Kemenangan tim favorit di Piala Dunia memang kerap memicu kegembiraan besar di media sosial, tetapi euforia yang tidak terjaga bisa berubah menjadi sikap yang melukai pendukung tim lain. Di tengah sorak-sorai digital, etika bermedsos menjadi batas penting agar perayaan tetap wajar dan tidak merusak pertemanan.
Hal paling mendasar adalah mengekspresikan kebahagiaan tanpa mengejek lawan. Unggahan sebaiknya fokus pada apresiasi terhadap permainan tim yang menang, bukan komentar yang merendahkan tim yang kalah atau memberi kesan seolah kekalahan mereka layak dipermalukan.
Dalam situasi seperti final maupun laga sebelumnya, pendukung tim lawan biasanya sudah kecewa berat. Ejekan tambahan di linimasa tidak memberi manfaat apa pun, apalagi dalam sepak bola hasil menang dan kalah memang selalu mungkin terjadi.
Hindari Menandai Teman Yang Sedang Kecewa
Menandai teman yang tim favoritnya kalah sering dibungkus sebagai candaan, tetapi bagi sebagian pendukung lawan tindakan itu bisa terasa sebagai penghinaan. Setelah pertandingan usai dan pemenang sudah ditentukan, tidak ada kebutuhan untuk membuat orang lain merasa semakin terpojok hanya demi seru-seruan di media sosial.
Batasi Jumlah Unggahan Kemenangan
Keinginan membagikan euforia memang besar saat tim kesayangan menang, namun jumlah unggahan tetap perlu dikendalikan. Unggahan tentang gol, selebrasi pemain, atau momen pengangkatan piala masih wajar, tetapi terlalu banyak postingan selama berhari-hari bahkan berminggu-minggu bisa terasa seperti tekanan bagi pengguna lain.
Selektif Saat Memberi Suka atau Membagikan Ulang
Tidak semua orang pandai menyusun unggahan sendiri untuk ikut merayakan hasil pertandingan, sehingga tombol suka dan bagikan ulang kerap dipakai. Meski begitu, konten yang akan diperkuat tetap perlu disaring agar tidak ikut menyebarkan caption atau isi yang berpotensi menyinggung pendukung tim lain.
Jangan Ikut Membuat Meme Kekalahan
Meme memang menjadi bagian populer dari percakapan Piala Dunia di media sosial, terutama ketika tim yang kalah mulai jadi bahan olok-olok. Namun, membuat atau menyebarkan meme kekalahan tim lain dapat menjatuhkan mental suporter lawan dan menambah tekanan yang sebenarnya tidak perlu.
Hindari Sikap Rasis Dalam Perayaan
Piala Dunia diikuti banyak negara dan dimaksudkan untuk memperkuat hubungan antarnegara, bukan memecah belah. Karena itu, unggahan yang mengaitkan kemenangan atau kekalahan dengan ras jelas tidak sejalan dengan semangat olahraga.
Jika ada akun lawan yang memancing dengan tuduhan tidak etis, seperti menyebut tim curang atau wasit tidak adil, reaksi terbaik adalah tetap tenang dan tidak membalas dengan cara yang sama buruknya. Semua pemain dari berbagai negara lolos karena punya kemampuan tinggi di lapangan, sehingga perayaan seharusnya tetap berada di jalur sportivitas.
Source: www.idntimes.com






