Alpina Tetap Setia Pada V8, BMW Siapkan Grand Tourer Mewah Yang Tidak Menyerah ke Listrik

Author: Redaksi Android62

BMW memberi arah yang tegas untuk Alpina: merek ini tidak akan diarahkan menjadi lini listrik penuh, melainkan tetap memakai sosok grand tourer klasik dengan mesin V8. Petunjuk paling kuat datang dari Vision BMW Alpina, studi desain yang memperlihatkan bagaimana identitas Alpina ingin dipertahankan saat berada sepenuhnya di bawah kendali BMW.

Langkah itu penting karena Alpina selama ini dikenal sebagai versi BMW yang lebih mewah, lebih halus, dan lebih fokus pada kenyamanan. BMW tampaknya ingin menjaga tiga ciri itu tetap hidup, sambil membawa Alpina ke fase baru yang tidak kehilangan karakter lamanya.

Grand tourer, bukan mobil listrik

Vision BMW Alpina akan tampil di 2026 Concorso d’Eleganza Villa d’Este di Danau Como. BMW menyebutnya sebagai studi desain satu-satunya yang memberi gambaran awal tentang arah model produksi pertama Alpina dalam era baru ini.

Bentuknya jauh dari kesan mobil performa modern yang agresif. Mobil ini memiliki panjang 204,7 inci atau 5.199 mm, memakai atap coupe, kap mesin panjang, dan postur rendah yang membuatnya lebih dekat ke grand tourer klasik.

Di bagian depan, BMW menggunakan grille ginjal ganda yang tertutup dan diolah ulang dengan hidung bergaya shark nose. Tampilan seperti ini memang sering diasosiasikan dengan mobil listrik, tetapi justru di baliknya BMW menempatkan mesin V8.

Mesin V8 jadi penanda penting

BMW belum membuka detail lain soal mesin selain jumlah silindernya. Namun, arah yang diambil jelas menunjukkan bahwa Alpina tidak sedang diposisikan sebagai varian biasa dari BMW, melainkan tetap sebagai mobil performa yang santun.

Alpina sendiri sejak lama dikenal mengambil mesin BMW yang sudah ada lalu meraciknya lagi agar lebih tajam dan lebih mewah. Karena itu, jika konsep ini berlanjut ke model produksi, mesin V8 itu sangat mungkin berasal dari unit BMW yang sudah tersedia di lini produk perusahaan.

Salah satu kandidat yang masuk akal adalah mesin twin-turbo 4.4 liter yang saat ini dipakai pada M5. Kehadiran mesin itu akan memperkuat kesan bahwa BMW ingin mempertahankan fondasi performa Alpina tanpa mengubah karakter dasarnya.

Desain yang tenang, tetapi tetap khas

Bahasa desain Vision BMW Alpina mengusung pendekatan yang disebut “second read sophistication”. Artinya, tampilannya tidak berisik, tetapi tetap mudah dikenali saat dilihat lebih lama.

Inspirasi desainnya datang dari model Alpina lama dan bahkan menyerap unsur dari BMW 507. Elemen seperti garis dekoratif yang diperbarui, hidung shark nose, dan velg 20 palang membentuk siluet yang bersih serta lebih understated dibanding banyak model BMW modern.

Adrian van Hooydonk, kepala desain BMW Group, mengatakan Alpina selalu mewakili perpaduan khusus antara performa dan refinemen. Ia menegaskan bahwa peran BMW sebagai penjaga baru merek itu adalah mempertahankan kekhasan tersebut sambil membawanya ke konteks yang lebih modern.

Kabin mewah, tetapi tetap tenang

Pendekatan yang sama juga terlihat di interior. Hampir semua kontrol tampak terintegrasi ke layar sentuh, tetapi tata letaknya tetap bersih dan minimalis.

BMW menambahkan detail khas Alpina seperti switchgear kristal, grafis khusus Alpina, dan kulit dari pemasok wilayah Alpine. Ada pula elemen yang sangat tidak lazim, yaitu gelas kristal yang muncul otomatis dari konsol tengah belakang di samping botol air kaca.

Di sisi kenyamanan, BMW masih menjaga prinsip Burkard Bovensiepen yang berbunyi, “A comfortable driver is a faster driver.” Prinsip itu diwujudkan lewat mode Comfort+ khas Alpina yang dibuat lebih lembut dan lebih santai dibanding setelan tradisional BMW.

Arah model produksi sudah mulai terlihat

BMW menyebut model produksi pertama BMW Alpina akan hadir tahun depan dan memakai basis 7 Series. Petunjuk dari Vision Alpina membuat arah itu terlihat cukup jelas, terutama soal bagaimana merek ini akan diposisikan di bawah naungan BMW.

Yang tampak penting bukan hanya soal tenaga atau kemewahan, melainkan upaya menjaga jiwa Alpina tetap berbeda. Dari bentuk grand tourer, mesin V8, sampai kabin yang mewah namun tertahan, BMW memberi sinyal bahwa identitas lama Alpina masih akan punya tempat kuat di era baru.

Source: www.carscoops.com
Berita Terbaru