Akses Naskah Pidato Trump Berujung Dugaan Taruhan Lebih dari Rp 1,7 Miliar

Author: Redaksi Android62

Seorang operator teleprompter Presiden Amerika Serikat Donald Trump diduga memperoleh keuntungan lebih dari US$ 100.000 dari taruhan atas isi pidato presiden. Nilai itu setara sekitar Rp 1,7 miliar dan memunculkan dugaan pemanfaatan akses kerja untuk kepentingan pribadi.

Transaksi tersebut diduga dilakukan sebelum materi pidato disampaikan kepada publik. Isi naskah yang semestinya hanya diketahui pihak berkepentingan kemudian menjadi informasi bernilai finansial dalam pasar prediksi.

Transaksi Dilaporkan ke CFTC

Platform pasar prediksi Kalshi menyatakan telah merujuk aktivitas yang dianggap mencurigakan kepada Komisi Perdagangan Berjangka Komoditas Amerika Serikat atau CFTC. Regulator federal itu berwenang mengawasi aktivitas pasar prediksi yang menjadi sorotan dalam perkara ini.

Kepala Penegakan Hukum Kalshi, Robert Denault, mengatakan tim pengawasan perusahaan segera menandai dan menyelidiki transaksi tersebut. Dalam unggahan di akun X resmi, ia menyatakan Kalshi juga telah menyerahkan seluruh bukti yang dikumpulkan kepada CFTC.

Denault menulis, “Tim pengawasan Kalshi segera menandai, menyelidiki, dan merujuk transaksi ini kepada CFTC.” Kalshi tidak mengungkap identitas pengguna yang menjadi subjek rujukan kepada regulator.

Dugaan Melibatkan Operator Sejak 2016

Menurut laporan ABC News, pihak yang diduga terkait dengan transaksi itu adalah Gabriel Perez. Ia disebut bekerja sebagai operator teleprompter untuk Trump sejak 2016.

Perez diduga memakai pengetahuan mengenai naskah pidato untuk memasang posisi taruhan di Kalshi. Pasar yang dipilih berkaitan dengan kemungkinan Trump mengucapkan kata atau frasa tertentu saat berbicara di depan publik.

Salah satu peristiwa yang dikaitkan dengan taruhan tersebut adalah pidato kenegaraan Trump pada awal 2026. Namun, belum ada rincian mengenai jumlah transaksi, nilai setiap taruhan, maupun hasil pemeriksaan regulator.

Informasi Internal Menjadi Persoalan Utama

Pokok persoalan dalam kasus ini bukan hanya besarnya dugaan keuntungan, melainkan asal informasi yang digunakan. Akses terhadap materi pidato sebelum diumumkan dinilai sebagai informasi yang tidak tersedia bagi masyarakat umum.

Kalshi melarang pengguna memasang taruhan dengan dasar informasi yang diperoleh melalui pekerjaan atau akses internal. Platform itu juga baru-baru ini meminta pengguna mengungkapkan tempat mereka bekerja sebagai bagian dari pemantauan konflik kepentingan.

Taruhan mengenai kata atau frasa dalam pidato membuat naskah presiden memiliki nilai ekonomi sebelum pidato dimulai. Kondisi ini membuka risiko ketika pihak yang mengetahui materi lebih awal dapat mengambil posisi di pasar prediksi.

Pidato presiden juga dapat menyentuh isu keamanan, kebijakan, hingga sektor keuangan. Karena itu, pilihan kata dan isi pernyataan pemimpin negara berpotensi memengaruhi perhatian serta aktivitas peserta pasar.

Tanggapan Gedung Putih

Gedung Putih menyatakan Trump telah mengetahui insiden yang disebut sangat disayangkan dan memalukan tersebut. Perez dilaporkan sedang menjalani cuti tanpa gaji setelah kasus itu mencuat.

Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt mengatakan institusinya memiliki ketentuan ketat untuk persoalan semacam ini. “Gedung Putih memiliki pedoman etika yang sangat ketat terkait masalah seperti ini,” kata Leavitt kepada wartawan.

Kasus ini kini menempatkan standar etika staf kepresidenan dan pengawasan pasar prediksi dalam perhatian yang sama. Kalshi menyatakan fokusnya adalah membantu CFTC dalam menindaklanjuti aktivitas yang telah ditandai tim pengawasannya.

Source: www.beritasatu.com
Berita Terbaru