Motor bekas seharga sekitar Rp5 jutaan masih dapat menjadi kendaraan operasional untuk rute menanjak dan membawa barang. Dari tujuh pilihan ini, Honda Mega Pro 2005–2008 menawarkan torsi tertinggi, yakni 12 Nm.
Torsi menjadi salah satu faktor penting saat motor harus bergerak dari putaran rendah dengan beban tambahan. Namun, harga unit, pajak, dan kondisi mekanis tetap perlu diperiksa karena dapat berbeda menurut wilayah serta riwayat pemakaian.
| Model | Harga Bekas | Torsi | Pajak Tahunan |
|---|---|---|---|
| Honda Mega Pro 2005–2008 | Rp5 juta–Rp8 juta | 12 Nm | Rp250.000–Rp350.000 |
| Yamaha Jupiter MX 135 2004–2010 | Rp5,5 juta–Rp7 juta | 11,3 Nm | Rp200.000–Rp300.000 |
| Honda Supra X 125 2006–2010 | Rp3,5 juta–Rp7 juta | 9,3 Nm | Rp180.000–Rp250.000 |
| Suzuki Shogun SP 125 2009–2012 | Rp4,5 juta–Rp7 juta | 9,8 Nm | Rp180.000–Rp250.000 |
| Yamaha Vega ZR 2012–2015 | Rp4,8 juta–Rp6,5 juta | 9,6 Nm | Rp150.000–Rp220.000 |
| Kawasaki Kaze R 1997–2003 | Rp2 juta–Rp6 juta | 9,8 Nm | Di bawah Rp200.000 |
| Yamaha Crypton X 2010–2013 | Rp4 juta–Rp6,5 juta | 9,2 Nm | Rp150.000–Rp220.000 |
1. Honda Mega Pro 2005–2008
Honda Mega Pro atau Mega Pro “Primus” memakai mesin 149,2 cc dengan torsi puncak 12 Nm. Posisi duduk tegak dan suspensi empuk mendukung penggunaan harian, meski karburatornya perlu dirawat rutin mengingat usia kendaraan.
2. Yamaha Jupiter MX 135 2004–2010
Yamaha Jupiter MX 135 menghasilkan torsi 11,3 Nm dari mesin 135 cc. Pendingin cairan membantu menjaga suhu mesin saat melewati tanjakan panjang, tetapi ruang bagasinya sangat terbatas.
3. Honda Supra X 125 2006–2010
Honda Supra X 125 mengusung mesin 124,8 cc dengan torsi 9,3 Nm. Konsumsi bahan bakarnya dikenal irit dan suku cadangnya melimpah, walaupun bodi plastik unit tua dapat memunculkan getaran atau bunyi.
4. Suzuki Shogun SP 125 2009–2012
Suzuki Shogun SP 125 memakai mesin 124 cc yang menghasilkan torsi 9,8 Nm. Motor ini memiliki mesin bandel dan pengereman pakem, sementara nilai jual kembalinya cenderung lebih rendah dibanding sejumlah pesaing.
5. Yamaha Vega ZR 2012–2015
Yamaha Vega ZR memiliki mesin 115 cc dengan torsi 9,6 Nm dan bodi ringkas. Perawatannya relatif murah serta konstruksi mesin sederhana, tetapi fitur dan panel speedometernya tergolong standar.
6. Kawasaki Kaze R 1997–2003
Kawasaki Kaze R menggunakan mesin 110 cc dengan torsi 9,8 Nm pada putaran rendah. Rangka yang kokoh dan jok tebal menjadi nilai tambah, sedangkan suku cadang bodi asli lebih sulit ditemukan.
7. Yamaha Crypton X 2010–2013
Yamaha Crypton X dibekali mesin 115 cc dengan torsi 9,2 Nm serta bobot ringan. Karakter tersebut mendukung kelincahan di jalan sempit, walau popularitasnya tidak sebesar lini Jupiter dan Vega.
Jangan Hanya Terpikat Harga Murah
Suara.com menghimpun daftar ini sebagai pilihan motor kerja di medan menanjak, tetapi pemeriksaan langsung tetap menjadi tahap yang penting. Calon pembeli perlu membandingkan harga pasar, memeriksa fisik motor, mendengarkan suara mesin saat dingin, serta mengecek kelistrikan dan speedometer.
AstraOtoshop.com mengingatkan, “Jangan asal murah, utamakan keamanan dan kualitas”. Nomor rangka dan nomor mesin juga harus sesuai dengan STNK serta BPKB sebelum transaksi dilakukan.
Source: www.suara.com






