80 Km Cukup Rp6.000, Skema Baterai VinFast Tekan Ongkos Motor hingga 70 Persen

Author: Redaksi Android62

Perjalanan sejauh 80 kilometer dengan motor listrik VinFast dapat memerlukan biaya Rp6.000 melalui skema penukaran baterai. Nominal itu jauh lebih rendah dibandingkan perkiraan biaya motor bensin yang mencapai sekitar Rp20.000 untuk jarak serupa.

Selisih biaya tersebut berarti pengeluaran energi bisa turun hingga sekitar 70 persen. Perhitungan ini memakai asumsi motor bensin membutuhkan kurang lebih dua liter BBM dengan harga Rp10.000 per liter.

Selisih Ongkos untuk 80 Kilometer

Jenis Kendaraan Kebutuhan untuk 80 Km Estimasi Biaya
Motor listrik VinFast 1 kali penukaran baterai Rp6.000
Motor bensin Sekitar 2 liter BBM Sekitar Rp20.000

CEO VinFast E-Motorcycle Indonesia Yordan Satriadi menyampaikan simulasi tersebut dalam talkshow otomotif di Jakarta pada Sabtu, 18 Juli 2026. Menurutnya, biaya energi menjadi pertimbangan penting bagi pengguna kendaraan komuter di kawasan perkotaan.

“Uang Rp6 ribu itu bisa digunakan untuk jarak tempuh di angka 80 kilometer. Kalau kita bandingkan dengan motor bensin, untuk menempuh jarak 80 kilometer itu dibutuhkan kurang lebih sekitar 2 liter bensin,” tutur Yordan.

Ia menjelaskan bahwa hitungan motor bensin menggunakan patokan harga BBM termurah sekitar Rp10.000 per liter. “Dengan hanya membayar Rp6 ribu di motor listrik, artinya kita sudah menghemat sekitar 70 persen biaya pengeluaran,” tambahnya.

Pilihan Penukaran dan Pengisian di Rumah

VinFast menyediakan skema penukaran baterai untuk mendukung mobilitas harian tanpa menunggu pengisian daya. Perusahaan menyebut telah menyiapkan lebih dari 2.000 titik stasiun penukaran baterai di sejumlah wilayah strategis Indonesia.

Jaringan itu ditujukan bagi pengguna yang membutuhkan baterai siap pakai saat berkendara. Selain melakukan penukaran, pengguna tiga model yang baru dirilis juga dapat mengisi daya kendaraan secara mandiri di rumah.

Tiga model tersebut mencakup VinFast Evo, Viper, dan Feliz II. Konsumen dapat memilih skema tukar baterai, berlangganan baterai bulanan, atau membeli unit dengan kepemilikan baterai penuh.

Ragam opsi tersebut memungkinkan pengguna menyesuaikan pengeluaran dengan pola perjalanan mereka. Pilihan itu juga membedakan kebutuhan pengguna yang mengandalkan stasiun penukaran dengan konsumen yang memilih memiliki baterai secara langsung.

Efisiensi Juga Datang dari Perawatan

Penghematan penggunaan motor listrik tidak hanya terkait biaya energi. Motor listrik memiliki lebih sedikit komponen bergerak dibandingkan motor bensin sehingga kebutuhan perawatan rutin disebut lebih sederhana.

Pemilik tidak perlu menjadwalkan penggantian oli mesin, busi, serta sejumlah komponen pemeliharaan yang lazim digunakan motor bensin. Efisiensi itu dinilai akan semakin terasa saat kendaraan digunakan secara konsisten.

Menurut simulasi internal VinFast yang dikutip Galamedia News, pemilik motor listrik berpotensi menghemat sekitar Rp3 juta per tahun. Dalam pemakaian lima hingga enam tahun, total efisiensi yang disebutkan dapat mendekati Rp18 juta.

“Berdasarkan kalkulasi internal kami, potensi penghematan minimalnya berada di kisaran Rp3 jutaan per tahun,” kata Yordan. Ia menyebut angka tersebut berasal dari gabungan efisiensi energi dan berkurangnya kebutuhan perawatan berkala.

Perlindungan untuk Kepemilikan Jangka Panjang

VinFast juga menawarkan garansi utama selama empat tahun atau 60.000 kilometer. Program tersebut dilengkapi garansi pemeliharaan tambahan selama dua tahun atau 12.000 kilometer dengan syarat dan ketentuan yang berlaku.

Skema baterai, jaringan penukaran, dan perlindungan kendaraan menjadi bagian dari pilihan kepemilikan motor listrik VinFast di Indonesia. Konsumen tetap perlu mempertimbangkan pola penggunaan dan akses terhadap titik penukaran baterai sebelum memilih skema yang sesuai.

Berita Terbaru