Amazfit Cheetah 2 Ultra Lebih Mahal Jauh, Ini Bedanya dengan Cheetah 2 Pro

Amazfit membedakan Cheetah 2 Pro dan Cheetah 2 Ultra dengan sangat jelas, baik dari target pengguna maupun banderol harganya. Di Indonesia, Cheetah 2 Pro dijual mulai Rp7 juta, sedangkan Cheetah 2 Ultra dibanderol mulai Rp9,4 juta.

Selisih harga yang cukup jauh itu sejalan dengan karakter keduanya. Cheetah 2 Pro diarahkan untuk pelari jalan raya dan advanced runners, sementara Cheetah 2 Ultra disiapkan untuk trail, pegunungan, dan ultradistance.

Ultra lebih siap untuk jalur ekstrem

Untuk pengguna yang sering masuk medan berat, Cheetah 2 Ultra membawa baterai 780 mAh dengan klaim daya tahan hingga 60 jam dalam mode GPS. Dalam penggunaan normal, jam ini disebut mampu bertahan sekitar 30 hari.

Model ini juga mendapat mode trail running dengan elevation overview, rendering offline maps yang lebih cepat, dan navigasi yang lebih advance pada layar 1,5 inci. Paket penjualannya bahkan menyertakan dua strap sekaligus, yaitu silikon dan nilon.

Pro fokus pada latihan maraton

Cheetah 2 Pro menonjol lewat Zepp Coach AI yang bisa membuat training plan dari jarak pendek sampai full marathon. Jam ini juga menampilkan advanced running metrics seperti running power, lactate threshold, ground contact time, dan running posture.

Untuk navigasi, Pro sudah dibekali dual-band GPS dengan enam sistem satelit, offline maps, dan route navigation. Baterai 540 mAh miliknya diklaim tahan hingga 31 jam dalam mode GPS, atau sekitar 20 hari untuk pemakaian smartwatch harian normal.

Sama-sama kuat di bodi dan layar

Kedua model memakai bodi Grade 5 Titanium yang ringan tetapi kuat, serta kaca safir untuk melindungi layar dari goresan. Keduanya juga mengantongi ketahanan air 5 ATM, sehingga aman dipakai saat hujan atau saat latihan dengan banyak keringat.

Dimensi keduanya sedikit berbeda. Cheetah 2 Pro berukuran 43,8 x 43,8 x 15,6 mm, sedangkan Cheetah 2 Ultra berukuran 44,8 x 44,8 x 15,6 mm.

Layar juga menjadi keunggulan utama. Cheetah 2 Pro menggunakan panel AMOLED 1,32 inci beresolusi 466 x 466 piksel, sedangkan Cheetah 2 Ultra membawa panel AMOLED 1,5 inci beresolusi 480 x 480 piksel.

Keduanya sama-sama memiliki tingkat kecerahan hingga 3.000 nits. Pada kondisi luar ruang, data pace, jarak, dan detak jantung tetap mudah dibaca, sementara tampilan watchface terlihat lebih kontras saat dipakai pagi maupun malam.

Zepp App jadi pusat data kesehatan

Di luar fitur lari, Amazfit mengandalkan Zepp App untuk memantau HRV, kualitas tidur, recovery, training load, hingga estimasi VO₂ Max secara terintegrasi. Pendekatan ini membantu pelari membaca kondisi tubuh sebelum, selama, dan sesudah latihan.

Untuk pengguna yang ingin integrasi latihan lebih luas, Cheetah 2 Pro juga mendukung TrainingPeaks, Runna, Intervals.icu, dan Strava. Dukungan platform pihak ketiga ini membuat jam lebih fleksibel dipakai dalam program latihan yang lebih terstruktur.

Kedua jam tangan ini dijadwalkan meluncur resmi pada 10 Juni 2026. Dengan posisi harga yang terpaut cukup lebar, pilihan akhirnya bergantung pada kebutuhan, apakah lebih condong ke maraton di jalan raya atau ke trail dan ultradistance.

Source: www.idntimes.com

Android62
Redaksi Android62

Android62.com menghadirkan berita dari beragam sumber dengan penyajian unik, ringkas, dan informatif untuk pembaca modern.

Newsletter Text above the Email input field
Follow UsGoogle NewsFlipboard
Berita Terkait
Berita Terbaru
Populer