Alfa Romeo Dan Maserati Dapat Angin Segar, Stellantis Siapkan Empat Model Baru Sekaligus

Empat model baru kini menjadi kartu utama Stellantis untuk mengangkat kembali Alfa Romeo dan Maserati. Langkah ini memperlihatkan perubahan arah yang cukup tegas, karena kedua merek premium itu tidak lagi hanya diposisikan dalam bayang-bayang elektrifikasi penuh, melainkan mendapat kombinasi produk baru dan penyegaran lini yang lebih seimbang.

Di sisi Maserati, dua model E-segment sudah disiapkan untuk mengisi celah penting di portofolio mereka. Satu model hadir sebagai SUV yang diperkirakan menjadi penerus Levante, sementara satu lagi adalah grand tourer dengan karakter yang jauh lebih eksotis.

SUV baru Maserati itu akan berada di atas Grecale. Grecale sendiri juga akan menerima facelift bersama GranTurismo dan GranCabrio, sehingga pembaruan di merek berlogo Trident itu tidak berhenti pada model baru saja.

Model grand tourer Maserati tampil dengan siluet rendah, kap mesin panjang, dan postur yang mengingatkan pada Ferrari 12cilindri. Bagian depannya membawa hidung tajam yang selaras dengan aura Maserati Alfieri konsep 2016, meski ukurannya terlihat lebih besar.

Kabin yang bergeser ke belakang dan atap yang menurun memberi petunjuk bahwa mobil tersebut akan memakai format dua tempat duduk. Itu berbeda dari GranTurismo dan GranCabrio yang masih memakai konfigurasi 2+2.

Untuk saat ini, belum ada spesifikasi teknis yang diumumkan. Namun, model-model E-segment Maserati itu diperkirakan tetap mengandalkan mesin pembakaran, bukan berpindah ke jalur kendaraan listrik murni.

Perubahan serupa juga terjadi pada Alfa Romeo, yang kini mendapat dua model baru di luar pengganti Stelvio dan Giulia yang sudah lama ditunggu. Satu model berupa SUV C-segment baru, sedangkan yang lain adalah model halo edisi terbatas.

Kedua mobil itu sempat ditampilkan dengan penutup saat presentasi resmi. Dalam siaran webcast, sempat muncul rendering mockup untuk SUV-nya, meski model tersebut belum memiliki nama resmi.

SUV baru Alfa Romeo memperlihatkan bahasa desain yang sangat sporty. Lampu depannya tampak agresif, gril trilobo dibuat lebih besar dari biasanya, dan atapnya mengalir dengan bentuk aerodinamis.

Posisinya tampak berada di antara Junior yang lebih kecil dan Tonale yang lebih kompak. Dari proporsinya, model ini berpotensi menjadi lawan untuk Cupra Formentor, VW T-Roc, dan Toyota C-HR.

Nama Giulietta ikut mencuat karena bentuk SUV itu dianggap membuka peluang untuk menghidupkan kembali nama legendaris tersebut. Meski begitu, belum ada konfirmasi resmi mengenai nama yang akan dipakai.

SUV baru Alfa Romeo itu kemungkinan menggunakan opsi hybrid dan listrik penuh, seperti banyak produk Stellantis lain. Model tersebut juga disebut akan memakai sistem infotainment STLA SmartCockpit.

Model Alfa Romeo kedua datang dari divisi “Bottega Fuoriserie” dan akan menjadi penerus 33 Stradale edisi terbatas. Berbeda dari supercar bermesin tengah itu, model baru ini tampak memakai bodi hatchback atau shooting brake.

Mobil tersebut juga disebut akan membawa gaya dari salah satu mobil klasik dalam sejarah Alfa Romeo. Selain itu, ia dikabarkan berbagi basis dengan sebuah Maserati, yang menambah lapisan menarik di antara dua merek premium dalam grup yang sama.

Semua perubahan ini lahir dari pembaruan strategi FaSTLAne 2030 milik Stellantis. Strategi itu memuat 60 produk baru dan 50 penyegaran di seluruh portofolio perusahaan, sekaligus menjadi tanda bahwa arah untuk Alfa Romeo dan Maserati sedang dikoreksi.

Bagi keduanya, paket produk baru ini jelas bukan langkah kecil. Stellantis kini menempatkan SUV, grand tourer, dan model halo sebagai taruhan besar untuk mengembalikan daya tarik Alfa Romeo dan Maserati di tengah kebutuhan akan momentum baru.

Source: www.carscoops.com

Berita Terkait