5 Laptop Murah Rasa Premium untuk Mahasiswa, dari Gaming Berat hingga Kerja Visual

Author: Redaksi Android62

Di rentang harga Rp7–10 jutaan pada Juni 2026, mahasiswa kini punya pilihan laptop yang tidak lagi terbatas untuk tugas kuliah dan rapat daring. Beberapa model di kelas ini bahkan sudah sanggup menangani editing profesional, desain visual, sampai permainan gim modern.

Kondisi itu membuat pembeli tidak harus buru-buru naik ke kelas harga lebih tinggi hanya untuk mengejar tenaga dan pengalaman pakai yang terasa premium. Pilihannya justru makin beragam, sehingga kebutuhan utama bisa disesuaikan dengan model yang paling masuk akal.

1. Advan WorkPlus Touch untuk beban kerja paling berat

Jika prioritas utama ada pada gaming, Advan WorkPlus Touch tampil sebagai salah satu opsi paling menarik di bawah Rp10 juta. Laptop ini memakai AMD Ryzen 7 8745HS yang dipadukan dengan GPU terintegrasi Radeon 780M.

Meski tidak memakai kartu grafis dedicated, performanya tetap mengesankan di kelas harganya. Gim seperti GTA V, Shadow of the Tomb Raider, hingga Cyberpunk 2077 masih bisa dijalankan dengan nyaman, dan perangkat ini juga memadai untuk editing video 4K serta desain 3D di Blender.

Spesifikasinya meliputi RAM 16GB LPDDR5 6400MHz, SSD 512GB, layar IPS Full HD 15,6 inci, dan baterai 58Wh yang diklaim tahan sekitar 10 jam penggunaan normal. Dengan bobot 1,81 kg, laptop ini masih tergolong ringan untuk ukuran perangkat bertenaga besar.

2. Tecno Megabook T1 untuk kreator dan kerja visual

Bagi kreator konten, desainer grafis, dan fotografer pemula, Tecno Megabook T1 menjadi salah satu kandidat paling menarik di kisaran Rp8 jutaan. Laptop ini memakai layar IPS Full HD+ 14 inci dengan dukungan 100% sRGB.

Cakupan warna tersebut penting untuk pekerjaan visual karena membantu menampilkan warna yang lebih akurat. Di sektor performa, perangkat ini dibekali AMD Ryzen 5 7430U, RAM 16GB LPDDR4X, dan SSD 512GB.

Baterai 75Wh menjadi salah satu yang terbesar di kelasnya. Dalam penggunaan ringan, daya tahannya bisa mencapai lebih dari satu hari kerja, sehingga cocok untuk mahasiswa yang sering berpindah tempat.

3. Axioo Hype 5 AMD X6 untuk tenaga kencang di harga terjangkau

Bagi yang lebih memprioritaskan performa, Axioo Hype 5 AMD X6 menjadi salah satu pilihan paling kuat di kisaran Rp7 jutaan. Laptop ini menggunakan AMD Ryzen 5 6600H, prosesor yang biasanya hadir di laptop gaming.

Kombinasi Ryzen 5 6600H dan Radeon 660M membuatnya sanggup menjalankan editing video Full HD di Adobe Premiere Pro serta gim modern dengan pengaturan grafis yang disesuaikan. Walau RAM bawaan hanya 8GB dan SSD 256GB, perangkat ini masih menyediakan slot RAM tambahan dan slot SSD ekstra untuk upgrade.

Layar yang dipakai sudah panel IPS Full HD 14 inci dengan kecerahan hingga 350 nits. Bobot 1,34 kg juga membuatnya tetap nyaman dibawa kuliah setiap hari.

4. Lenovo IdeaPad Slim 3i untuk kuliah harian

Lenovo IdeaPad Slim 3i tetap menjadi opsi aman bagi pengguna dengan budget paling terbatas di kelas ini. Laptop ini mengandalkan Intel Core i3-1315U dengan grafis Intel UHD, yang cukup untuk tugas kuliah, presentasi, dan multitasking ringan.

Perangkat ini dibekali RAM 8GB LPDDR5 serta SSD NVMe Gen 4 256GB, sehingga responsnya tetap terasa cepat untuk aktivitas harian. Bobotnya hanya 1,37 kg dan baterai 47Wh diklaim mampu bertahan sekitar 7 jam dalam penggunaan normal.

Yang perlu diperhatikan, layar 14 inci Full HD yang digunakan masih panel TN. Kualitas warna dan sudut pandangnya masih di bawah panel IPS, sehingga hal ini penting dipertimbangkan oleh pengguna yang lama menatap layar.

5. Apple MacBook Neo untuk desain premium dan mobilitas

Apple menghadirkan MacBook Neo sebagai alternatif yang lebih terjangkau bagi pengguna yang ingin masuk ke ekosistem Apple. Laptop ini membawa layar 13 inci beresolusi 2,5K dengan tingkat kecerahan 500 nits.

Perangkat ini memakai chipset Apple A18 Pro dan lebih cocok untuk mengetik, belajar daring, presentasi, serta pekerjaan kantoran sehari-hari. Desain premiumnya didukung bobot 1,23 kg dan baterai yang dapat bertahan hingga sekitar 11 jam penggunaan.

MacBook Neo tidak ditujukan untuk gim atau pekerjaan berat. Namun, bagi mahasiswa yang mengutamakan mobilitas, layar tajam, dan pengalaman memakai perangkat Apple, model ini tetap layak dipertimbangkan.

Dari kelima model tersebut, perbedaannya paling terasa pada arah penggunaan. Ada yang lebih cocok untuk kuliah ringan, ada yang kuat untuk editing dan desain, sementara sebagian lain disiapkan untuk permainan gim dan kerja berat tanpa harus masuk ke kelas harga yang jauh lebih tinggi.

Source: yoursay.suara.com
Berita Terbaru