Melanie Subono menyoroti risiko yang kerap muncul saat aksi massa, terutama kemungkinan hadirnya penyusup yang menyamar sebagai peserta. Ia meminta demonstran tidak bergerak sendirian dan tetap saling mengenali siapa saja yang berada dalam satu kelompok.
Menurut Melanie, kewaspadaan bersama menjadi penting agar massa tidak mudah diadu domba ketika situasi memanas di Bundaran HI. Pesan itu ia sampaikan menjelang aksi mahasiswa dari BEM UI dan Aliansi Mahasiswa yang dijadwalkan berlangsung di Bundaran HI, Jakarta Pusat, hari ini, Jumat (12/6/2026).
Amankan Ponsel Sejak Awal
Melanie juga menyoroti keamanan perangkat digital yang dibawa peserta aksi. Ia mengimbau agar sistem pengunci ponsel diganti dengan pola yang lebih aman dan tidak mudah dibuka paksa dalam situasi darurat.
Ia menyarankan peserta tidak mengandalkan sidik jari atau pemindai retina. Menurut dia, kombinasi huruf atau angka lebih aman karena tetap bisa dipakai meski kondisi fisik tidak memungkinkan membuka perangkat dengan cara biasa.
Logistik Pribadi Jangan Diabaikan
Selain urusan perlindungan dan keamanan digital, Melanie mengingatkan pentingnya membawa logistik pribadi. Ia menyinggung kemungkinan aksi berlangsung hingga malam sehingga kebutuhan dasar perlu disiapkan sejak awal.
Biskuit dan camilan disebutnya bisa membantu menjaga kondisi peserta tetap stabil selama berada di lapangan. Pesan utamanya, peserta jangan hanya mengandalkan kesiapan simbolik, tetapi juga kebutuhan fisik selama aksi berlangsung.
Pelindung Mata, Masker, dan Rompi
Untuk perlindungan fisik, Melanie meminta peserta menyiapkan pelindung mata sebelum turun ke jalan. Goggles dianggap ideal, tetapi kacamata biasa juga dapat digunakan selama tetap mampu melindungi mata.
Ia juga menyarankan penggunaan masker dan rompi pelindung tambahan. Perlengkapan ini dinilai bisa membantu mengurangi risiko saat kondisi di lapangan berubah dinamis.
Aktifkan Pelacak Lokasi dan Rekam Kejadian
Melanie meminta fitur pelacak lokasi pada ponsel tetap aktif selama aksi berlangsung. Langkah ini dinilai penting untuk memudahkan pemantauan dan mengantisipasi keadaan darurat.
Ia juga menekankan agar peserta merekam kejadian lewat video jika muncul insiden di lapangan. Dalam unggahan Instagram, Melanie menyebut bukti visual akan sangat membantu jika terjadi keadaan darurat.
Aksi yang dijadwalkan hari ini menjadi sorotan karena berkaitan dengan kenaikan BBM dan sejumlah kebijakan pemerintah yang ikut menjadi perhatian massa. Di tengah agenda tersebut, imbauan Melanie dipandang sebagai pengingat agar peserta tetap waspada terhadap risiko fisik, digital, dan gangguan dari oknum di lapangan.
Seluruh langkah itu, menurut Melanie, bertumpu pada kesiapan individu dan kedisiplinan kelompok. Dengan perlindungan dasar yang lengkap dan komunikasi antarpeserta yang terjaga, demonstran diharapkan bisa lebih aman menghadapi situasi yang tidak selalu dapat diprediksi.
Source: www.suara.com






