6 Minuman Pagi Selain Kopi yang Lebih Ramah Lambung dan Bantu Jaga Diet

Menjaga berat badan tidak selalu harus dimulai dengan kopi. Sejumlah minuman pagi lain justru lebih ramah di lambung, rendah kalori, dan tetap punya manfaat untuk mendukung metabolisme serta pembakaran lemak.

Pilihan seperti ini juga membantu tubuh tetap terhidrasi setelah tidur semalaman. Dalam praktiknya, kebiasaan kecil saat bangun tidur bisa memberi pengaruh yang lebih luas bagi kesehatan pencernaan dan pengelolaan berat badan.

Teh hijau dan teh jahe jadi dua opsi yang paling sering dicari

Teh hijau lama dikenal sebagai minuman sehat yang kerap dikaitkan dengan program diet. Kandungan antioksidannya membuat minuman ini dipilih untuk membantu menjaga kesehatan tubuh sekaligus mendukung pembakaran kalori.

Penelitian dalam Journal of Research in Medical Sciences menunjukkan teh hijau dapat meningkatkan metabolisme dan membantu pembakaran lemak. Agar manfaatnya lebih optimal, minuman ini disarankan diminum tanpa tambahan gula.

Teh jahe menawarkan sensasi hangat yang nyaman diminum saat pagi hari. Minuman ini juga sering dipilih untuk membantu melancarkan pencernaan dan membuat tubuh terasa lebih rileks sebelum beraktivitas.

Jahe mengandung gingerol yang dipercaya dapat membantu mengurangi lemak perut. Konsumsi teh jahe secara rutin juga disebut dapat mendukung metabolisme, memperbaiki sistem pencernaan, dan membantu pembakaran lemak.

Minuman ringan dengan kalori rendah tetap punya tempat tersendiri

Air lemon hangat sering dipilih sebagai pembuka hari karena ringan dan tidak tinggi kalori. Segelas minuman ini juga membantu menambah asupan cairan setelah bangun tidur, sementara kandungan vitamin C di dalam lemon dikaitkan dengan pengelolaan berat badan.

Sebuah studi dalam Current Developments in Nutrition menemukan bahwa anak-anak yang mengonsumsi lebih banyak makanan kaya vitamin C memiliki risiko obesitas lebih rendah dibandingkan mereka yang tidak mengonsumsinya. Meski bukan minuman yang bekerja secara instan, air lemon hangat bisa menjadi kebiasaan pagi yang sehat bila diminum rutin.

Air kelapa juga masuk daftar pilihan yang cocok untuk menjaga berat badan karena sifatnya yang alami dan menyegarkan. Rasanya manis tanpa tambahan gula berlebih, sehingga lebih baik dibanding minuman kemasan tinggi gula.

Departemen Pertanian Amerika Serikat mencatat 100 ml air kelapa mengandung sekitar 21 kalori dan 171 mg potasium. Kandungan kalori yang rendah membuatnya cocok untuk pola makan sehat, sementara potasiumnya membantu menjaga keseimbangan cairan tubuh.

Pilihan yang lebih mengenyangkan bisa datang dari serat dan rempah

Air biji chia semakin populer karena kandungan seratnya yang tinggi dan efeknya yang mengenyangkan. Saat dicampur air, biji chia akan mengembang dan membentuk tekstur seperti gel, sehingga banyak dipilih untuk diminum sebelum makan di pagi hari.

Minuman ini dipercaya dapat membantu mengurangi lemak perut dan mendukung pengelolaan berat badan jika dikonsumsi rutin. Untuk rasa yang lebih segar, air biji chia bisa ditambah irisan lemon atau sedikit madu.

Susu kunyit atau golden milk menjadi alternatif lain bagi yang ingin variasi minuman sehat selain kopi. Perpaduan susu hangat dan kunyit memberi rasa nyaman, sekaligus membantu tubuh terasa lebih rileks di pagi hari.

Kunyit mengandung kurkumin yang memiliki sifat antiinflamasi dan dipercaya dapat membantu mengurangi peradangan dalam tubuh yang berkaitan dengan kenaikan berat badan. Minuman ini juga dinilai membantu menenangkan sistem pencernaan dan mendukung kesehatan usus.

Rangkaian pilihan minuman pagi tersebut menunjukkan bahwa dukungan untuk diet bisa datang dari kebiasaan sederhana. Dengan memilih minuman yang rendah kalori, kaya serat, atau membantu metabolisme, pagi hari dapat dimulai tanpa membebani lambung.

Source: www.beautynesia.id

Berita Terkait