Mitsubishi XForce Hybrid membawa tujuh mode berkendara yang memperluas pilihan pengemudi di luar mode jalan konvensional. Dua pilihan yang paling membedakannya dari XForce bensin adalah EV Mode dan Charge Mode.
EV Mode memungkinkan SUV kompak ini melaju dengan tenaga listrik sepenuhnya dalam kondisi tertentu. Mode tersebut ditujukan untuk membantu menekan konsumsi bahan bakar saat sistem hybrid mendukung penggunaannya.
Selain itu, tersedia Charge Mode sebagai pengaturan tambahan dalam sistem hybrid. Kehadiran kedua mode ini melengkapi pilihan Normal, Wet, Gravel, Mud, dan Tarmac.
Pilihan mode disesuaikan dengan permukaan jalan
Tujuh mode tersebut memberi pengemudi opsi untuk menyesuaikan karakter kendaraan terhadap kondisi perjalanan. Mode Wet, Gravel, dan Mud ditujukan untuk permukaan basah, kerikil, serta berlumpur, sedangkan Tarmac diperuntukkan bagi jalan beraspal.
| Mode Berkendara | Fungsi yang disebutkan |
|---|---|
| Normal | Pengaturan berkendara standar |
| Wet | Untuk kondisi jalan basah |
| Gravel | Untuk permukaan kerikil |
| Mud | Untuk kondisi berlumpur |
| Tarmac | Untuk permukaan jalan beraspal |
| EV Mode | Melaju dengan tenaga listrik dalam kondisi tertentu |
| Charge Mode | Pengaturan tambahan pada sistem hybrid |
Menurut informasi yang dimuat Moladin.com, dua mode tambahan tersebut membuat total pilihan berkendara XForce Hybrid menjadi tujuh. Paket ini menempatkan pengaturan sistem elektrifikasi sebagai bagian penting dari karakter kendaraan, bukan sekadar pelengkap.
Torsi motor listrik lebih besar dari mesin bensin
Dasar dari sistem tersebut adalah mesin bensin 1,6 liter DOHC MIVEC berkode 4A92 yang bekerja bersama motor listrik. Mesin bensinnya menghasilkan tenaga 105,5 Tk dan torsi 134 Nm, sementara motor listrik menyumbang tenaga 114 Tk.
Motor listrik menghasilkan torsi 255 Nm, lebih besar daripada angka torsi mesin bensin. Karakter torsi ini menjadi salah satu unsur utama yang membedakan Mitsubishi XForce Hybrid dari varian bermesin bensin.
| Komponen | Spesifikasi |
|---|---|
| Mesin bensin | 1.6L DOHC MIVEC 4A92 |
| Tenaga mesin | 105,5 Tk |
| Torsi mesin | 134 Nm |
| Tenaga motor listrik | 114 Tk |
| Torsi motor listrik | 255 Nm |
| Transmisi | Shift by Wire |
Mitsubishi juga membekali model ini dengan transmisi Shift by Wire atau pemindah gigi elektrik. Sistem tersebut disebut mendukung perpindahan transmisi yang lebih halus sesuai karakter kendaraan hybrid.
Kabin menampilkan kerja sistem hybrid
Dashboard XForce Hybrid menggunakan layar infotainment berukuran 12,3 inci sebagai pusat hiburan. Layar itu turut menampilkan fitur Energy Flow yang memperlihatkan distribusi tenaga dari mesin bensin, motor listrik, dan baterai secara waktu nyata.
Informasi aliran energi memberi gambaran tentang kerja tiga komponen utama saat kendaraan digunakan. Kabin juga dilengkapi panoramic glass roof yang membantu menghadirkan pencahayaan alami dan kesan ruang lebih lega.
Penanda khusus pada bagian luar
Identitas hybrid tetap dipertahankan dalam bahasa desain Dynamic Shield, tetapi mendapat sejumlah pembaruan visual. Perubahannya meliputi aksen baru pada gril depan, pelek alloy 18 inci khusus HEV, serta roof garnish baru.
Lampu belakang memakai aksen clear smoke, sementara emblem HEV ditempatkan di bagian depan. Emblem Hybrid EV juga hadir pada sisi kanan dan kiri bodi untuk membedakan model ini dari XForce bermesin bensin.







