Akselerasi Bitcoin Berlanjut Di Atas $82 Ribu Saat Tekanan Teluk Kian Mendingin

Bitcoin kembali menjadi pusat perhatian setelah melaju ke atas $82.000 dan menyentuh titik tertinggi dalam tiga bulan. Pergerakan ini terjadi ketika pasar mulai membaca meredanya ketegangan di Teluk sebagai sinyal yang mendukung aset berisiko.

Di saat yang sama, sentimen pasar yang lebih tenang juga terlihat di Wall Street. S&P 500 naik 0,85% dan mencetak rekor baru di 7.366,25, sementara harga minyak justru jatuh tajam setelah muncul kabar bahwa Amerika Serikat dan Iran makin dekat pada kerangka damai.

Dorongan dari meredanya tensi geopolitik

Kenaikan Bitcoin tidak berdiri sendiri. Pasar menilai berkurangnya risiko gangguan di kawasan energi utama sebagai alasan untuk kembali masuk ke aset yang lebih agresif, termasuk kripto dan saham.

Menurut data CoinGecko, Bitcoin naik 1,4% dalam 24 jam terakhir dan diperdagangkan di sekitar $82.330. Kenaikan itu membuat aset digital terbesar tersebut semakin menonjol di tengah perubahan cepat pada sentimen global.

Minyak melemah, selera risiko membaik

Tekanan terbesar datang dari harga minyak yang anjlok lebih dari 10% ke $93 per barel. Penurunan itu muncul bersamaan dengan kabar bahwa jalur aman di Selat Hormuz mungkin terbuka, sehingga kekhawatiran pasar terhadap gangguan pasokan energi ikut mereda.

Selat Hormuz memiliki peran penting bagi arus energi dunia. Saat risiko di jalur itu menurun, harga minyak cenderung kehilangan tenaga, dan tekanan inflasi yang selama ini menahan ekspektasi pemangkasan suku bunga ikut berkurang.

Negosiasi AS-Iran jadi fokus pasar

Axios melaporkan bahwa Gedung Putih menilai kesepakatan dengan Iran semakin dekat melalui nota kesepahaman setebal satu halaman berisi 14 poin. Laporan itu menyebut empat sumber yang mengetahui pembahasan tersebut.

Dokumen yang dinegosiasikan utusan AS Steve Witkoff dan Jared Kushner itu akan menyatakan berakhirnya permusuhan. Setelah itu, akan ada jendela 30 hari untuk pembicaraan rinci mengenai transit di Hormuz, program nuklir Iran, dan keringanan sanksi AS.

Bitcoin masih tampil lebih kuat dari aset lain

Sejak konflik dimulai, Bitcoin telah naik 25%. Dalam periode yang sama, S&P 500 hanya naik 8%, sedangkan emas turun 11%.

Kekuatan tren itu juga terlihat dari indikator relative strength index harian. Angkanya naik ke 71 pada Rabu, level tertinggi dalam tujuh bulan, dan terakhir kali terlihat saat Bitcoin mencapai rekor tertinggi sepanjang masa di $126.080.

Pasar masih memberi ruang untuk reli

Di pasar prediksi Myriad milik Dastan, perusahaan induk Decrypt, peluang pergerakan besar berikutnya pada Bitcoin dinilai lebih condong ke reli. Saat ini, pasar memberi peluang 87% bahwa Bitcoin bergerak ke $84.000, bukan turun ke $55.000.

Sentimen serupa juga terlihat pada minyak mentah, meski arahannya berlawanan. Pengguna Myriad kini menempatkan peluang 60% bahwa WTI akan naik ke $120, turun dari hampir 74% pada waktu yang sama sehari sebelumnya.

Meski begitu, belum ada kesepakatan formal. Axios menyebut AS berharap mendapat tanggapan Iran atas beberapa poin kunci dalam 48 jam, sementara Iran hanya akan menerima kesepakatan jika dianggap adil. Di Truth Social, Presiden Trump menulis bahwa bila Iran menyetujui apa yang telah disepakati, Selat Hormuz akan terbuka untuk semua, termasuk Iran, tetapi jika tidak, pemboman akan dimulai dengan intensitas yang lebih tinggi.

Berita Terkait