Di antara deretan HP Vivo yang hadir pada 2026, sorotan paling kuat justru datang dari ponsel lipat Vivo X Fold 5. Perangkat ini dipasarkan di kisaran Rp24,9 juta dan menampilkan dua layar, yakni layar luar 6,53 inci serta layar utama lipat 8,03 inci.
Posisi itu membuat Vivo X Fold 5 berdiri di puncak daftar, karena bukan hanya menyasar pengguna premium, tetapi juga menawarkan format penggunaan yang memadukan smartphone dan tablet dalam satu perangkat. Vivo tetap menanamkan baterai 6.000 mAh, disertai pengisian cepat 80 watt untuk menjaga kenyamanan pemakaian.
Performa tinggi untuk pengguna yang mengejar tenaga besar
Di kelas atas, Vivo iQOO 15 menjadi pilihan paling menonjol bagi pengguna yang mengutamakan performa. Smartphone ini dibekali Snapdragon 8 Elite Gen 5, RAM besar, dan penyimpanan luas untuk mendukung aktivitas berat, termasuk gim dengan grafis tinggi.
Harga iQOO 15 dimulai dari Rp12,9 juta untuk varian 12 GB/256 GB, sedangkan versi tertinggi 16 GB/1 TB mencapai sekitar Rp15,9 juta. Untuk kebutuhan daya, Vivo menyematkan baterai 7.000 mAh dengan pengisian cepat 100 watt.
Layar LTPO AMOLED dengan refresh rate hingga 144 Hz menjadi salah satu nilai jual lain. Kombinasi ini ditujukan untuk memberi tampilan yang responsif dan nyaman saat digunakan dalam durasi panjang.
Kelas menengah yang menawarkan dua karakter berbeda
Untuk pembeli yang belum ingin masuk ke segmen flagship, Vivo menyiapkan dua model menengah dengan pendekatan yang tidak sama. iQOO Z10R dan V60 Lite sama-sama menyasar pengguna harian, tetapi masing-masing membawa fokus berbeda.
Vivo iQOO Z10R dibanderol mulai Rp3,2 juta untuk varian 8 GB/128 GB dan sekitar Rp3,8 juta untuk versi 12 GB/256 GB. Perangkat ini memakai layar AMOLED 6,77 inci dengan refresh rate 120 Hz, lalu ditopang baterai 6.500 mAh dan fast charging 90 watt.
Sementara itu, Vivo V60 Lite dijual sekitar Rp3,9 juta dan lebih menonjolkan desain tipis serta ringan. Meski ramping, ponsel ini tetap membawa baterai 6.500 mAh, dengan Snapdragon 685 dan RAM 8 GB sebagai penopang kebutuhan harian seperti multitasking, media sosial, dan hiburan.
Opsi paling murah yang tetap membawa fitur menarik
Di ujung bawah daftar, Vivo iQOO Z10 Lite menjadi perangkat yang paling mudah dijangkau. Harga jualnya mulai sekitar Rp2,4 juta untuk varian 8 GB/128 GB dan sekitar Rp2,6 juta untuk versi 8 GB/256 GB.
Di segmen ini, daya tarik utamanya ada pada baterai 6.000 mAh yang dirancang untuk pemakaian lebih lama tanpa sering mengisi daya. Vivo juga membekalinya dengan layar AMOLED 120 Hz, sesuatu yang masih terasa menarik di kelas harga tersebut.
Nilai tambah lain datang dari sertifikasi IP68 dan IP69. Perlindungan terhadap debu dan air itu membuat iQOO Z10 Lite tampil kompetitif di kelas Rp2 jutaan, terutama bagi pembeli yang mencari perangkat murah dengan ketahanan lebih baik.
Jika dilihat dari keseluruhan jajaran ini, strategi Vivo pada 2026 tampak sangat lebar. Merek tersebut menyiapkan pilihan untuk pengguna yang mengejar harga terjangkau, desain tipis, baterai besar, performa tinggi, hingga teknologi lipat.
Pemetaan ini juga memperlihatkan bahwa pembeli tidak harus melihat Vivo sebagai satu segmen saja. Dari iQOO Z10 Lite yang paling murah, iQOO Z10R dan V60 Lite di kelas menengah, iQOO 15 untuk performa tinggi, sampai X Fold 5 di ranah premium, tiap model membawa karakter yang jelas.







