Di antara banyak drama Korea bernuansa penyembuhan, beberapa judul menawarkan daya tarik yang paling dekat dengan Azure Spring lewat latar pesisir, kehidupan desa, dan tokoh utama yang pelan-pelan membenahi hidupnya. Nuansa seperti ini membuat cerita terasa hangat, tetapi tetap menyisakan ruang untuk luka masa lalu, hubungan keluarga, dan proses pulih yang tidak instan.
Salah satu yang paling sering disejajarkan adalah When the Weather Is Fine. Drama ini membawa Mok Hae Won kembali ke Desa Bookhyun setelah pengalaman buruk membuatnya sulit percaya pada orang lain.
Di desa itu, Hae Won bertemu Im Eun Seob, teman sekolah yang mengelola Goodnight Bookstore. Kehadiran Hae Won perlahan ikut mengubah kehidupan Eun Seob yang sederhana dan tenang.
Kisah pesisir yang paling dekat dengan Azure Spring
Hometown Cha Cha Cha juga kuat dalam menghadirkan suasana desa pesisir. Drama ini menampilkan banyak warga Gongjin yang berprofesi sebagai haenyeo, sehingga latarnya terasa hidup dan akrab.
Cerita berpusat pada Yoon Hye Jin, dokter gigi dari Seoul, yang pindah ke Gongjin dan bertemu Hong Du Sik. Hubungan keduanya tumbuh perlahan lewat banyak momen bersama warga setempat, dan inilah yang membuat dramanya kerap dianggap sangat mirip dengan Azure Spring.
Saat luka hidup dibuat lebih emosional
Our Blues membawa pendekatan yang lebih emosional melalui kisah para haenyeo di Pulau Jeju. Drama ini menyoroti banyak karakter dengan persoalan, luka, dan perjalanan hidup masing-masing, mulai dari keluarga, persahabatan, cinta, hingga perjuangan hidup.
Cerita warga Pureung dikemas realistis dan emosional. Daya tariknya juga diperkuat oleh deretan nama besar seperti Lee Byung Hun, Shin Min Ah, dan Kim Woo Bin.
Pelarian dari kota ke desa yang tenang
Summer Strike punya kedekatan tema yang jelas karena sama-sama mengikuti tokoh yang menjauh dari kehidupan kota. Lee Yeo Reum berhenti dari pekerjaannya setelah menghadapi berbagai masalah hidup, lalu pindah ke desa kecil Angok untuk mencari ketenangan.
Di sana, ia bertemu An Dae Beom, pustakawan pendiam yang menyimpan kisah hidup menyedihkan. Hubungan mereka berkembang perlahan dan saling mengisi rasa sepi, sehingga nuansanya terasa sejalur dengan Azure Spring.
Haenyeo, keluarga, dan proses pulih
When Life Gives You Tangerines menyoroti kehidupan haenyeo dari sudut keluarga. Ceritanya berpusat pada ibu Ae Sun yang bekerja keras sebagai haenyeo setelah suaminya meninggal, lalu wafat akibat kecelakaan tragis saat menyelam.
Setelah peristiwa itu, Ae Sun dititipkan kepada ayah tirinya dan para haenyeo yang dulu menjadi rekan kerja ibunya. Nuansa pesisir yang hangat membuat drama ini terasa dekat dengan Azure Spring yang juga berlatar di Tongyeong.
Pulang ke kampung halaman untuk merapikan hidup
Welcome to Samdal-ri membawa tema pelarian ke desa dan pekerjaan haenyeo sebagai bagian penting cerita. Jo Sam Dal, fotografer sukses, harus pulang ke Jeju setelah kariernya berantakan akibat rumor bullying.
Di kampung halaman, ia kembali berhadapan dengan Jo Yong Pil, sahabat masa kecil sekaligus mantan kekasihnya. Yong Pil bekerja sebagai peramal cuaca di Pulau Jeju dan sangat serius dengan pekerjaannya setelah ibunya yang haenyeo meninggal akibat kesalahan prakiraan cuaca.
Pemulihan yang lahir dari keluarga
Love, Take Two menutup daftar drama bernuansa healing ini dengan cerita pemulihan yang berangkat dari masalah kesehatan. Lee Hyo Ri didiagnosis mengidap penyakit serius saat menempuh pendidikan di sekolah medis, lalu berhenti kuliah.
Ia kemudian berusaha mencari pasangan untuk ibunya, Lee Ji An. Ji An sendiri adalah ibu tunggal yang membesarkan Hyo Ri seorang diri sambil bekerja sebagai mandor proyek konstruksi, dan hubungan keduanya membaik setelah pindah ke desa Cheonghae.
Source: www.idntimes.com






