Polda Jawa Barat tetap menaruh perhatian pada dinamika di lapangan meski hingga kini belum ada laporan pengaduan masyarakat yang masuk terkait pernyataan Abu Janda. Langkah pemantauan itu juga mencakup pergerakan organisasi masyarakat di wilayah Jawa Barat.
Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Hendra Rochmawan menyampaikan bahwa kepolisian daerah belum menerima aduan resmi soal isu tersebut. Keterangan itu disampaikannya saat dikonfirmasi pada Senin (1/6/2026).
Sorotan publik terhadap Abu Janda muncul setelah sebuah video yang memuat pernyataannya beredar luas. Video itu diunggah akun TikTok @pengharapankekal pada 20 Mei lalu.
Dalam video tersebut, Permadi Arya atau Abu Janda tampak berdiri di atas panggung sambil memegang mikrofon. Ia disebut tengah menjelaskan pengalaman hidup berdampingan di tengah perbedaan dan juga melakukan kesaksian di salah satu gereja di Amerika Serikat.
Pernyataan yang beredar kemudian dinilai menghina warga Sumatra Barat dan Jawa Barat. Meski begitu, sampai saat ini belum ada laporan masyarakat yang masuk ke Polda Jabar terkait dugaan penghinaan itu.
Kondisi tersebut membuat kepolisian memilih tetap memantau perkembangan sambil menunggu situasi berikutnya. Fokus pengawasan tidak hanya tertuju pada isu yang berkembang, tetapi juga pada pergerakan ormas di Jawa Barat agar kondisi di lapangan tetap terpantau.
Source: jabar.jpnn.com






