Al Fateh Masih Ditekan Zona Merah, Al-Ahli Siap Menjaga Tren Usai Juara Asia

Author: Redaksi Android62

Al Fateh datang ke Jeddah dengan kebutuhan yang jauh lebih mendesak dibanding tuan rumah. Tim asuhan Jose Gomes masih harus mengamankan poin demi menjaga jarak aman dari zona degradasi, sementara Al-Ahli justru tampil dengan kepercayaan diri tinggi setelah mengangkat trofi Liga Champions AFC.

Situasi itu membuat laga di King Abdullah Sports City menghadirkan dua kepentingan yang sangat berbeda. Al-Ahli ingin terus menjaga peluang matematis menekan posisi teratas, sedangkan Al Fateh berusaha memastikan langkah mereka tidak goyah saat musim memasuki fase akhir.

Di atas kertas, Al-Ahli punya modal yang lebih kuat. Mereka menempati peringkat ketiga dengan 69 poin dari 21 kemenangan, enam imbang, dan tiga kekalahan, serta baru saja menekuk Al Akhdoud 4-0.

Hasil itu ikut menegaskan ketajaman lini depan mereka. Frank Jessie mencetak dua gol dalam laga tersebut, dan performa Al-Ahli dalam beberapa pertandingan terakhir juga tergolong stabil dengan empat kemenangan dari lima laga terakhir.

Konsistensi itu tidak hanya terlihat dari jumlah kemenangan, tetapi juga dari catatan pertahanan. Sepanjang musim, Al-Ahli baru kebobolan 22 gol, angka yang menunjukkan betapa rapatnya lini belakang mereka saat tampil di semua kompetisi.

Keuntungan bermain di kandang juga menambah posisi mereka sebagai favorit. Dukungan publik Jeddah menjadi faktor yang membuat Al-Ahli berpeluang tampil lebih agresif sejak awal dan mengontrol ritme pertandingan.

Namun, Al Fateh tetap datang bukan tanpa modal. Mereka sempat bangkit dari ketertinggalan 2-0 untuk menahan Neom 2-2, dengan Mourad Batna dan Sofiane Bendebka sama-sama mencetak gol.

Sofiane Bendebka menjadi nama yang paling menonjol dalam beberapa laga terakhir. Ia mencetak gol dalam dua pertandingan beruntun dan kembali diperkirakan menjadi ancaman utama bagi barisan belakang Al-Ahli.

Posisi Al Fateh di klasemen memang belum sepenuhnya nyaman. Mereka berada di urutan ke-12 dengan 33 poin dari delapan kemenangan, sembilan imbang, dan 13 kekalahan, meski masih unggul 10 poin dari zona merah.

Meski begitu, tekanan tetap terasa karena kompetisi sudah memasuki fase akhir dan masih ada tiga pertandingan tersisa setelah laga ini. Karena itu, tambahan poin di Jeddah menjadi penting agar mereka tidak semakin dekat dengan ancaman degradasi.

Rekam jejak pertemuan kedua tim juga memberi alasan bagi Al-Ahli untuk tetap waspada. Dalam lima duel terakhir, Al Fateh justru unggul dengan tiga kemenangan, satu hasil imbang, dan hanya satu kekalahan.

Musim ini, Al Fateh bahkan sempat mengalahkan Al-Ahli 2-1. Catatan itu menunjukkan bahwa kualitas tim tuan rumah tidak otomatis menjamin laga berjalan mudah.

Dari sisi komposisi, Al-Ahli berpeluang kembali menurunkan Riyad Mahrez dan Ivan Toney. Kehadiran keduanya dapat menambah variasi serangan dari sisi sayap maupun tengah.

Prediksi susunan pemain Al-Ahli menempatkan Mendy di bawah mistar, lalu Majrashi, Ibanez, Hamed, dan Hawsawi di lini belakang. Kessie, Atangana, dan Millot diproyeksikan mengisi lini tengah, dengan Mahrez, Toney, dan Saleh di lini depan.

Al Fateh juga disebut membawa skuad yang lengkap tanpa masalah cedera atau suspensi berarti. Kondisi itu memberi Jose Gomes keleluasaan untuk memilih komposisi terbaik pada laga penting ini.

Prediksi susunan pemain Al Fateh menempatkan Pacheco di gawang, dengan Baattiah, Aljari, Fernandes, dan Qasheesh di lini belakang. Saadane, Bendebka, dan Youssouf akan menopang Batna, Vargas, dan Al-Zubaidi di lini depan.

Secara taktis, Al Fateh perlu efisien ketika menyerang agar bisa menemukan celah di blok pertahanan Al-Ahli yang rapat. Di sisi lain, kedalaman skuad dan daya serang tuan rumah membuat mereka tetap berada di posisi paling kuat untuk menguasai jalannya pertandingan di Jeddah.

Source: www.ligaolahraga.com
Berita Terbaru