74 Kg Emas Tersembunyi di Balik Dinding Sentul, Brankas Raksasa Itu Bikin Kaget Penyidik

Tim penyidik Kortas Tipikor Polri dan Polda Metro Jaya menemukan brankas besar yang disamarkan di balik dinding sebuah rumah mewah di Sentul, Bogor. Di dalamnya tersimpan 74 kilogram emas batangan, bersama jutaan dolar Amerika Serikat dan dolar Singapura.

Barang bukti itu terungkap dalam rangkaian penggeledahan terhadap 12 lokasi di Jabodetabek pada Rabu, 8 Juli 2026. Penggeledahan tersebut terkait penyidikan tiga perkara korupsi di lingkungan PT PLN (Persero), PT ASABRI (Persero), dan PT Krakatau Steel (Persero) Tbk.

Isi brankas yang disita

TemuanJumlahKeterangan
Emas batangan74 kgDisimpan dalam brankas terkunci
Dolar Amerika SerikatUSD 4.767.300Termasuk barang bukti yang disita
Dolar SingapuraSGD 14.083.800Disimpan bersama barang bukti lain
Uang rupiahRp 100 jutaMasih dalam hitungan estimasi total

Kakortas Tipidkor Polri Irjen Totok Suharyanto menyebut brankas itu berisi tujuh koper dan seluruh temuan tersebut diperkirakan bernilai Rp 476 miliar. Ia juga mengatakan pemilik rumah belum dijelaskan karena masih didalami penyidik.

Totok menegaskan barang bukti itu diduga berkaitan dengan penanganan perkara korupsi di PLN, ASABRI, dan Krakatau Steel. Penyidik masih menelusuri hubungan temuan tersebut dengan kasus suap, gratifikasi, dan pencucian uang yang ikut disorot dalam penyidikan.

Brankas dikamuflase di lantai dua rumah

Dalam video yang diterima detikcom, petugas terlihat membuka dinding bermotif kayu berwarna cokelat sebelum menemukan pintu brankas putih yang menyatu dengan struktur rumah. Dari luar, ruang itu tampak seperti dinding biasa tanpa tanda adanya ruang tersembunyi.

Ahli kunci dari Ciawi, Bogor, bernama Roy, ikut dipanggil untuk membantu membuka brankas tersebut. Ia mengatakan dirinya diminta Polres Bogor untuk membongkar brankas di lokasi penggeledahan.

Roy menjelaskan brankas itu memakai kombinasi putar dan kunci manual, dengan dua lapis baja di dalamnya. Menurut dia, brankas tersebut berada di lantai dua rumah dan menyisakan ruangan sekitar 1,5 meter dengan lebar 80 sentimeter di balik pintunya.

Setelah kunci manual dijebol, pembongkaran dilanjutkan menggunakan gurinda dan selesai dalam waktu sekitar 15 menit. Roy menilai brankas itu tergolong mahal dan memiliki sistem keamanan yang baik.

7 koper dibawa ke Polda Metro Jaya

Usai penggeledahan, tujuh koper dan tas berisi emas serta uang asing dibawa menggunakan kendaraan taktis dengan pengamanan ketat dari anggota Brimob bersenjata lengkap. Salah satu koper bahkan memuat tulisan “Koper 2. 25 Batang Emas 1 KG”.

Ada pula tas besar hitam dengan lis merah yang berisi daftar isi, antara lain 26.700 lembar USD 100 serta 2.400 lembar SGD 1.000 dan 16 lembar SGD 100. Barang bukti itu tiba di gedung Ditreskrimsus Polda Metro Jaya pada Kamis, 9 Juli, sekitar pukul 10.20 WIB.

Saat diturunkan, tulisan “emas batangan” tampak di bagian luar salah satu koper. Dalam proses pemindahan itu, petugas tampak bergotong royong mengangkat koper-koper berisi emas batangan, dan ada pula seseorang yang diamankan masuk ke gedung Ditreskrimsus Polda Metro Jaya.

Penggeledahan menyasar 12 lokasi

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengatakan penggeledahan ini merupakan bagian dari penyidikan yang mendapat atensi Presiden Prabowo Subianto. Lokasinya meliputi kantor perusahaan, tempat usaha, hingga rumah pribadi.

Adapun 12 titik itu berada di Cengkareng Timur, Penjaringan, Petojo Selatan, Serpong Utara, Cipete, Cipete Selatan, Mega Kuningan, Kuningan, Karet Kuningan, Gandaria Selatan, Apartemen Pacific Place, dan Sentul. Budi juga menjelaskan bahwa rangkaian penggeledahan terkait dugaan korupsi batu bara di PLN yang memicu blackout di Sumatera beberapa waktu lalu.

Meski begitu, penyidik masih terus mendalami temuan barang bukti dan kaitannya dengan perkara yang tengah ditangani. Brankas tersembunyi di Sentul itu kini menjadi salah satu temuan paling mencolok dalam penyidikan yang berlangsung serentak di Jabodetabek.

Source: news.detik.com
Berita Terkait