8 Kebiasaan Sepele yang Bikin Sepatu Lari Cepat Rusak, Ini Cara Menjaganya

Author: Redaksi Android62

Sepatu lari tidak dirancang untuk menanggung perlakuan sembarangan. Bantalan, lem, dan materialnya bisa turun kualitas lebih cepat jika terus terkena panas, kelembapan, dan gesekan berulang tanpa perawatan yang tepat.

Karena itu, cara memakai dan merawat sepatu lari ikut menentukan kenyamanan saat berlari. Banyak kebiasaan kecil yang terlihat sepele justru menjadi penyebab utama sepatu lebih cepat aus dari yang seharusnya.

Kebiasaan yang paling cepat memperpendek usia sepatu

Salah satu kesalahan paling umum adalah membiarkan kotoran menempel terlalu lama. Debu, lumpur, dan sisa keringat yang tidak segera dibersihkan dapat mempercepat kerusakan material, terutama pada bagian outsole dan upper.

Membersihkan sepatu segera setelah dipakai menjadi langkah dasar yang penting. Sikap ini membantu sepatu tetap nyaman digunakan kembali dan menjaga tampilan serta fungsinya lebih lama.

Jangan cuci dengan mesin

ASICS menyarankan sepatu lari tidak dicuci memakai mesin cuci. Tekanan dari mesin dapat merusak struktur sepatu, lem, dan bantalan di bagian dalam.

Cara yang lebih aman adalah mencucinya secara manual dengan air, sabun lembut, dan sikat halus. Metode ini cukup efektif membersihkan kotoran tanpa memberi beban berlebih pada komponen sepatu.

Lepas bagian yang mudah dibersihkan terpisah

Tali sepatu dan insole sebaiknya dilepas sebelum dicuci. Langkah ini memudahkan pembersihan bagian yang sulit dijangkau dan membuat bagian dalam sepatu lebih cepat kering.

Kelembapan yang tertahan terlalu lama di dalam sepatu dapat mengganggu kenyamanan. Karena itu, proses membersihkan bagian-bagian tersebut sebaiknya dilakukan lebih teliti agar hasilnya lebih optimal.

Pengeringan juga tidak boleh sembarangan

Sepatu yang basah karena dicuci atau kehujanan sebaiknya tidak dijemur langsung di bawah matahari terik. Panas berlebih dapat memengaruhi kualitas lem dan material sepatu.

Pengeringan yang lebih aman dilakukan pada suhu ruangan dengan sirkulasi udara yang baik. Untuk membantu menyerap kelembapan, bagian dalam sepatu bisa diisi kertas koran atau tisu kering.

Tempat penyimpanan ikut menentukan umur pakai

Sepatu lari juga perlu disimpan di tempat yang sejuk dan kering. Menaruhnya di bagasi mobil atau area yang terkena sinar matahari langsung dalam waktu lama dapat mempercepat penurunan kualitas material.

Suhu tinggi dapat memengaruhi elastisitas foam dan komponen lain pada sepatu lari. Karena itu, penyimpanan yang tepat membantu menjaga bentuk dan fungsi sepatu lebih stabil.

Pakai sesuai fungsinya, lalu rotasi bila sering berlari

Sepatu lari memang dibuat untuk aktivitas berlari. Jika terus dipakai untuk berjalan jauh setiap hari atau aktivitas lain, outsole dan midsole bisa lebih cepat aus.

Bagi pelari yang berlatih beberapa kali dalam seminggu, rotasi dengan lebih dari satu pasang sepatu bisa membantu. Foam pada midsole membutuhkan waktu untuk kembali ke bentuk semula, sehingga jeda pemakaian memberi kesempatan material pulih.

Cara melepas sepatu juga berpengaruh

Kebiasaan melepas sepatu dengan menginjak bagian tumit memakai kaki lain sebaiknya dihindari. Cara itu dapat merusak struktur heel counter dan mengubah bentuk sepatu.

Langkah yang lebih aman adalah melonggarkan tali terlebih dahulu sebelum melepasnya. Kebiasaan kecil ini membantu bagian belakang sepatu tetap stabil lebih lama.

Tanda sepatu lari sudah mendekati batas pakai

Perawatan yang baik memang bisa memperpanjang usia sepatu, tetapi tidak membuatnya awet selamanya. Pada titik tertentu, performa sepatu tetap akan menurun dan perlu diganti.

American Academy of Podiatric Sports Medicine menyebut sebagian besar sepatu lari mulai kehilangan performa setelah menempuh sekitar 300 hingga 500 mil atau sekitar 480 hingga 800 kilometer. Jarak ini dapat berbeda tergantung model sepatu, berat badan pengguna, dan kondisi medan lari.

Bantalan yang mulai terasa keras, outsole yang aus tidak merata, atau kenyamanan yang turun signifikan menjadi tanda yang patut diperhatikan. Jika gejala itu muncul, sepatu kemungkinan sudah mendekati akhir masa pakainya.

Memahami batas pakai sepatu lari penting agar perawatan tidak hanya fokus pada kebersihan, tetapi juga pada fungsi. Sepatu yang masih terlihat bagus dari luar belum tentu masih memberi dukungan dan bantalan yang dibutuhkan saat berlari.

Source: www.suara.com
Berita Terbaru