8 Sinyal Tubuh Kelebihan Garam, Bengkak dan Jantung Berdebar Perlu Diwaspadai

Jantung berdebar, tekanan darah yang meningkat, hingga pembengkakan pada kaki dapat menjadi keluhan yang muncul saat tubuh menerima natrium terlalu banyak. Gejala tersebut perlu diperhatikan, terutama bila disertai pusing, nyeri dada, atau sesak napas yang memerlukan pemeriksaan medis.

Kelebihan garam membuat tubuh menahan lebih banyak cairan dan dapat mengganggu keseimbangan elektrolit. Dampaknya tidak selalu langsung terasa sama pada setiap orang, tetapi sejumlah tanda fisik dapat muncul setelah mengonsumsi makanan sangat asin.

TandaPerubahan yang Dapat Terjadi
Perut kembungCairan lebih banyak tertahan di tubuh.
Tangan atau kaki bengkakCairan menumpuk pada jaringan.
Rasa haus meningkatTubuh meminta cairan untuk menyeimbangkan natrium.
Lebih sering buang air kecilGinjal membantu membuang kelebihan natrium.
Tekanan darah meningkatVolume cairan dalam pembuluh darah bertambah.
Sakit kepalaKeseimbangan cairan dan pembuluh darah terpengaruh.
Tubuh mudah lelahKeseimbangan elektrolit dapat terganggu.
Jantung berdebarDenyut dapat terasa tidak teratur.

Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO merekomendasikan konsumsi garam tidak lebih dari 5 gram, setara sekitar satu sendok teh, per hari. Natrium tetap dibutuhkan untuk keseimbangan cairan, fungsi saraf, dan kontraksi otot, tetapi jumlah berlebih dapat memicu gangguan.

Asupan tinggi natrium sering kali tidak hanya berasal dari garam dapur. Makanan olahan, camilan kemasan, mi instan, dan makanan cepat saji juga dapat menyumbang garam dalam jumlah besar.

1. Perut Kembung

Natrium dapat membuat tubuh menahan air sehingga perut terasa penuh, begah, atau pakaian terasa lebih sempit. Keluhan ini dapat lebih terasa setelah menyantap mi instan, camilan kemasan, atau makanan cepat saji.

2. Tangan atau Kaki Bengkak

Penumpukan cairan dapat terlihat pada tangan, kaki, maupun pergelangan kaki, terutama menjelang malam. Keluhan kaki bengkak yang berulang perlu dievaluasi karena dapat pula berkaitan dengan penyebab lain.

3. Rasa Haus Meningkat

Rasa haus yang sangat kuat setelah makan asin merupakan respons tubuh untuk membantu mengencerkan kadar natrium dalam darah. Mencukupi kebutuhan air putih dapat membantu menjaga keseimbangan cairan tubuh.

4. Lebih Sering Buang Air Kecil

Ginjal berperan menjaga kadar natrium tetap seimbang dengan membantu mengeluarkan kelebihannya melalui urine. Kondisi ini dapat membuat seseorang lebih sering ke kamar mandi, termasuk pada malam hari setelah mengonsumsi makanan tinggi garam.

5. Tekanan Darah Meningkat

Kelebihan cairan di dalam pembuluh darah dapat membuat jantung bekerja lebih keras untuk memompa darah. Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat memicu hipertensi serta meningkatkan risiko serangan jantung, stroke, gagal jantung, dan penyakit ginjal.

6. Sakit Kepala Lebih Sering Muncul

Asupan natrium tinggi dapat memengaruhi keseimbangan cairan tubuh dan tekanan pada pembuluh darah. Pada sebagian orang, perubahan tersebut dapat memicu sakit kepala disertai rasa berat di kepala atau leher.

7. Tubuh Mudah Lelah

Keseimbangan elektrolit yang terganggu dapat memengaruhi kerja otot dan saraf. Akibatnya, tubuh bisa terasa cepat lelah atau kurang bertenaga, kadang bersamaan dengan haus dan sakit kepala.

8. Jantung Berdebar

Menurut Heartwest, gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit pada sebagian orang dapat memicu sensasi jantung berdebar atau denyut yang terasa tidak teratur. Gejala ini tidak boleh diabaikan bila terjadi bersama pusing, nyeri dada, atau sesak napas.

Berita Terkait