Enam negara telah memastikan tempat di putaran final Piala Dunia 2030 tanpa harus melalui kualifikasi. Keistimewaan itu diberikan karena keenamnya terlibat sebagai tuan rumah pada edisi peringatan 100 tahun turnamen tersebut.
Tiga negara menjadi pusat penyelenggaraan, sedangkan tiga lainnya mendapat hak menggelar pertandingan pembuka. Pembagian peran yang tidak biasa ini membuat seluruh negara tuan rumah memperoleh jalur otomatis menuju turnamen 48 peserta.
Piala Dunia 2030 dijadwalkan berlangsung pada 8 Juni hingga 21 Juli 2030 dengan total 104 pertandingan. Ajang ini akan dimainkan di Eropa, Afrika, dan Amerika Selatan, menjadikannya edisi pertama yang digelar di tiga benua.
| Negara | Status | Jalur ke Putaran Final |
|---|---|---|
| Spanyol | Tuan rumah utama | Lolos otomatis |
| Portugal | Tuan rumah utama | Lolos otomatis |
| Maroko | Tuan rumah utama | Lolos otomatis |
| Uruguay | Tuan rumah laga pembuka | Lolos otomatis |
| Argentina | Tuan rumah laga pembuka | Lolos otomatis |
| Paraguay | Tuan rumah laga pembuka | Lolos otomatis |
1. Spanyol
Spanyol menjadi salah satu dari tiga tuan rumah utama Piala Dunia 2030. Status tersebut memastikan tim nasional Spanyol masuk putaran final tanpa perlu bersaing pada babak kualifikasi.
Negara ini akan menjalankan peran sentral dalam penyelenggaraan bersama Portugal dan Maroko. Ketiga negara itu menjadi pusat turnamen setelah rangkaian pertandingan pembuka di Amerika Selatan.
2. Portugal
Portugal juga mendapat tiket langsung berkat penunjukannya sebagai tuan rumah utama. Kepastian tersebut menempatkan Portugal di antara 48 tim yang akan tampil pada putaran final.
Peran Portugal terhubung dengan format penyelenggaraan bersama Spanyol dan Maroko. Posisi itu berbeda dengan Uruguay, Argentina, dan Paraguay yang ditugaskan menggelar laga pembuka.
3. Maroko
Maroko menjadi wakil Afrika dalam kelompok tuan rumah utama turnamen. Dengan status itu, Maroko tidak perlu melewati jalur kualifikasi untuk tampil pada putaran final.
Keterlibatan Maroko memperluas cakupan penyelenggaraan hingga ke benua Afrika. Format tersebut menjadi bagian dari rancangan FIFA untuk menggelar perayaan satu abad Piala Dunia di tiga benua.
4. Uruguay
Uruguay dipercaya menggelar salah satu pertandingan pembuka dan memperoleh kelolosan otomatis melalui peran tersebut. Penunjukan ini memiliki nilai sejarah karena Piala Dunia pertama berlangsung di Uruguay pada 1930.
Uruguay juga menjuarai edisi perdana setelah mengalahkan Argentina 4-2 pada partai final. Karena itu, pertandingan pembuka di negara tersebut menjadi penghormatan terhadap awal perjalanan turnamen dunia ini.
5. Argentina
Argentina akan menggelar salah satu dari tiga pertandingan pembuka bersama Uruguay dan Paraguay. Status sebagai tuan rumah laga pembuka memastikan Argentina tampil tanpa menjalani kualifikasi.
Argentina sebelumnya bersama Uruguay dan Paraguay sempat mengajukan diri sebagai tuan rumah bersama Piala Dunia 2030. FIFA kemudian menetapkan ketiganya untuk menggelar pertandingan awal dalam rangka peringatan 100 tahun kompetisi.
6. Paraguay
Paraguay melengkapi daftar enam negara yang telah mengamankan tiket putaran final. Negara ini mendapat kepercayaan menjadi tempat salah satu laga pembuka dan berhak lolos otomatis.
Setelah tiga pertandingan awal di Uruguay, Argentina, dan Paraguay, penyelenggaraan utama akan berpusat di Spanyol, Portugal, dan Maroko. Dengan demikian, status tuan rumah Piala Dunia menjadi penentu enam tiket awal, sementara peserta lain masih harus menempuh kualifikasi.
Presiden FIFA Gianni Infantino mengatakan format itu dipilih untuk merayakan usia 100 tahun Piala Dunia. “Tidak ada cara yang lebih baik untuk merayakan 100 tahun Piala Dunia selain menggelarnya di enam negara di tiga benua dengan melibatkan 48 tim dan 104 pertandingan,” kata Infantino.
Source: www.cnbcindonesia.com






