5 Cara Membuat Layar Android Lebih Bersih dari Iklan, Privasi Juga Ikut Naik

Author: Redaksi Android62

Iklan di HP Android tidak hanya mengganggu tampilan, tetapi juga bisa membuat perangkat terasa lebih lambat dan boros kuota data. Karena sumbernya bisa datang dari berbagai arah, pengguna perlu menanganinya lewat beberapa pengaturan sekaligus, bukan hanya satu langkah.

Salah satu cara paling efektif adalah memanfaatkan DNS privat untuk memblokir domain iklan di tingkat sistem. Menu ini bisa dibuka melalui Pengaturan, lalu Jaringan & internet, kemudian opsi DNS pribadi dengan layanan seperti Cloudflare 1.1.1.1 atau AdGuard DNS.

Pendekatan itu membuat penyaringan iklan berjalan lebih menyeluruh karena dilakukan pada jalur koneksi. Hasilnya, layar terasa lebih bersih dan aktivitas daring dapat berlangsung dengan gangguan yang lebih sedikit.

Batasi pelacakan dari akun Google

Pengguna juga dapat mengurangi iklan yang dipersonalisasi dari riwayat dan preferensi akun Google. Caranya, buka Pengaturan, masuk ke menu Google, lalu aktifkan opsi “Opt out of Ads Personalization”.

Selain itu, Advertising ID sebaiknya direset secara berkala agar sistem tidak mudah membaca minat pengguna untuk menayangkan iklan tertentu. Langkah ini tidak menghilangkan semua iklan, tetapi membantu membuat penayangan iklan menjadi kurang spesifik.

Pakai pemblokir iklan atau browser yang lebih ketat

Jika gangguan paling sering muncul saat menjelajah internet, mengganti browser bisa menjadi langkah yang masuk akal. Brave disebut mampu memblokir iklan dan pelacak secara otomatis, sementara Firefox bisa dipadukan dengan ekstensi uBlock Origin dan Kiwi Browser juga mendukung pemblokiran tertentu.

Aplikasi pemblokir seperti AdGuard, Blokada, dan NextDNS juga dapat digunakan untuk menyaring lalu lintas data. Pada AdGuard, pengguna perlu mengizinkan VPN lokal agar proses penyaringan bekerja untuk penggunaan yang lebih menyeluruh.

Versi gratis dari pemblokir semacam ini dinilai sudah cukup kuat untuk kebutuhan dasar. Meski begitu, efektivitasnya tetap bergantung pada jenis aplikasi yang dipakai dan pengaturan yang diaktifkan di perangkat.

Kurangi sumber iklan dari aplikasi yang agresif

Sumber gangguan lain yang sering terlewat adalah bloatware dan aplikasi gratis yang terlalu agresif menampilkan promosi. Pengguna dapat membuka Pengaturan, masuk ke menu Aplikasi, lalu mencari aplikasi yang paling sering memunculkan pop-up atau iklan di panel notifikasi.

Jika aplikasi tersebut tidak penting, menonaktifkannya atau menghapus pembaruannya bisa menjadi pilihan. Notifikasi dari aplikasi itu juga sebaiknya dimatikan agar promosi tidak terus muncul saat perangkat digunakan.

Untuk menahan aplikasi bermasalah tanpa langsung menghapusnya, tersedia opsi Digital Wellbeing atau aplikasi pihak ketiga seperti Ice Box. Fungsinya membantu membekukan aplikasi sementara supaya tidak aktif terus-menerus.

Jaga pemblokir tetap aktif dan layar utama tetap rapi

Agar pemblokir iklan tidak mudah dihentikan sistem, pengaturan Battery Optimization perlu diperhatikan. Opsi ini membantu aplikasi blocker tetap berjalan di latar belakang sehingga perlindungannya lebih stabil.

Pengguna juga bisa memakai custom launcher seperti Nova Launcher atau Lawnchair untuk merapikan tampilan layar utama. Launcher semacam ini dapat menyembunyikan ikon aplikasi yang kerap memunculkan iklan atau terasa mengganggu.

Meski tidak langsung memblokir semua iklan, langkah tersebut membantu membatasi interaksi dengan aplikasi sumber gangguan. Hasil akhirnya adalah antarmuka Android yang terasa lebih bersih dan lebih terkontrol.

Seluruh langkah di atas pada dasarnya bisa diterapkan tanpa rooting pada tahap awal. Karena itu, pengguna dapat mencoba berbagai pengaturan privasi dan pemblokiran tanpa harus mengganti ponsel.

Hal yang tetap penting adalah selalu mengunduh aplikasi dari Play Store resmi dan memeriksa izin aplikasi dengan cermat. Jika iklan masih muncul setelah semua pengaturan dicoba, pembaruan sistem Android bisa menjadi langkah lanjutan karena versi baru kerap membawa perbaikan privasi dan pengelolaan aplikasi.

Source: www.suara.com
Berita Terbaru