Adopsi kecerdasan buatan di Indonesia sudah bergerak jauh dari tahap uji coba. HP menyebut sekitar 18 juta bisnis di Indonesia telah menggunakan AI pada 2025, dengan pertumbuhan adopsi 47% secara tahunan.
Di sisi lain, dampaknya mulai terlihat pada hasil usaha. Sebanyak 59% perusahaan melaporkan kenaikan pendapatan, sementara 64% organisasi memperkirakan efisiensi biaya hingga 29%.
Penggunaan tinggi belum otomatis berarti nilai bisnis maksimal
Meski angka pemakaian sudah besar, HP menilai banyak perusahaan masih berada di fase awal implementasi. Kondisi itu membuat ruang optimalisasi masih terbuka lebar, terutama jika AI dipakai lebih terintegrasi dalam proses kerja harian.
Data HP Work Relationship Index 2025 juga menunjukkan 94% knowledge workers di Indonesia sudah menggunakan AI. Dari jumlah itu, 50% memakainya setiap hari, sehingga AI kian menjadi alat kerja yang lazim di lingkungan profesional.
Juliana Cen, President Director HP Indonesia, menegaskan bahwa AI bukan lagi ambisi jangka panjang. Ia menyebut AI sudah menjadi bagian dari cara orang bekerja, berkarya, dan mengambil keputusan setiap hari.
HP IQ dan arah baru kerja berbasis AI
Melalui HP Elevate 2026, HP Indonesia memperkenalkan HP IQ sebagai ekosistem AI untuk dunia kerja baru. Sistem ini menggabungkan on-device AI, integrasi dengan HP Workforce Experience Platform, dan pengalaman kerja yang lebih cerdas serta otomatis.
HP menempatkan arah itu sejalan dengan pergeseran ke edge computing, yang memungkinkan pemrosesan dilakukan langsung di laptop atau PC. Model ini ditujukan untuk membuat AI lebih cepat, lebih aman, dan lebih efisien bagi pengguna.
Pendekatan tersebut juga menandai perubahan strategi industri. HP tidak hanya menjual perangkat, tetapi membangun ekosistem kerja yang menyatukan AI PC, keamanan, software kerja, dan printing.
Lini perangkat baru untuk pekerja, kreator, dan gamer
Di jajaran laptop dan PC, HP menampilkan HP OmniBook Next Gen AI PC dengan performa AI hingga 50 NPU TOPS. Deretannya mencakup OmniBook Ultra, OmniBook X Flip, OmniBook 7, OmniBook 5, OmniBook 3, dan OmniStudio X.
OmniBook Ultra ditujukan untuk pengguna premium, OmniBook X Flip hadir dengan format 2-in-1, sedangkan OmniBook 7 diposisikan sebagai laptop ultra ringan di bawah 1 kg. OmniBook 5 dan OmniBook 3 disiapkan untuk produktivitas harian dan kebutuhan entry AI, sementara OmniStudio X menjadi PC all-in-one premium untuk kreator dan hiburan.
Untuk segmen profesional dan kerja hybrid, HP membawa HP EliteBook X G2 Series, HP EliteBook 8 G2 Series, HP EliteBook X Flip G2, HP ProBook 4 G2 Series, dan HP EliteBoard G1a AI PC. Seluruh perangkat itu didukung HP Wolf Security sebagai lapisan keamanan utama.
HP juga memperbarui HP Wolf Pro Security dan HP Workforce Experience Platform dengan fitur AI untuk deteksi ancaman, analisis perangkat, dan optimasi pengalaman kerja digital. Di sisi pencetakan, HP menghadirkan pembaruan pada LaserJet Pro 4000 Series, LaserJet Enterprise 5000 Series, dan LaserJet Enterprise 6000 Series dengan otomatisasi berbasis AI, keamanan tingkat enterprise, dan efisiensi kerja yang lebih tinggi.
Di luar kebutuhan kantor, HP juga menyiapkan lini gaming seperti OMEN 16 VALORANT Limited Edition, OMEN 35L Gaming Desktop, OMEN OLED 34 monitor 360Hz, HyperX Flipcast microphone, dan HyperX Clutch Tachi controller. Kehadiran produk ini memperlihatkan bahwa HP tetap menjaga performa tinggi untuk segmen permainan kompetitif.
Komitmen digital tidak berhenti di perangkat
HP juga menegaskan komitmen pada transformasi digital Indonesia melalui kolaborasi dengan Real Madrid Foundation dan Harapan Project, HP Digital Equity Accelerator bersama Solve Education Foundation dan Markoding, serta program pelatihan guru HP IDEA. Fokusnya adalah memperkuat talenta digital Indonesia agar siap menghadapi perubahan yang dibawa AI.
