Aming harus membangun dua karakter yang sangat berbeda dalam satu film agar penonton bisa langsung menangkap perbedaan keduanya. Dalam Aku Sebelum Aku, ia memerankan Pak Zai dan Pak Juned, dua guru dengan latar belakang, kepribadian, dan cara berinteraksi yang tidak sama.
Perbedaan itu menjadi penting karena keduanya sama-sama hadir dalam perjalanan tokoh utama. Jika dibuat terlalu mirip, karakter mereka akan kehilangan fungsi dramatis di cerita film orisinal Netflix garapan Gina S. Noer tersebut.
Pembacaan naskah dan workshop jadi fondasi awal
Aming tidak mengandalkan kostum semata untuk membedakan Pak Zai dan Pak Juned. Ia lebih dulu menjalani pembacaan naskah dan workshop bersama sutradara serta pemain lain sebelum syuting dimulai.
Ia juga dibantu character sheet yang disusun Gina S. Noer secara detail. Dari sana, Aming mulai memahami identitas tiap tokoh dan merancang pendekatan akting yang terpisah untuk masing-masing guru.
Cara bicara menjadi pembeda paling jelas
Pak Juned digambarkan sebagai guru agama yang tenang, lembut dalam bertutur kata, dan kerap menundukkan kepala. Pembawaan itu membuatnya tampak lebih halus dan tertutup saat berhadapan dengan orang lain.
Sebaliknya, Pak Zai sebagai guru olahraga tampil lebih lugas, tegas, dan terbuka. Cara bicaranya lebih keras serta energinya lebih ekspresif, sesuai dengan profesinya yang menuntut pembawaan berbeda.
Aming menyebut banyak latihan dilakukan untuk menemukan karakter masing-masing secara utuh. Menurutnya, hasil persiapan itu kemudian terlihat jelas di film.
Pengalaman masa sekolah ikut membentuk emosi
Di luar persiapan teknis, pengalaman pribadi Aming semasa sekolah ikut membantu membangun emosi kedua karakter. Ia mengingat masa SD hingga SMA ketika dirinya termasuk anak yang cukup bandel, meski tetap menghormati guru dan orang lain.
Saat itu, Aming juga menghadapi family issue yang membuatnya kerap melampiaskan amarah karena belum mampu mengelola perasaan dengan baik. Ia lalu teringat seorang guru yang pernah mengubah cara pandangnya melalui nasihat sederhana agar tidak terus-menerus meluapkan kemarahan di sekolah.
Pesan itu menjadi titik balik baginya. Sejak saat itu, Aming mulai berusaha mengendalikan emosi dan tidak lagi menjadikan amarah sebagai pelampiasan atas persoalan yang dihadapinya.
Isu kesehatan mental menjadi inti cerita
Aku Sebelum Aku mengangkat isu kesehatan mental lewat kisah seorang remaja berprestasi yang mendadak mengalami serangan panik usai memenangkan kompetisi sekolah bergengsi. Di tengah ekspektasi ayah yang semakin tinggi, sang anak berusaha menemukan kembali siapa dirinya sebelum hubungan mereka benar-benar retak.
Film ini dibintangi Bima Sena, Ringgo Agus Rahman, Widuri Puteri, Prastiwi Dwiarti, Aming, dan Poppy Sovia. Netflix menjadwalkan penayangan global dan eksklusif film tersebut mulai 16 Juli 2026.
| Karakter | Peran | Ciri Utama | Gaya Bicara |
|---|---|---|---|
| Pak Juned | Guru agama | Tenang, lembut, kerap menundukkan kepala | Lembut |
| Pak Zai | Guru olahraga | Lugas, tegas, terbuka | Lebih keras dan ekspresif |
Dengan pendekatan yang dibangun sejak tahap persiapan, dua guru tersebut tampil sebagai sosok yang memiliki energi dan kepribadian masing-masing di dalam cerita. Peran ganda Aming pun menjadi salah satu elemen yang menonjol dalam Aku Sebelum Aku.
Source: lifestyle.bisnis.com






