Indosat Ooredoo Hutchison bersama Nokia menyiapkan langkah besar untuk memperluas 5G berbasis kecerdasan buatan di Indonesia. Melalui kolaborasi ini, cakupan jaringan ditargetkan menjangkau lebih dari 80 persen populasi dalam tiga hingga lima tahun ke depan.
Target itu bukan sekadar memperluas sinyal. Nokia dan Indosat ingin membangun jaringan yang lebih cerdas, lebih efisien, dan lebih siap menopang layanan digital yang terus tumbuh di berbagai daerah.
AI ditempatkan sebagai inti jaringan
Dalam proyek ini, Nokia akan menghadirkan teknologi 5G Radio Access Network atau RAN terbaru. Teknologi tersebut dipadukan dengan arsitektur AI-RAN dan pengembangan AI Grid bersama NVIDIA agar jaringan dapat bekerja lebih adaptif.
Pendekatan itu dirancang untuk meningkatkan efisiensi operasional sekaligus membuat pengalaman digital berjalan lebih lancar. Di saat yang sama, integrasi kecerdasan buatan juga membuka ruang bagi layanan digital baru yang lebih relevan bagi pelanggan.
Presiden Director dan CEO Indosat Ooredoo Hutchison, Vikram Sinha, menyebut transformasi ini sebagai bagian dari komitmen perusahaan untuk menghadirkan pengalaman digital yang lebih baik. Ia menegaskan bahwa fondasi jaringan terintegrasi AI akan memperkuat konektivitas dan mempersiapkan inovasi berikutnya.
Menurut Vikram, jaringan yang lebih kuat dan fleksibel dibutuhkan untuk menjawab kebutuhan pelanggan yang terus berubah. Kebutuhan itu mencakup aktivitas belajar, bekerja, berkomunikasi, hingga menjalankan bisnis di era digital.
Perluasan akses menyasar wilayah yang belum optimal
Salah satu fokus utama kerja sama ini adalah memperluas cakupan 5G Indosat pada pita frekuensi rendah dan menengah. Strategi tersebut ditujukan agar jaringan dapat menjangkau lebih banyak wilayah, termasuk daerah yang selama ini masih terbatas akses digitalnya.
Dalam implementasinya, Nokia akan memakai perangkat radio generasi terbaru berbasis teknologi Habrok dan Pandion. Sistem itu juga dilengkapi solusi manajemen jaringan cerdas serta otomatisasi berbasis AI untuk menjaga kinerja jaringan tetap efisien.
Presiden dan CEO Nokia, Justin Hotard, mengatakan masa depan industri telekomunikasi akan ditentukan oleh kemampuan operator menggabungkan konektivitas, kecerdasan buatan, dan skala operasional secara bersamaan. Ia menilai kemitraan ini memperlihatkan arah baru menuju jaringan yang lebih cerdas dan efisien.
Selain memperluas jangkauan, teknologi yang diimplementasikan juga diarahkan untuk meningkatkan efisiensi energi dan kualitas layanan digital. Dengan begitu, perluasan jaringan tidak hanya mengejar cakupan, tetapi juga mutu layanan yang diterima pengguna.
Bangun ekosistem AI nasional
Kolaborasi ini juga menyentuh pengembangan ekosistem AI nasional. Indosat akan memperkuat AI Grid dan AI Factories dengan dukungan AI-RAN Innovation Center di Surabaya serta ekosistem NVIDIA AI Technology Center.
Langkah ini dipandang dapat mempercepat penerapan AI di sektor-sektor strategis. Sektor yang disorot mencakup layanan publik, pendidikan, kesehatan, pertanian, hingga industri digital.
SVP Telecoms NVIDIA, Ronnie Vasishta, menyebut kerja sama ini sebagai langkah penting untuk menghadirkan jaringan 5G yang berkembang menjadi platform kecerdasan buatan. Menurutnya, pengembangan AI-RAN memungkinkan AI dan konektivitas berjalan berdampingan untuk meningkatkan efisiensi jaringan dan melahirkan aplikasi baru.
Dengan fondasi tersebut, Nokia, Indosat, dan NVIDIA berharap pemerataan akses digital nasional dapat bergerak lebih cepat. Mereka juga menargetkan penguatan fondasi AI di Indonesia agar mampu membuka peluang inovasi yang mendukung pertumbuhan ekonomi digital dan peningkatan kualitas hidup masyarakat.
