Saat langit menggelap dan petir mulai terdengar, pohon bukan tempat yang aman untuk berlindung. Risiko itu bukan hanya datang dari sambaran langsung, tetapi juga dari cabang besar yang bisa patah dan jatuh saat badai berlangsung.
Bahaya tersebut makin besar karena petir cenderung mencari jalur paling mudah menuju tanah, dan pohon kerap masuk dalam jalur itu. Dalam banyak situasi, tinggi pohon, kandungan air di dalamnya, serta lokasi tumbuhnya membuat objek ini lebih rentan dibandingkan benda lain di sekitarnya.
1. Pohon tinggi lebih mudah tersambar
Faktor paling jelas adalah ketinggian pohon itu sendiri. WX Research menerangkan bahwa petir biasanya menyambar objek yang paling tinggi di sekitarnya, meski tidak selalu.
Pohon yang menjulang tinggi membuat jaraknya lebih dekat ke titik muatan negatif di awan. Karena itu, pohon di dekat danau, kolam, sungai, dan tepi pantai juga ikut memiliki risiko lebih besar.
2. Air di dalam pohon menghantarkan listrik
Pohon hidup mengandung getah dan air yang membantu menghantarkan listrik. Energized menjelaskan bahwa air merupakan konduktor listrik yang sangat baik.
Ketika petir menyambar, aliran listrik dapat bergerak melalui tubuh pohon menuju tanah. Sifat penghantaran yang sama inilah yang membuat air yang dialiri listrik sangat berbahaya untuk disentuh.
3. Komposisi pohon ikut menentukan kerentanan
Tidak semua pohon punya tingkat risiko yang sama. Woodland Tree Service menyebut pohon dengan kandungan resin tinggi lebih mudah menghantarkan listrik dibanding pohon dengan resin rendah.
Pinus, cemara, dan hemlock disebut lebih rentan mengalami pemanasan internal hingga ledakan. Sementara itu, pohon dengan kandungan pati tinggi seperti oak, maple, ash, poplar, dan tulip juga dikenal sebagai penghantar listrik yang baik.
| Jenis pohon | Karakteristik | Risiko terkait petir |
|---|---|---|
| Pinus, cemara, hemlock | Kandungan resin tinggi | Lebih rentan pemanasan internal hingga ledakan |
| Oak, maple, ash, poplar, tulip | Kandungan pati tinggi | Penghantar listrik yang baik |
| Beech, birch | Kandungan minyak lebih tinggi | Cenderung lebih jarang terdampak |
Sebaliknya, beech dan birch cenderung lebih jarang terdampak petir. Keduanya memiliki kandungan minyak lebih tinggi, sementara minyak merupakan penghantar listrik yang buruk.
4. Lokasi tumbuh sangat menentukan peluang sambaran
Posisi pohon di lanskap sekitar juga memengaruhi peluang tersambar petir. Menurut American Climbers, petir lebih sering mengarah ke pohon yang berada di area terbuka, dekat badan air, di tepi hutan, atau di lereng gunung dan puncak bukit.
Risiko juga meningkat pada pohon yang dekat dengan gedung. Kondisi serupa berlaku pada pohon yang memiliki lampu listrik tergantung di dahannya.
5. Hutan lebat tetap bukan tempat aman
Kepadatan tanaman atau hutan ikut berperan dalam frekuensi sambaran. Kids Grid menjelaskan bahwa hutan lebat biasanya memiliki lebih banyak pohon yang tersambar petir karena petir mencari titik tertinggi di sekitarnya.
Dalam area yang rapat, pohon yang sedikit lebih tinggi dari sekelilingnya bisa menjadi sasaran utama. Artinya, hutan bukan tempat yang otomatis aman saat badai datang.
Gabungan faktor-faktor itu membuat pohon menjadi sasaran yang kerap dipilih petir. Tinggi, kandungan air, komposisi kimia, dan lokasi tumbuh sama-sama dapat meningkatkan kerentanan.
Karena itu, saat petir mulai terdengar, menjauh dari pohon adalah langkah paling aman untuk mengurangi risiko, terutama ketika hujan deras disertai angin kencang masih berlangsung.
Source: www.idntimes.com






