 2.
Soda sering terasa paling melegakan saat diminum dalam keadaan dingin. Namun, efek segarnya tidak otomatis berarti tubuh benar-benar mendapat cairan yang dibutuhkan.
Selain tinggi gula, sebagian minuman bersoda juga mengandung kafein yang bisa membuat tubuh lebih sering buang air kecil. Karena itu, air putih tetap lebih disarankan ketika tubuh sedang dehidrasi.
Berikut ringkasan empat minuman yang perlu diwaspadai saat tubuh kekurangan cairan.
| Minuman | Alasan Perlu Dihindari | Alternatif yang Lebih Disarankan |
|---|---|---|
| Kopi berkafein tinggi | Konsumsi lebih dari 4 cangkir dapat membuat tubuh kehilangan lebih banyak cairan | Air putih sebagai pendamping |
| Minuman berenergi | Mengandung taurin dan kafein yang berpotensi membuat tubuh kehilangan lebih banyak cairan | Air putih atau minuman elektrolit tanpa tambahan gula |
| Minuman manis kemasan | Kandungan gula tinggi dapat memengaruhi keseimbangan cairan dan kadar gula darah | Air putih |
| Minuman bersoda | Tinggi gula dan bisa mengandung kafein yang membuat lebih sering buang air kecil | Air putih |
Pilihan minuman yang tepat membantu tubuh tetap terhidrasi dan membuat aktivitas terasa lebih nyaman meski cuaca sedang panas. Saat dehidrasi, fokus utama tetap pada cairan yang benar-benar dapat menggantikan kehilangan air dengan baik.







