Tekanan Air Lelehan Membuat Gletser Antartika Melaju 20 Persen Lebih Cepat ke Laut

Air lelehan dari permukaan terbukti dapat mempercepat gerak Gletser Langhovde di Antartika menuju laut hingga 20 persen. Pengukuran langsung menunjukkan tekanan air di dasar es mengurangi hambatan antara gletser dan batuan di bawahnya.

Dalam kondisi tertentu, tekanan air tersebut mampu menahan hingga 97 persen berat es yang berada di atasnya. Akibatnya, massa es sedikit terangkat dari batuan dasar dan lebih mudah meluncur ke arah laut.

Tekanan dari Dasar Es

Temuan ini penting karena percepatan aliran es dapat memperbesar kehilangan massa lapisan es Antartika. Saat es mengalir ke laut lebih cepat daripada salju terakumulasi di daratan, kontribusinya terhadap kenaikan permukaan laut dapat meningkat.

Profesor Shin Sugiyama dari Hokkaido University dan timnya memperoleh data itu melalui pengeboran lebih dari 550 meter ke dalam Gletser Langhovde. Mereka memakai teknik semburan air panas untuk mencapai bagian dasar gletser dengan lebih cepat.

Lubang bor tersebut memungkinkan kamera serta sensor tekanan diturunkan hingga ke bawah lapisan es. Metode ini memberi gambaran kondisi dasar gletser yang tidak dapat diamati secara langsung melalui satelit.

Aspek PengamatanDataMakna
Kedalaman pengeboranLebih dari 550 meterSensor mencapai dasar es
Tekanan air di dasarHingga 97 persen berat esEs sedikit terangkat
Percepatan luncuran10 hingga 20 persenAliran es menuju laut bertambah cepat

Air Permukaan Menembus Retakan

Tim menemukan air dari danau serta kolam di permukaan dapat masuk ke dasar gletser melalui retakan. Saluran itu terbentuk melalui hydrofracturing, yakni proses ketika beban air memperdalam retakan dan membuka jalur vertikal di dalam es.

Peningkatan tekanan paling kuat terlihat ketika pencairan permukaan berlangsung intens. Pola serupa juga tercatat setelah hujan yang jarang terjadi pada Januari 2022.

“Selama periode pencairan permukaan yang intens, dan sekali lagi setelah hujan langka pada Januari 2022, air lelehan meningkatkan tekanan air di dasar gletser hingga menahan 97 persen berat es di atasnya,” kata Sugiyama. Ia menjelaskan gletser kemudian sedikit terangkat sehingga luncurannya makin cepat karena gesekan berkurang.

Perilaku air lelehan seperti ini sebelumnya sudah diamati pada gletser di Eropa, Alaska, dan Greenland. Namun, pengukuran langsung yang memastikan proses tersebut di Antartika baru diperoleh dari Gletser Langhovde.

Menurut laporan yang dikutip Kompas.com, Sugiyama menyebutnya sebagai pengamatan langsung pertama semacam itu di Antartika. Kondisi lapisan es di benua tersebut memang lebih sulit dipantau dibandingkan banyak kawasan gletser lain.

Ekosistem di Bawah Lapisan Es

Kamera bawah es juga merekam temuan tak terduga berupa seekor anemon laut dan beberapa spons bertangkai ramping. Organisme itu terlihat menempel pada batu di lingkungan gelap, dingin, dan tersembunyi.

Makhluk tersebut hidup di lapisan air laut setebal sekitar tiga meter yang tertutup oleh 474 meter es. Lokasinya berada beberapa ratus meter melewati titik ketika gletser mulai terpisah dari dasar laut.

Lapisan es Antartika menyimpan sekitar 90 persen es gletser dunia. Sugiyama mengingatkan bahwa apabila seluruh es Antartika mencair dan mengalir ke laut, permukaan laut berpotensi naik sekitar 60 meter.

Berita Terkait