Motor bekas masih menjadi jalan masuk yang menarik bagi pelajar yang ingin tampil beda tanpa harus mengambil cicilan. Di pasar ini, empat nama Kawasaki lawas kerap muncul karena harganya masih relatif terjangkau, tetapi karakter desainnya tidak pasaran.
Rentang banderolnya juga cukup lebar, mulai dari sekitar Rp2 juta hingga kisaran Rp6 jutaan, tergantung model, tahun, dan kondisi unit. Karena itu, pembeli bisa menyesuaikan pilihan dengan kebutuhan harian sekaligus selera tampilan.
1. Kawasaki Edge, irit dan tetap sporty
Kawasaki Edge menjadi salah satu pilihan paling masuk akal bagi pelajar dengan dana terbatas. Motor bebek sport yang dirilis pada 2010 ini punya desain agresif dengan banyak sudut tajam.
Edge memakai mesin 112cc karburator dan disebut mampu mencatat konsumsi bahan bakar sekitar 45 hingga 50 km/liter. Di pasar bekas, unit standar model ini umumnya berada di kisaran Rp2 juta sampai Rp4 jutaan.
Selain hemat, Edge masih punya penggemar karena jejak performanya di ajang balap road race Asia. Nama itu membuatnya tetap menarik bagi pembeli yang mencari motor simpel, irit, tetapi tetap memiliki aura sporty.
2. Kawasaki Kaze R, tangguh untuk pemakaian harian
Kawasaki Kaze R juga sering masuk daftar incaran karena dikenal sebagai salah satu nama besar di kelas bebek. Model ini bahkan disebut sebagai cikal bakal Edge, sehingga banyak yang masih meliriknya sampai sekarang.
Varian Kaze 110cc keluaran 1997 hingga 2003 masih banyak diburu di pasar bekas. Kisaran harganya berada di rentang Rp2 juta hingga Rp6 jutaan, bergantung pada kondisi dan kelengkapan unit.
Karakter mesin yang tangguh dan responsif membuat Kaze R cocok untuk mobilitas harian di perkotaan. Untuk pelajar atau mahasiswa, motor ini menawarkan fungsi yang jelas dengan tampilan lawas yang masih punya daya tarik.
3. Kawasaki Binter, pilihan retro yang bernilai koleksi
Berbeda dari dua model sebelumnya, Kawasaki Binter menawarkan nuansa klasik yang lebih kuat. Nama ini identik dengan motor era 80-an dan kini makin dekat dengan status barang koleksi.
Salah satu varian paling ikonik adalah Binter Merzy atau KZ200 dengan gaya cruiser. Motor ini banyak diburu karena nilai prestisenya tinggi dan memberi kesan retro yang sangat tegas bagi pengendaranya.
Namun, Binter tidak selalu ramah untuk pembeli low budget. Unit dengan kondisi sangat baik bisa dibanderol hingga puluhan juta, sehingga calon pembeli perlu benar-benar selektif sebelum membeli.
4. Kawasaki Athlete, rasa racing dengan harga terjangkau
Kawasaki Athlete menjadi opsi lain bagi pembeli yang menginginkan tampilan racing. Model ini punya handling stabil dan tetap berada di kisaran harga yang masih terjangkau.
Ciri paling mudah dikenali ada pada lampu depan ganda yang agresif dan suspensi belakang monoshock. Kombinasi itu membuat tampilannya terasa lebih dekat ke motor sport.
Untuk unit keluaran 2008, harga bekasnya berada di sekitar Rp3 juta hingga Rp6 jutaan. Mesinnya 125cc dengan tenaga sekitar 10 hingga 11,6 PS, cukup untuk kebutuhan harian tanpa terasa berlebihan.
Hal penting sebelum membeli motor bekas
Karena seluruh pilihan ini berada di pasar motor bekas, pengecekan unit menjadi tahap yang sangat penting. Astra melalui IBID mengingatkan pembeli untuk menelusuri harga pasar agar tahu kisaran yang wajar dan tidak mudah tergoda harga terlalu rendah.
Harga yang terlalu murah bisa menjadi tanda adanya masalah pada kondisi motor atau legalitas dokumen. Karena itu, inspeksi fisik perlu dilakukan menyeluruh, mulai dari bodi, oli, hingga mesin.
Mesin juga perlu dinyalakan untuk mendengar suaranya secara langsung. Mesin yang sehat tidak akan mendadak mati saat dinyalakan tanpa digas di bawah 1500 rpm.
Dokumen pun wajib dicek satu per satu. STNK dan BPKB harus dipastikan asli, lalu nomor rangka dan nomor mesin di motor harus sesuai dengan yang tertulis pada surat-surat.
Pembeli juga disarankan tidak menyerahkan uang muka sebelum melihat motor secara langsung. Langkah ini penting, terutama saat mencari model langka yang sering dipasarkan lewat jalur personal.
Tahap terakhir adalah test ride untuk menilai handling dan akselerasi. Dari sini, pembeli bisa menilai apakah motor masih nyaman dipakai harian atau justru membutuhkan biaya tambahan setelah transaksi.
