7 Makanan yang Paling Cepat Basi, Simpan Begini Agar Tidak Cepat Terbuang

Nasi matang, daging segar, produk susu, dan makanan bersantan termasuk kelompok yang paling cepat basi jika penyimpanannya keliru. Karena kadar air atau protein yang tinggi, bahan-bahan ini memberi ruang lebih besar bagi bakteri dan jamur untuk berkembang.

Risikonya tidak berhenti pada perubahan rasa dan aroma. Dalam kondisi tertentu, makanan yang dibiarkan terlalu lama di suhu ruang juga bisa menjadi tidak aman dikonsumsi, sehingga cara simpan yang benar penting untuk menjaga kualitas sekaligus menekan pemborosan makanan.

Nasi dan bahan berprotein tinggi perlu segera masuk suhu dingin

Nasi putih matang menjadi salah satu makanan yang paling rentan basi bila dibiarkan terlalu lama di suhu ruang. Food Standards Agency Inggris menyebut nasi matang sebaiknya segera didinginkan, lalu disimpan di lemari pendingin maksimal satu hari sebelum dipanaskan kembali hingga benar-benar panas.

Daging, ayam, dan ikan segar juga membutuhkan penanganan khusus agar tidak cepat membusuk. U.S. Food and Drug Administration menyarankan bahan-bahan itu disimpan di bawah 4°C di kulkas atau dibekukan bila belum akan digunakan dalam waktu dekat.

Jika bahan berprotein tinggi tersebut baru akan dimasak satu hingga dua hari kemudian, freezer menjadi pilihan yang lebih aman. Gunakan wadah atau plastik kedap udara agar kualitasnya tetap terjaga lebih lama.

Produk susu, tahu, dan tempe juga mudah turun mutu

Susu, yogurt, keju, dan krim cepat menjadi media pertumbuhan bakteri bila terlalu lama berada di luar kulkas. U.S. Department of Agriculture menegaskan produk susu harus segera didinginkan setelah digunakan dan tidak dibiarkan di suhu ruang lebih dari dua jam.

Tahu memiliki kadar air tinggi sehingga lebih cepat basi dibanding tempe. Menurut United States Department of Agriculture, makanan berbahan kedelai segar perlu disimpan pada suhu dingin untuk menghambat pertumbuhan mikroorganisme.

Untuk tahu, simpan dalam wadah berisi air bersih di kulkas jika belum akan diolah. Airnya perlu diganti setiap hari agar kesegarannya lebih terjaga, sedangkan tempe bisa disimpan dalam wadah tertutup atau dimasukkan ke freezer bila ingin bertahan lebih lama.

Sayuran hijau, buah potong, dan makanan berkuah juga butuh perhatian

Bayam, kangkung, sawi, dan selada termasuk sayuran yang cepat layu dan membusuk jika penyimpanannya tidak tepat. University of California Agriculture and Natural Resources menyebut sayuran akan lebih lama segar bila disimpan dalam kondisi kering dan dingin.

Karena itu, simpan sayuran hijau dalam keadaan kering di wadah atau kantong berlubang di laci sayur kulkas. Hindari mencucinya sebelum disimpan karena kelembapan berlebih justru mempercepat pembusukan.

Buah yang sudah dikupas atau dipotong juga punya masa simpan yang jauh lebih singkat dibanding buah utuh. Food and Drug Administration menyebut buah potong perlu disimpan dingin untuk mencegah pertumbuhan bakteri berbahaya, lalu dimasukkan ke wadah kedap udara agar cepat dikonsumsi.

Makanan bersantan dan berkuah termasuk yang relatif mudah basi jika dibiarkan lama di suhu ruang. Kandungan air yang tinggi pada kuah dan lemak dari santan menjadi media yang baik bagi bakteri penyebab pembusukan.

Di daerah beriklim tropis, makanan seperti ini bahkan bisa mulai berubah aroma dan rasa hanya dalam beberapa jam bila tidak segera disimpan. Setelah uap panas berkurang, pindahkan ke wadah kedap udara, simpan di kulkas, atau bekukan jika ingin menyimpannya lebih lama.

Saat akan dimakan kembali, panaskan makanan hingga benar-benar mendidih. Cara ini membantu memastikan panas merata dan mengurangi risiko pertumbuhan bakteri.

Dengan penyimpanan yang tepat, makanan yang cepat basi tetap bisa bertahan lebih lama dan tidak cepat terbuang. Kebiasaan kecil seperti mendinginkan segera, memakai wadah tertutup, dan menjaga suhu simpan dapat membuat perbedaan besar pada kesegaran bahan makanan sehari-hari.

Source: www.beautynesia.id

Berita Terkait