Air putih hangat kerap menjadi pilihan paling aman setelah menyantap daging sapi atau kambing dalam porsi besar. Minuman ini membantu pencernaan tetap bergerak, mencegah sembelit, dan membantu melarutkan sisa lemak di saluran pencernaan.
Setelah makan daging merah, tubuh memang sering terasa lebih berat, penuh, dan kembung. Kondisi itu muncul karena lemak jenuh dan protein tinggi membuat kerja pencernaan lebih berat, sehingga minuman tertentu bisa membantu tubuh terasa lebih nyaman.
Selain air hangat, teh adas juga sering dipilih untuk meredakan perut yang terasa tidak enak. Minuman ini dapat merangsang produksi enzim pencernaan sehingga tubuh lebih mudah memecah makanan berat, sekaligus membantu mengurangi rasa begah dan sering bersendawa.
Peppermint juga dikenal bermanfaat saat perut terasa penuh setelah makan berlemak. Sifat karminatif alaminya membantu tubuh mengeluarkan gas dan merelaksasi otot usus, sementara kandungan menthol, menthone, dan limonene membantu mengurangi kram, kembung, serta kejang pada saluran cerna.
Di antara pilihan lain, teh hijau sering masuk daftar yang paling disarankan. Minuman ini dikaitkan dengan peningkatan metabolisme lewat termogenesis, yaitu proses saat tubuh mengeluarkan energi lebih banyak untuk menghasilkan panas.
Beberapa penelitian juga menyebut teh hijau membantu tubuh membakar lemak perut. Manfaatnya disebut bisa lebih optimal jika diminum beberapa kali sehari, dan kombinasi dengan jahe atau lemon kerap disebut memperkuat efek tersebut.
Jahe hangat pun menjadi teman yang akrab setelah makan daging sapi atau kambing. Kandungan gingerol dan shogaol di dalamnya berperan dalam pembakaran serta penyimpanan lemak, sekaligus membantu menekan nafsu makan dan meredakan peradangan.
Penyajiannya juga sederhana karena cukup dengan menyeduh irisan jahe segar dalam air panas. Selama diminum hangat, air jahe dapat membantu pencernaan dan memberi rasa lebih nyaman pada perut yang terasa berat.
Lemon kemudian melengkapi daftar minuman yang sering dipakai setelah santapan tinggi lemak. Kandungan vitamin C dan antioksidan di dalamnya membuat air perasan lemon kerap digunakan untuk membantu tubuh mengelola makanan berlemak.
Jika dipadukan dengan teh dan jahe, lemon juga disebut membantu menurunkan berat badan dan mengurangi lemak tersimpan dalam tubuh. Campuran ini sering diminum saat perut sedang tidak nyaman setelah makan besar.
Cuka apel atau apple cider vinegar juga disebut membantu pencernaan lemak dan protein dari daging merah. Kandungan asam asetat di dalamnya dikaitkan dengan rangsangan aliran empedu, yang membuat proses pencernaan terasa lebih ringan.
Minuman ini juga sering dikaitkan dengan rasa kenyang yang lebih lama dan penurunan kadar kolesterol total. Agar lebih aman, cuka apel sebaiknya dicampur satu hingga dua sendok makan ke dalam segelas air hangat, bukan diminum langsung.
Dari semua pilihan tersebut, minuman yang dipilih setelah makan daging tidak dimaksudkan menggantikan pola makan sehat. Namun, air hangat, teh adas, peppermint, teh hijau, air jahe, lemon, dan cuka apel dapat menjadi pelengkap saat tubuh perlu bantuan menghadapi santapan yang terlalu berat.
Source: www.beritasatu.com






