Remake Horor Indonesia Ini Disambut Hangat di BIFAN, Ritual Lokal Ikut Mengguncang Korea

Author: Redaksi Android62

World premiere 402 Rumah Sakit Angker Korea di Bucheon International Fantastic Film Festival (BIFAN) 2026 berlangsung dengan sambutan hangat dari penonton. Film garapan MD Pictures dan Umbara Brothers Films itu langsung mencuri perhatian karena membawa teror lintas budaya yang memadukan horor Korea dengan elemen ritual mistis Indonesia.

Remake resmi dari Gonjiam: Haunted Asylum ini tampil dengan pendekatan yang tidak sekadar menyalin materi asli. Tim produksi memasukkan unsur Jelangkung ke dalam kisah rumah sakit terbengkalai di Korea, sehingga memberi warna baru pada cerita yang sudah dikenal sebagai salah satu horor ikonik dari Negeri Ginseng.

Respons positif dari penonton festival

Penayangan perdana film ini digelar di Bucheon City Hall Main Theatre dan dihadiri para pembuatnya. Sutradara Anggy Umbara, penulis skenario sekaligus creative producer Lele Laila, serta associate producer Indah Destriana hadir langsung di acara tersebut.

Sejumlah pemeran utama juga meramaikan karpet merah, termasuk Arbani Yasiz, Saputra Kori, Jang Hansol, dan Aylena Fusil. Kehadiran mereka menandai momentum penting untuk memperkenalkan versi Indonesia ini kepada publik Korea secara langsung.

Respons penonton disebut sangat positif. Mereka menilai pendekatan horor eksperimental film ini berhasil menggabungkan suasana mencekam rumah sakit angker dengan ketegangan psikologis yang terasa segar bagi penonton internasional.

Anggy Umbara menilai kesempatan memutar film itu di hadapan penonton Korea sebagai kebanggaan tersendiri. Ia juga menekankan bahwa perpaduan ritual Jelangkung dengan urban legend Korea berhasil melahirkan teror yang kuat dan tidak biasa.

Proses syuting yang menguras tenaga

Arbani Yasiz, yang memerankan Juna, mengatakan sambutan hangat di BIFAN membuat seluruh lelah selama proses produksi terasa terbayar. Ia menyebut syuting film ini menguras mental dan membuatnya semakin penasaran menanti tanggapan penonton di Indonesia.

Saputra Kori, pemeran Adit yang digambarkan sebagai cameraman tengil, mengungkap pengalaman ekstrem selama pengambilan gambar. Para pemain dibekali rig kamera seberat 5 kilogram dan harus bekerja di lokasi yang sangat menyeramkan, sehingga reaksi positif penonton menjadi penegas bahwa kerja keras mereka tidak sia-sia.

Dialog dua dunia horor

Momen premiere ini juga terasa istimewa karena Jung Bum-Shik, sutradara Gonjiam: Haunted Asylum, turut hadir langsung. Kehadirannya memberi nilai simbolis pada pertemuan dua dunia horor dan menunjukkan apresiasi terhadap remake versi Indonesia yang lahir dari karya aslinya.

Interaksi antara Jung Bum-Shik dan tim Indonesia membuka ruang dialog kreatif mengenai cara mengolah horor lintas budaya. Pertukaran perspektif itu menjadi bagian penting dari upaya menjaga teror tetap relevan bagi penonton di masing-masing negara.

Jadwal promosi dan penayangan di Indonesia

Setelah world premiere, rangkaian promosi film ini masih berlanjut lewat sesi talkshow eksklusif pada 4 Juli 2026. Forum tersebut akan mempertemukan Jung Bum-Shik, Anggy Umbara, dan para pemain untuk membahas proses adaptasi Gonjiam ke dalam versi Indonesia.

Bagi penonton tanah air, 402 Rumah Sakit Angker Korea dijadwalkan tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia mulai 9 Juli 2026. Tiket advanced ticket sales sudah dibuka melalui Mtix, Tix ID, CGV, dan Cinepolis, sehingga penonton dapat mengamankan kursi lebih awal sebelum film ini resmi diputar.

Source: www.suara.com
Berita Terbaru