Pagi hari adalah periode ketika tubuh belum sepenuhnya stabil untuk beraktivitas. Pada fase ini, kortisol cenderung meningkat, tekanan darah ikut naik, dan variabilitas detak jantung menurun saat tubuh beralih dari mode istirahat ke mode aktif.
Dokter spesialis jantung Dr. Sanjay Bhojraj, MD, menilai kondisi itu membuat pilihan sarapan tidak bisa dianggap sepele. Kepada CNBC Make It, ia menjelaskan ada beberapa kebiasaan makan yang sebaiknya tidak dilakukan sebelum pukul 9 pagi agar sistem kardiovaskular tidak terbebani sejak awal hari.
Kopi manis bukan pilihan pertama
Kopi manis memang kerap dipilih karena terasa praktis dan dapat memberi dorongan suasana hati. Namun, minuman ini dapat memicu lonjakan glukosa, meningkatkan kadar insulin, dan menambah stres metabolik dalam jangka panjang.
Efek lainnya, rasa lapar bisa datang lebih cepat setelahnya. Karena itu, kopi manis dinilai bukan cara terbaik untuk menjaga energi tetap stabil di pagi hari.
Kue sarapan memicu naik-turun gula darah
Croissant, muffin, dan danish sering hadir sebagai pendamping kopi saat sarapan. Masalahnya, makanan seperti ini umumnya tidak disarankan, apalagi jika dikonsumsi ketika perut masih kosong.
Jenis kue tersebut biasanya mengandalkan karbohidrat olahan dengan tambahan lemak jenuh. Tanpa serat atau protein yang cukup, tubuh lebih mudah mengalami lonjakan gula darah yang cepat lalu turun kembali, sesuatu yang tidak dibutuhkan jantung pada pagi hari.
Daging olahan sebaiknya tidak jadi menu rutin
Bacon, sosis, dan ham memang praktis disajikan sebagai menu sarapan. Tetapi daging olahan sering mengandung sodium tinggi, lemak jenuh, dan pengawet yang dikaitkan dengan risiko penyakit jantung.
Sesekali menikmatinya masih dianggap tidak masalah. Namun, jika menjadi kebiasaan, pola ini dapat memberi dampak buruk bagi kesehatan jantung dalam jangka panjang.
Minuman energi memberi tekanan ekstra
Minuman energi mengandung kafein, gula, dan stimulan yang dapat memberi beban tambahan pada sistem kardiovaskular. Minuman ini juga bisa meningkatkan detak jantung dan tekanan darah.
Pada sebagian orang, minuman energi bahkan dapat memicu aritmia. Risikonya dinilai lebih besar setelah bangun tidur, saat tubuh belum benar-benar siap untuk menerima tekanan seperti itu.
Sarapan tetap dianjurkan, tetapi harus tepat
Menghindari empat kebiasaan di atas tidak berarti sarapan boleh dilewati. Dr. Sanjay tetap menyarankan tubuh dijaga tetap terhidrasi dan tetap diberi asupan di pagi hari.
Sarapan yang lebih sehat dianjurkan mengandung protein dan serat, misalnya telur rebus dan buah-buahan. Sebelum minum kopi, ia juga menyarankan minum air putih terlebih dahulu agar tubuh tetap terhidrasi dengan baik.
| Yang Sebaiknya Dihindari | Alasan Utama |
|---|---|
| Kopi manis | Dapat memicu lonjakan glukosa dan meningkatkan insulin |
| Kue sarapan | Memicu naik-turun gula darah karena karbohidrat olahan |
| Daging olahan | Tinggi sodium, lemak jenuh, dan pengawet |
| Minuman energi | Memberi tekanan ekstra pada jantung dan tekanan darah |
Dengan memilih sarapan yang lebih ringan tetapi bernutrisi, tubuh dapat memulai hari dengan beban yang lebih terkendali. Dr. Sanjay menekankan bahwa air putih, protein, dan serat menjadi kombinasi yang lebih aman sebelum aktivitas pagi berjalan penuh.
