Cedera pergelangan tangan kanan membuat langkah Carlos Alcaraz terhenti lebih cepat di Barcelona Open. Keputusan mundur itu diambil setelah pemeriksaan medis lanjutan menilai kondisinya belum aman untuk terus bermain.
Situasi ini langsung menyita perhatian karena Barcelona Open bukan sekadar turnamen biasa bagi petenis Spanyol tersebut. Ajang itu juga menjadi bagian penting dari upayanya menjaga posisi di persaingan papan atas ATP.
Momen cedera muncul saat awal turnamen
Alcaraz sebenarnya memulai turnamen dengan cukup baik. Ia menang meyakinkan atas petenis kualifikasi Otto Virtanen dengan skor 6-4, 6-2, dan sempat memperlihatkan ritme permainan yang stabil.
Masalah fisik mulai terasa pada akhir set pertama. Pada fase itu, Alcaraz meminta perawatan medis karena merasakan gangguan pada lengannya.
Ia tetap menyelesaikan pertandingan, tetapi evaluasi berikutnya membuat tim memutuskan bahwa risiko tampil lebih lanjut terlalu besar. Dari situ, langkahnya di Barcelona Open harus dihentikan.
Babak kedua batal digelar
Rencana Alcaraz untuk menghadapi Tomas Machac di babak kedua akhirnya tidak terwujud. Setelah pemeriksaan lanjutan, ia resmi tidak bisa turun bertanding.
Keputusan tersebut membuat laga yang telah dinantikan batal berlangsung. Hingga saat ini, belum ada penjelasan resmi mengenai tingkat keparahan cedera maupun berapa lama masa pemulihan yang dibutuhkan.
Dampak pada persaingan dengan Sinner
Absennya Alcaraz juga membawa efek langsung pada perebutan posisi teratas ATP. Ia tercatat tertinggal 390 poin dari Jannik Sinner di ATP Live Ranking.
Barcelona Open sejatinya menjadi peluang penting untuk memangkas jarak itu. Tanpa tambahan poin dari turnamen tersebut, perjuangannya menuju posisi nomor satu menjadi lebih berat.
Berikut catatan penting Alcaraz sejauh ini:
- 22 kemenangan dan 3 kekalahan pada musim berjalan.
- Juara Australian Open.
- Juara ATP 500 Doha.
- Finalis Monte Carlo Masters.
- Mundur dari Barcelona Open karena cedera pergelangan tangan kanan.
Barcelona Open punya arti khusus
Turnamen di Barcelona memiliki nilai tersendiri bagi Alcaraz. Ia pernah menjuarai ajang ini pada edisi 2022 dan 2023.
Setelah itu, ia kembali mencapai final pada edisi berikutnya sebelum kalah dari Holger Rune. Rekam jejak tersebut menunjukkan bahwa Barcelona Open selalu menjadi panggung penting dalam perjalanan kariernya.
Lapangan tanah liat di turnamen ini juga kerap dipakai untuk mengukur kesiapan fisiknya. Karena itu, absennya Alcaraz terasa signifikan bukan hanya bagi hasil turnamen, tetapi juga bagi gambaran kondisi kebugarannya ke depan.
Fokus berikutnya ada pada pemulihan
Kini perhatian bergeser ke proses pemulihan tangan kanan Alcaraz. Dengan kalender ATP yang tetap padat, keputusan medis akan sangat menentukan langkahnya setelah ini.
Jika pemulihan berjalan lambat, peluang untuk terus menekan Sinner bisa ikut menipis. Namun, sebelum membahas persaingan lebih jauh, kondisi fisik Alcaraz tetap menjadi hal utama yang harus dipantau.
Source: www.medcom.id






