5 Fakta The Odyssey yang Paling Menentukan, dari IMAX Penuh Hingga Perjalanan Pulang Odysseus

Author: Redaksi Android62

The Odyssey menonjol bukan sebagai film perang biasa, melainkan sebagai kisah perjalanan pulang yang dibangun di atas skala produksi besar. Christopher Nolan menggarap adaptasi epos Homer itu dengan pendekatan yang tetap setia pada sumber klasik, tetapi dikemas agar bisa diikuti penonton masa kini.

Film ini menempatkan Odysseus, raja Ithaca yang diperankan Matt Damon, sebagai pusat cerita. Ia berjuang kembali ke Yunani Kuno setelah Perang Troya usai untuk bertemu lagi dengan Penelope yang dimainkan Anne Hathaway dan putranya, Telemachus yang diperankan Tom Holland.

1. Diangkat dari epos Yunani kuno karya Homer

The Odyssey bersumber dari puisi epik karya Homer yang usianya lebih dari 2.700 tahun. Kisah ini menjadi kelanjutan dari peristiwa setelah Perang Troya yang sebelumnya diceritakan dalam The Iliad.

Jika The Iliad berpusat pada peperangan, The Odyssey justru mengutamakan perjalanan panjang Odysseus untuk pulang setelah perang berakhir. Itulah yang membuat film ini memiliki dasar cerita klasik dengan arah dramatis yang lebih personal.

2. Perjalanan Odysseus dipenuhi tokoh mitologi Yunani

Sebagai adaptasi dari epos kuno, film ini menghadirkan banyak unsur mitologi Yunani. Penonton akan bertemu Cyclops bermata satu, Siren, penyihir Circe, nimfa Kalipso, hingga dewa laut Poseidon yang menjadi musuh utama Odysseus.

Dewi Athena yang diperankan Zendaya juga hadir sebagai sosok yang kerap membimbing dan melindungi Odysseus sepanjang perjalanan. Kehadiran para tokoh itu menjaga The Odyssey tetap dekat dengan dunia mitologi yang melekat pada kisah aslinya.

3. Inti ceritanya ada pada pulang ke Ithaca, bukan perang

Trailer The Odyssey memang dibuka dengan adegan Perang Troya, tetapi perang itu bukan inti cerita. Konflik utamanya justru terletak pada usaha Odysseus menempuh perjalanan pulang setelah bertahun-tahun terpisah dari keluarganya.

Selama 10 tahun, ia harus menghadapi ancaman dari para dewa dan makhluk mitologi. Dari situ, cerita berkembang menjadi kisah tentang kesetiaan, pengorbanan, dan harapan di tengah petualangan besar.

Fokus cerita Tokoh utama Tujuan
Perjalanan pasca-Perang Troya Odysseus Pulang ke Ithaca dan kembali ke keluarganya

4. Penonton tidak perlu membaca bukunya lebih dulu

Penonton tidak wajib membaca The Odyssey atau The Iliad sebelum menonton versi filmnya. Bekal dasar tentang latar Perang Troya dan sosok Odysseus sudah cukup untuk mengikuti alur cerita.

Versi Christopher Nolan tetap mempertahankan bobot kisah aslinya, tetapi tidak dibuat terlalu rumit sampai menyulitkan penonton baru. Karena itu, film ini masih bisa dinikmati meski belum akrab dengan epos Homer.

5. Jadi film pertama yang direkam penuh dengan kamera film IMAX

The Odyssey tercatat sebagai film pertama dalam sejarah perfilman yang direkam 100 persen, atau setiap frame-nya, menggunakan kamera film IMAX. IMAX bekerja sama dengan Nolan dan timnya untuk menciptakan sistem cermin yang memungkinkan kamera menangkap wajah para aktor dari sudut yang lebih dekat.

Nolan menyebut IMAX sebagai format pencitraan berkualitas tertinggi yang pernah dirancang karena resolusinya sangat tinggi, hingga tiga kali lebih tinggi daripada kamera digital. Ia juga menegaskan, “Tidak ada yang dapat menyainginya.”

Meski memakai teknologi itu, Nolan tetap membawa ciri khasnya lewat narasi yang kompleks dan berlapis. Bedanya, kali ini ia memilih bahasa Inggris modern agar ceritanya terasa lebih membumi dan mudah diikuti penonton masa kini.

The Odyssey dijadwalkan tayang pada 15 Juli 2026 di bioskop Indonesia.

Source: www.cnnindonesia.com
Berita Terbaru