Kunci perkembangan pemain pemula di Mobile Legends ternyata bukan semata refleks cepat, melainkan kebiasaan bermain yang disiplin dan konsisten. Kreator gaming Adang Haedaroh, atau Dank Lynxie, menegaskan bahwa kemampuan baru akan tumbuh jika pemain terus berlatih dan tidak mudah berhenti saat kalah.
Menurut Adang, banyak pemain pemula terjebak pada keinginan untuk langsung menguasai banyak hero. Padahal, cara yang lebih efektif justru fokus pada dua atau tiga hero utama agar penguasaan role, timing, posisi, dan kombinasi skill bisa terbentuk lebih cepat.
Mini map dan objektif tidak boleh diabaikan
Salah satu kebiasaan penting yang ditekankan Adang adalah rutin memperhatikan mini map. Informasi dari map membantu pemain membaca pergerakan lawan, menghindari ganking, dan menentukan momen terbaik untuk membantu rekan setim.
Ia juga mengingatkan bahwa Mobile Legends adalah permainan berbasis tim, sehingga statistik pribadi tidak boleh dijadikan ukuran utama. Fokus pada Turtle, Lord, dan turret dinilai lebih menentukan hasil pertandingan dibanding sekadar mengejar kill.
Belajar dari kekalahan menjadi bagian dari proses
Adang mendorong pemain pemula untuk tidak langsung menyalahkan rekan setim setelah kalah. Evaluasi permainan justru perlu dimulai dari diri sendiri, termasuk kesalahan positioning, keputusan yang kurang tepat, dan momen hilangnya momentum tim.
Baginya, kekalahan bisa menjadi sumber pelajaran yang penting jika disikapi secara benar. Pola pikir seperti ini membuat pemain lebih cepat berkembang karena setiap pertandingan memberi ruang untuk memperbaiki cara bermain.
Fokus yang sempit justru bisa lebih efektif
Di tengah banyaknya pilihan hero, Adang menilai konsistensi pada beberapa karakter tertentu jauh lebih bermanfaat bagi pemula. Dengan pengulangan yang cukup, pemain akan lebih paham cara membaca situasi dan mengeksekusi skill pada waktu yang tepat.
Ia menilai kebiasaan berpindah dari satu hero ke hero lain terlalu cepat sering membuat pemain sulit memahami karakter permainan secara mendalam. Karena itu, latihan yang berulang dan terarah dianggap lebih penting dibanding sekadar mencoba banyak pilihan sekaligus.
Adang, yang lahir di Kuningan pada 27 Juni 1998, kini aktif membagikan gameplay melalui akun TikTok @adang.haedaroh yang diikuti puluhan ribu pengguna. Melalui konten tersebut, ia ingin menunjukkan bahwa dunia gaming bukan hanya soal menang, tetapi juga soal belajar strategi, membangun relasi, dan berkembang secara bertahap.
Source: mediaindonesia.com






