4 Teknologi AI yang Akan Mengubah Piala Dunia 2026, Wasit Bukan Lagi Penentu Tunggal

Author: Redaksi Android62

Piala Dunia FIFA 2026 diperkirakan menjadi salah satu turnamen paling bergantung pada kecerdasan buatan dalam sejarah sepak bola. Empat teknologi yang disiapkan bukan hanya untuk membantu wasit, tetapi juga untuk mempercepat keputusan, meningkatkan keamanan, dan membuat tayangan lebih mudah dipahami penonton.

Salah satu yang paling menentukan adalah penggunaan AI dalam pengambilan keputusan offside. Di turnamen ini, sistem akan bekerja bersama petugas pertandingan agar proses peninjauan lebih cepat dan lebih akurat saat situasi di lapangan berlangsung sangat tipis.

SAOT mempercepat penilaian offside

Semi-Automated Offside Technology atau SAOT menjadi perangkat utama untuk membantu wasit dan Video Assistant Referee. Sistem ini memantau posisi pemain dan bola secara otomatis agar potensi offside bisa terdeteksi lebih cepat.

SAOT mengandalkan 12 kamera khusus yang dipasang di sekitar stadion. Kamera tersebut melacak pergerakan bola dan pemain secara real-time, lalu memantau hingga 29 titik data pada tubuh setiap pemain sebanyak 50 kali per detik.

Ketika sistem menemukan potensi offside, data itu dikirim sebagai peringatan otomatis kepada VAR. Keputusan akhir tetap diverifikasi petugas VAR sebelum disampaikan kepada wasit di lapangan.

Bola pintar Trionda membaca sentuhan dengan lebih detail

Teknologi berikutnya datang dari Smart Match Ball bernama Trionda yang dikembangkan Adidas. Bola ini menggunakan sensor Inertial Measurement Unit atau IMU di bagian tengah bola untuk mengirim data pergerakan secara real-time.

Sensor di dalam bola dapat mendeteksi momen saat bola ditendang, disentuh, atau berubah arah. Data dikirim hingga 500 kali per detik sehingga pergerakan bola terekam sangat rinci dalam ruang tiga dimensi.

Informasi itu berguna untuk menentukan titik umpan dalam situasi offside yang sangat tipis. Teknologi ini juga membantu meninjau handball, sentuhan terakhir sebelum bola keluar, dan berbagai kejadian penting lain yang kerap menimbulkan perdebatan.

Avatar pemain 3D membantu visualisasi keputusan

AI-enabled 3D Player Avatars disiapkan untuk memperjelas proses pertandingan. Teknologi ini membuat model digital tiga dimensi dari setiap pemain melalui pemindaian tubuh sebelum turnamen dimulai.

Proses pemindaian itu hanya memerlukan sekitar 1 detik, tetapi hasilnya mampu menangkap ukuran dan bentuk tubuh pemain secara presisi. Data tersebut kemudian diproses AI agar pergerakan pemain tetap bisa dipantau meski tertutup pemain lain atau bergerak cepat.

Manfaatnya juga terasa bagi penonton. Saat keputusan offside diambil, data VAR akan ditampilkan dalam bentuk animasi 3D agar posisi pemain lebih mudah dipahami, baik di stadion maupun dari rumah.

Robot keamanan ikut memantau area stadion

Di luar pertandingan, AI juga dipakai untuk keamanan. Beberapa kota tuan rumah akan menggunakan robot keamanan berbentuk anjing berkaki empat untuk membantu patroli dan pengawasan area stadion.

Robot itu dilengkapi sensor, kamera, dan sistem AI yang memungkinkannya bergerak di area berbahaya tanpa membahayakan petugas. Video dari robot dapat dikirim langsung ke pusat komando untuk dipantau sebelum tindakan diambil.

Robot keamanan tersebut juga dapat memeriksa benda mencurigakan atau area yang sulit dijangkau manusia. Dalam turnamen yang berlangsung di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, teknologi ini diharapkan meningkatkan efektivitas pengawasan.

Kombinasi SAOT, bola pintar, avatar pemain 3D, dan robot keamanan menunjukkan bahwa AI mulai memegang peran penting dalam penyelenggaraan Piala Dunia. Teknologi ini tidak hanya memperkuat ketepatan keputusan, tetapi juga membantu pengalaman menonton dan menjaga keamanan selama turnamen berlangsung.

Source: www.idntimes.com
Berita Terbaru