Amazon Web Services menyebut desain jaringan barunya dapat memangkas jumlah router hingga 69% dan membuat data center mengonsumsi 40% lebih sedikit listrik dibanding jaringan hierarkis. Perusahaan juga mengklaim pendekatan ini bisa memindahkan data hingga sepertiga lebih cepat dan menekan biaya penerapan sampai 45%.
Perubahan itu datang lewat rancangan bernama resilient network graphs atau RNG, yang disebut Amazon sebagai pengganti topologi fat tree di pusat datanya. Di skala AWS yang menguasai 28% pasar infrastruktur cloud global pada kuartal pertama 2026, efisiensi jaringan menjadi isu besar karena setiap gangguan terasa luas di internet.
Jaringan yang lebih datar untuk mengurangi titik kritis
Selama ini, fat tree menjadi arsitektur yang umum dipakai di data center karena stabil dan mudah diprediksi saat skala membesar. Namun, struktur berlapis itu juga membawa kompromi pada efisiensi dan bandwidth, terutama ketika lalu lintas harus naik dan turun melalui jalur yang sudah ditentukan.
Amazon mengambil pendekatan berbeda dengan flat networking, yang menghubungkan router dan switch secara lebih langsung daripada pola bertingkat. Dalam rancangan RNG, tidak ada satu router yang jauh lebih penting dari yang lain, sehingga jaringan disebut lebih tahan terhadap kemacetan.
Cara Amazon membuat acak tetap bisa dikelola
Pendekatan acak penuh sulit diterapkan di data center karena kabel serat optik yang saling bersilangan dalam jumlah besar tidak praktis. Routing juga membutuhkan cara efisien tanpa bergantung pada protokol topologi tradisional.
Untuk menjawab tantangan itu, Amazon memadukan elemen jaringan tetap dengan bagian yang bersifat acak. Dua komponen utamanya adalah algoritma routing Spraypoint dan perangkat optik pasif bernama ShuffleBox.
Spraypoint bekerja dengan menyebarkan paket dari sumber ke semua tetangga yang mungkin menjadi hop berikutnya. Setelah itu, satu jalur dipilih menggunakan Equal-cost multi-path routing atau ECMP.
Amazon juga memakai waypoint untuk membantu menyebarkan lalu lintas agar paket tidak menumpuk di satu tujuan. Dengan cara ini, jaringan tetap bisa memanfaatkan sebagian sifat acak tanpa memerlukan CPU atau memori khusus pada router untuk menyimpan dan memproses semua jalur routing yang mungkin.
ShuffleBox dan efisiensi fisik di data center
ShuffleBox menangani konektivitas fisik RNG. Perangkat ini memiliki selubung tertutup, tidak memakai catu daya, tidak menambah latensi, dan mengurangi risiko kegagalan.
Di dalamnya, kabel serat diatur ulang mengikuti pola khusus, lalu ShuffleBox dihubungkan secara acak dengan perangkat lain. Amazon menyebut biaya perangkat ini mirip dengan patch panel biasa, sehingga lebih masuk akal untuk dipakai dalam skala besar.
Awal penerapan dan dampaknya
Dalam white paper Amazon, RNG disebut mampu menyamai atau melampaui fat tree pada berbagai pola lalu lintas dan beban kerja. Amazon mengatakan jaringan quasi-random pertamanya aktif di Dublin, Irlandia, pada 2024.
Sistem itu kemudian meluas ke Spanyol dan Jerman sepanjang 2025, lalu menjadi standar untuk data center AWS baru per April 2026. Dengan lebih sedikit perangkat keras dan konsumsi daya yang turun, kebutuhan pendinginan juga ikut berkurang.
Dampak ini penting karena jejak karbon dan air dari data center terus menjadi sorotan publik dan pembuat kebijakan. Amazon memang sudah memakai air daur ulang untuk mendinginkan sebagian data center, tetapi RNG dipandang bisa membantu menekan beban dasar listrik dan pendinginan secara lebih luas.
Perusahaan berharap langkah tersebut mendekatkan target menjadi water positive pada 2030 dan mencapai emisi karbon net-zero pada 2040. Dalam skala AWS yang sangat besar, perubahan pada jaringan inti seperti ini berpotensi memberi efek berantai pada efisiensi operasional data center baru.







