7 Kebiasaan Orang Spanyol yang Menjaga Hidup Seimbang hingga Usia Lanjut

Harapan hidup Spanyol termasuk yang tertinggi di Eropa dan dunia, sementara rutinitas warganya banyak bertumpu pada aktivitas ringan, makanan segar, istirahat, serta kedekatan sosial. Pola tersebut menunjukkan bahwa menjaga kualitas hidup tidak selalu harus dimulai dari latihan berat atau aturan makan yang sangat ketat.

Kebiasaan sehari-hari seperti berjalan saat sore, duduk lebih lama setelah makan, hingga bertemu tetangga di ruang terbuka menjadi bagian yang saling melengkapi. Beautynesia, yang mengutip Earth’s Attractions, merangkum tujuh kebiasaan santai yang dapat menjadi inspirasi untuk membangun rutinitas lebih seimbang.

KebiasaanPeran dalam Keseharian
SobremesaBerbincang santai setelah makan
PaseoJalan kaki santai pada sore hari
SiestaIstirahat singkat pada siang hari
Bersosialisasi di ruang publikMenjaga kedekatan dengan orang sekitar
Makanan segarMemenuhi kebutuhan gizi harian
Minyak zaitunSumber lemak utama dalam masakan
Makan seimbangMenghargai rasa lapar dan kenyang

1. Menikmati Waktu Bersama Setelah Makan

Sobremesa adalah kebiasaan tetap duduk di meja makan setelah makanan habis untuk berbincang dengan keluarga atau teman. Tradisi ini dapat berlangsung selepas makan siang maupun makan malam sebagai bagian dari kehidupan sosial masyarakat Spanyol.

Makan tanpa terburu-buru memberi tubuh waktu untuk mencerna makanan secara perlahan. Percakapan santai juga dapat menciptakan rasa nyaman, mengurangi stres, dan mendukung kesehatan mental.

2. Rutin Melakukan Jalan Santai

Paseo merujuk pada tradisi berjalan kaki pada sore hari, terutama saat matahari mulai terbenam. Pemandangan warga melakukan jalan santai merupakan hal yang umum di berbagai kota di Spanyol.

Jalan kaki rutin membantu menjaga kesehatan jantung, melancarkan sirkulasi darah, dan membakar kalori. Aktivitas ringan ini juga dapat memperbaiki suasana hati serta menjadi cara alami untuk melepas stres setelah beraktivitas.

3. Istirahat Sejenak di Tengah Hari

Siesta merupakan budaya istirahat siang yang telah lama dikenal di Spanyol, meski tidak semua orang masih menjalankannya karena ritme kerja modern. Waktu jeda tersebut digunakan untuk memulihkan energi setelah beraktivitas sejak pagi.

Durasi tidur siang yang disebut ideal berkisar 20 hingga 30 menit agar tidak mengganggu tidur malam. Penelitian dalam JAMA Internal Medicine yang disebut dalam rangkuman tersebut mengaitkan tidur siang berdurasi tepat dengan potensi dukungan bagi kesehatan jantung.

4. Memanfaatkan Ruang Publik untuk Bersosialisasi

Taman, alun-alun, dan kafe terbuka menjadi tempat warga bertemu keluarga, teman, maupun tetangga. Kehadiran ruang bersama membuat interaksi sosial menjadi bagian rutin dari kebiasaan hidup Spanyol.

Mengobrol, tertawa, dan menghabiskan waktu bersama orang terdekat dapat membantu mengurangi stres serta meningkatkan rasa bahagia. Hubungan sosial yang baik juga penting karena kesepian kerap dikaitkan dengan berbagai penyakit kronis.

5. Memprioritaskan Makanan Segar

Masyarakat Spanyol cenderung membeli bahan makanan segar setiap hari di pasar tradisional daripada menyimpan banyak makanan beku atau olahan. Bahan tersebut kemudian dimasak sendiri agar kandungan gizinya tetap terjaga.

Pilihan makanan segar membantu memenuhi kebutuhan vitamin, mineral, serat, dan antioksidan. Pola ini juga dikaitkan dengan penurunan risiko penyakit jantung, diabetes tipe 2, serta beberapa jenis kanker.

6. Menggunakan Minyak Zaitun dalam Masakan

Minyak zaitun menjadi salah satu ciri penting pola makan Mediterania dan digunakan untuk menumis, membuat saus, hingga dressing salad. Bahan ini dipilih sebagai sumber lemak tak jenuh dibandingkan mentega atau lemak jenuh lainnya.

Extra virgin olive oil mengandung antioksidan dan senyawa antiinflamasi yang bermanfaat bagi tubuh. Konsumsi dalam jumlah wajar dikaitkan dengan dukungan terhadap kadar kolesterol, kesehatan jantung, dan kesehatan otak seiring pertambahan usia.

7. Membangun Hubungan yang Sehat dengan Makanan

Bagi banyak orang Spanyol, makan tidak hanya dipandang sebagai cara memenuhi energi, melainkan pengalaman yang layak dinikmati. Mereka cenderung mengutamakan keseimbangan tanpa membatasi diri secara berlebihan ketika sesekali menikmati makanan favorit.

Pendekatan ini dapat membantu seseorang lebih peka terhadap sinyal lapar dan kenyang sehingga risiko makan berlebihan berkurang. Memperbanyak jalan kaki, memasak bahan segar, dan menyediakan waktu berbincang dengan orang terdekat dapat dilakukan bertahap dalam rutinitas harian.

Berita Terkait