620 Insinyur Baru UGM Tegaskan Gelar Insinyur Tak Otomatis Didapat Lulusan S1 Teknik

Author: Redaksi Android62

Universitas Gadjah Mada melantik 620 insinyur baru dari tiga fakultas melalui Program Profesi Insinyur. Pelantikan ini menegaskan bahwa kelulusan S1 teknik belum otomatis membuat seseorang berhak menyandang gelar insinyur.

Gelar insinyur diperoleh setelah peserta menamatkan jalur pendidikan profesi dan memenuhi persyaratan yang berlaku. Peserta yang lulus juga memperoleh Sertifikat Kompetensi Insinyur serta Surat Tanda Registrasi Insinyur sebagai bagian dari proses profesional.

Fakultas Teknik Menyumbang Lulusan Terbanyak

Fakultas Teknik menjadi penyumbang insinyur baru terbesar dalam pelantikan tersebut. Namun, peserta Program Profesi Insinyur tidak hanya berasal dari bidang teknik dalam pengertian sempit.

Fakultas Jumlah Insinyur Baru
Fakultas Teknik 482 orang
Fakultas Peternakan 72 orang
Fakultas Kehutanan 66 orang

Fakultas Peternakan meluluskan 72 peserta, sedangkan Fakultas Kehutanan meluluskan 66 peserta. Sebaran tersebut menunjukkan ruang keinsinyuran juga tersedia bagi bidang peternakan dan kehutanan melalui jalur pendidikan serta profesi yang sesuai.

Jalur Profesi Setelah Pendidikan Sarjana

Sarjana Teknik merupakan gelar akademik yang diperoleh setelah seseorang menyelesaikan pendidikan strata satu di bidang teknik. Gelar itu menandai selesainya pendidikan akademik, bukan langsung status sebagai insinyur.

Program Profesi Insinyur diatur dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2014 tentang Keinsinyuran. Ketentuan itu mengatur latar belakang pendidikan yang dapat melanjutkan ke pendidikan profesi tersebut.

Peserta dapat berasal dari sarjana bidang teknik atau sarjana terapan bidang teknik. Lulusan perguruan tinggi luar negeri yang telah disetarakan juga dapat mengikuti jalur tersebut.

Sarjana pendidikan bidang teknik dan sarjana bidang sains memiliki peluang mengikuti Program Profesi Insinyur melalui program penyetaraan. Mekanisme itu memperluas jalur masuk tanpa menghapus persyaratan pendidikan yang telah ditetapkan.

Etika Menjadi Bagian dari Tanggung Jawab

Wakil Dekan Bidang Pendidikan dan Kemahasiswaan Fakultas Teknik UGM, Prof Sugeng Sapto Surjono, mengingatkan para insinyur agar menjaga komitmen sepanjang karier. Menurutnya, sumpah insinyur menuntut standar moral dan etika tinggi di tengah tantangan degradasi nilai.

Ia menilai peran insinyur penting dalam membangun, memajukan, dan menyejahterakan bangsa. Karena itu, tanggung jawab profesi tidak berhenti pada kemampuan menyelesaikan pekerjaan teknis.

Deputi Ketua Umum Pengembangan Organisasi Wilayah dan Cabang PII, Ir Priyatno Bambang Hernowo, juga menekankan bahwa mutu kerja tidak hanya diukur dari cepatnya proyek rampung. Keselamatan, keandalan hasil rekayasa, dan manfaat bagi masyarakat menjadi ukuran yang tidak dapat dipisahkan.

Priyatno mengingatkan pemanfaatan kecerdasan buatan dalam pekerjaan rekayasa harus tetap dikendalikan oleh pertimbangan profesional. “Teknologi harus kita kuasai, tetapi tidak boleh menguasai pertimbangan profesional kita. Kecerdasan buatan membantu menghitung dan memodelkan, tetapi tanggung jawab atas keputusan tetap berada pada insinyur,” tegasnya.

Istilah insinyur telah dikenal di Indonesia sejak abad ke-20. Kata tersebut berakar dari istilah ingeniueur dalam bahasa Belanda dan ingeniator dari bahasa Latin, yang bermakna pencipta atau inovator.

Berita Terbaru